My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
SALING PERCAYA, SALING MENDUKUNG



Melihat itu dengan gerakan tidak kalah sigapnya, Dave melakukan hal yang sama, sehingga kedua tangan pria tampan itu saling mengait satu sama lain, seperti orang yang sedang beradu panco, tapi tidak mengeluarkan tenaga mereka untuk saling adu kekuatan, hanya melakukannya sebagai simbol kerjasama mereka diikuti dengan segenap kekuatan yang mereka miliki.


(Adu panco adalah olahraga yang dilakukan dengan mengadu kekuatan lengan antara dua orang. Olahraga ini dimulai dengan mengambil posisi duduk berseberangan di hadapan sebuah meja.


Kedua pesertanya kemudian meletakkan siku di atas meja dan menyatukan telapak tangan mereka dengan saling menggenggam satu sama lain. Mereka lantas berusaha mendorong lengan lawan sampai punggung tangannya menyentuh permukaan meja. Olahraga panco dapat meningkatkan kekuatan otot lengan dan mudah dilakukan. Namun, sama seperti jenis olahraga lainnya, adu panco juga memiliki risiko cedera yang bisa berbahaya, mulai dari cedera otot hingga patah tulang. Maka dari itu, penting sekali untuk melakukannya dengan benar dan aman).


“Kita habisi bersama bersama orang yang sudah berani-beraninya mencari masalah dengan kita Dave.” Perkataan Ornado langsung dijawab dengan sebuah anggukan kepala oleh Dave dengan sikap penuh percaya diri.


Melihat kekompakan suaminya masing-masing, membuat Laurel dan Cladia tersenyum lega, karena kedua pria itu tidak terpengaruh dengan kejadian yang ada. Dan justru bersepakat untuk bekerjasama menyelesaikan masalah itu.


“Siapapun orang-orang itu, aku tetap akan berdiri di pihakmu Ad. Dan ingatlah bahwa aku akan selalu melakukan hal itu tanpa diminta oleh siapapun.” Dave mengucapkan sebuah janji yang langsung disambut dengan sebuah senyuman senang oleh Ornado.


“Tapi Al, menurutmu… sebenarnya siapa yang sedang merencanakan semuanya ini? Kenapa dia ingin membuat kalian saling bermusuhan?” Cladia bertanya sambil memandang ke arah suaminya yang berusaha untuk tersenyum, berusaha memberikan rasa tenang untuk Cladia.


Eh, kenapa Cladia tiba-tiba menanyakan tentang hal itu? Apa Cladia mencurigai seseorang? Aku juga sedang memikirkan sebuah nama tentang siapa pelakunya, tapi mungkinkah dia akan senekat itu? Demi apa? Mendapatkan Cladia? 


Laurel berkata dalam hati sambil ikut memandang ke arah Ornado, seolah ikut menunggu jawaban Ornado.


“Aku belum tahu amore mio. Tapi siapapun  orang itu. Aku pastikan kami akan segera menemukannya, dan menghentikan tindakan kurang ajarnya ini.” Ornado berkata dengan bijak, meskipun seperti Laurel, ada seseorang yang cukup dia curigai, memiliki kemampuan untuk melakukan hal memalukan seperti itu, seperti orang yang memiliki sikap lempar batu sembunyi tangan.


“Apa tidak ada nama di angan-anganmu yang mungkin sengaja melakukan ini padamu?” Melihat Cladia tetap bersikeras untuk tahu tentang isi pikirannya, dengan gerakan lembut dan pelan, Ornado menggerakkan tangannya, melingkar di bahu Cladia, dan menarik pelan tubuh istrinya itu ke arahnya, memeluknya dengan sikap posesif seperti biasanya.


“Kalau aku tahu, aku pasti sudah mengatakannya di depan Dave sejak awal amore mio. Sayangnya, belum ada nama seseorang yang bisa aku sebutkan kali ini.” Ornado berkata untuk membuat Cladia tidak lagi memikirkan tentang siapa orang yang mungkin melakukan hal itu, meskipun dalam pikirannya, Ornado sudah menerka satu dua nama orang yang baginya memang memungkinkan menjadi orang yang ingin mencari masalah dengannya.


“Tenang saja Cla, jangan terlalu memikirkan hal itu. Kamu tahu kita berdua bisa mempercayakan kasus ini pada mereka berdua.” Laurel ikut mendukung perkataan dari Ornado.


Apa mungkin ini perbuatan Dario? Apa dia benar-benar tidak perduli lagi dengan hubungan antara dia dan uncle Alberto maupun Ad? Jika benar dia pelakunya, dia benar-benar bermasalah dengan kejiwaannya.


Laurel bertanya-tanya dalam hati, dan tidak berani mengungkapkannya karena ada Cladia dan Ornado di dekatnya.


Jika salah bicara, aku khawatir aku justru akan mengacaukan semuanya. Mungkin Ad sengaja diam agar dia bisa lebih leluasa dalam melakukan penyelidikan.


Sepertinya Al mengetahui sesuatu tentang pelaku itu. Tapi kenapa dia tidak langsung memberitahukannya padaku? Dia masih sangat ragu tentang itu, atau aku… mengenal pelaku itu? Ah… aku harus percaya sepenuhnya pada Al. Aku yakin dia akan berusaha keras untuk memenuhi janjinya padaku, untuk selalu menanggung semua hal bersama-sama.


Cladia berkata dalam hati dan memutuskan untuk tidak lagi bertanya pada Ornado tentang hal itu.


“Dave, sepertinya kamu harus mulai menyelidiki orang-orang berpengaruh yang ada di perusahaanmu. Dari apa yang terjadi, mungkin seseorang sudah memanfaatkan posisinya sebagai orang dengan kedudukan cukup tinggi di Grup Shaw untuk membantu seseorang melakukan tindakan kriminal.” Ornado sengaja mengatakan hal seperti itu agar Dave lebih berhati-hati dan dia yang paling tahu siapa orang yang menjadi pengkhianat diantara orang-orang yang dipercayanya.


“Iya Ad, aku juga merasa penasaran dengan kasus hacker ini. Aku tidak akan begitu saja melepaskan orang yang sudah bertanggung jawab atas kekacauan ini.” Dave berkata sambil mengingat bagaimana Bryan beberapa waktu lalu, setelah kejadian tentang hacker itu sempat bercerita pada Dave ada beberapa aliran dana mencurigakan yang sudah dilakukan oleh seseorang yang mereka kenal dengan cukup baik.


Bahkan dia merupakan salah satu orang yang sudah cukup lama bekerja bersama dengan mereka di Grup Shaw, lebih dari 20 tahun yang lalu.


Tapi, dia hanyalah seorang pegawai yang tidak memiliki hubungan keluarga atau apapun dengan Grup Shaw, sehingga pasti ada seseorang yang berdiri di belakangnya, menjadikan dia hanya sebuah boneka, sedang pelaku aslinya, bersembunyi dalam bayang-bayang orang itu.


Dave berkata dalam hati sambil mulai menyusun rencana apa yang akan dia lakukan setelah ini bersama Bryan, untuk segera memulai penyelidikan secara menyeluruh terhadap apa yang terjadi di dalam Grup Shaw, yang belum mereka ketahui.


# # # # # # # #


“Elenora, ayo ke kantin… sudah waktunya makan siang.” Audrey berbisik pelan, setelah dilihatnya Dodi juga belum beranjak dari duduknya, seolah menunggu kesempatan untuk mengajak makan siang Elenora bersamanya.


“Eh, iya, tunggu aku sebentar ya.” Elenora berkata sambil tersenyum.


Beberapa waktu ini, Elenora mulai terbiasa makan berdua dengan Audrey tanpa ditemani oleh yang lain, yang tanpa diketahui oleh Elenora, itu adalah perintah dari James pada Audrey.


Aduh pak James, sepertinya anda benar-benar menyukai Elenora ya? Sehingga tidak rela jika sampai Elenora makan siang bersama laki-laki lain.


Audrey berkata dalam hati sambil melihat ke arah Elenora yang baru saja merapikan berkas-berkas di mejanya, sebelum pergi meninggalkan ruang kerjanya.


Sebuah kebiasaaan yang seringkali dilakukan oleh Elenora, sebelum dia meninggalkan mejanya, meskipun jam kerja belum selesai, masih jam istirahat dan dia akan kembali bekerja setelah jam istirahat selesai.