
Carina dan suaminya saling berpandangan sambil menghela nafas mereka, karena tidak menyangka bahwa Serafina bisa bertindak sekeji itu pada adik kandungnya sendiri, membuat Carina selanjutnya melirik ke arah Elenora dengan tatapan mata kasihan.
Sedang Elenora, memilih untuk menunduk dan menyembunyikan airmatanya yang sudah mulai jatuh.
Elenora tidak lagi bisa menahan airmatanya, karena perasaannya yang saat ini bercampur aduk menjadi satu.
Takut, malu, kecewa, khawatir, sedih, tidak percaya diri, semuanya bercampur aduk menjadi satu.
Tapi begitu menyadari bahwa sekarang dia memiliki James yang akan selalu berdiri di sampingnya, membuat Elenora menarik nafas panjang, memaksa dirinya sendiri untuk menenangkan diri dan menghentikan tangisnya.
"Aku sudah mengatakan kebenarannya. Dan saat ini, aku meminta untuk kalian memberikan kepercayaan kepadaku sepenuhnya untuk meminta pertanggungjawaban dari Serafina. Aku tidak terima bahwa orang yang aku cintai harus mengalami hal mengerikan seperti itu, dan selama bertahun-tahun, peristiwa itu membuat adanya kesalahpahaman antara kami berdua." James berkata dengan mata menatap tajam ke arah kedua orangtua Elenora.
"James... tidak bisakah, kamu memberi kesempatan kepada Serafina? Mungkin sekarang dia sudah berubah?" Dengan suara ragu, mama Elenora berkata pelan dengan nada memohon kepada James.
Meskipun dia tahu bahwa yang dilakukan oleh Serafina sungguh tidak dapat dengan mudah dimaafkan, tapi sebagai seorang ibu, mama Elenora mencoba mencari jalan keluar yang terbaik, yang sebisa mungkin tidak membuat Serafina tidak terlalu menderita karena hukuman dari James yang tidak bisa ditebaknya hukuman yang seperti apa itu.
"Kalau ada yang mengatakan mungkin Serafina sudah berubah, berarti orang itu benar-benar tidak mengenal siapa Serafina dengan baik." James berkata dengan nada tidak perduli, karena ingat dengan jelas bagaimana sikap Serafina kepada Elenora ketika berlibur di Bali.
"Tapi supaya kalian semua tahu siapa sebenarnya Serafina, aku akan memberikan satu kesempatan. Dimana Serafina sekarang? Kapan dia datang ke rumah ini?" James bertanya sambil kembali memandang ke arah mama Elenora.
"Dia ada sesi pemotretan hari ini. Besok pagi dia berencana untuk pulang ke rumah, karena hari ini dia tidak bisa datang." Dengan nada suara yang terdengar ragu, mama Elenora menjawab pertanyaan James.
Melihat bagaimana mata James menatap tajam dengan wajah tidak bersahabat, mama Elenora tahu kalau kemarahan James belum mereda sejak mengetahui siapa yang sudah memberikan perintah pada para preman itu untuk menyerang Elenora.
"Oke, kalau begitu, tidak ada seorangpun yang ada di ruangan ini yang boleh memberikan info tentang apa yang sudah kita bicarakan malam ini kepada Serafina, termasuk pernikahanku dengan Elenora. Besok kalian bisa melihat sendiri seperti apa Serafina sebenarnya. Aku sendiri yang akan menjadi orang yang pertama menemui Serafina dan membuktikan bahwa dia belum pantas mendapatkan maaf dariku dan Elenora." Ornado langsung menaikkan salah satu ujung bibirnya dengan wajah puas begitu mendengar kata-kata James yang terdengar tegas dan berwibawa, membuat yang lain tidak ada yang berani untuk mengeluarkan pendapat mereka.
"Jika terbukti memang selama beberapa waktu ini, Serafina masih seperti Serafina yang dulu, yang tidak tahu bagaimana harusnya menyayangi keluarganya, tidak segan-segan aku akan membuatnya membayar semua yang pernah dia lakukan pada Elenora!" James kembali mengucapkan kata-katanya, tanpa senyum, tanpa mengubah intonasi suaranya.
Papa Elenora langsung mengangguk setuju, karena berpikir jika dia sendiri yang memberikan hukuman, mungkin dia akan bersikap tidak adil, apalagi James sekarang adalah suami dari Elenora yang lebih berhak menentukan tentang apa yang terjadi pada Elenora, termasuk meminta pertanggungjawaban orang yang sudah berani menyakiti Elenora.
Sedang mama Elenora, akhirnya mau tidak mau dengan berat hati menganggukkan kepalanya setelah melihat sikap yang diambil suaminya.
Untuk saat ini, yang bisa dilakukan oleh mama Elenora adalah berharap bahwa saat James mengatakan akan memberi Serafina kesempatan, Serafina benar-benar bisa menunjukkan sikap baiknya, yang membuktikan bahwa dia memang sudah berubah.
Sedikit banyak, mama Elenora memiliki kekhawatiran yang besar tentang Serafina, yang diingatnya terakhir mereka bertemu, sempat terjadi sedikit pertengkaran antara dia dan suaminya, dengan Serafina karena putri sulungnya itu ingin menggantikan posisi Elenora sebagai orang yang dijodohkan dengan James.
# # # # # # #
“Karena semuanya sudah diputuskan, aku dan istriku, beserta papa akan pulang. Semoga besok semuanya berjalan dengan baik dan damai.” Setelah semua rencana untuk besok disusun dan diputuskan, Ornado berkata sambil bangkit dari duduknya, dan mengulurkan tangannya ke arah Cladia untuk mengajaknya kembali ke mansion keluarganya yang letaknya tidak jauh dari tempat kediaman keluarga Elenora.
Tindakan Ornado langsung diikuti oleh Carina, Afro dan juga papa James beserta Alberto, yang memang ingin segera pulang ke mansion mereka.
Mereka semua juga sudah merasa cukup lelah setelah pembicaraan panjang yang terjadi malam ini, apalagi, mereka juga bersiap menghadapi hari esok, dimana nasib Serfina akan ditetapkan setelah James menjalankan rencananya besok.
“Terimakasih untuk kedatanganmu Ad. Kami sungguh merasa sangat terhormat. Terimakasih juga karena kamu sudah bersusah payah membantu keluarga kami menyelesaikan masalah kesalahpahaman antara James dan Elenora.” Papa Elenora segera mengucapkan terimakasihnya kepada Ornado yang langsung menganggukkan kepalanya pelan.
“Senang bisa membantu. Aku harap ke depannya hubungan mereka berdua bisa normal seperti hubungan suami istri pada umumnya.” Ornado berkata sambil mengedipkan matanya ke arah James dan mendekat ke arahnya.
“Selamat malam James, nikmati malam panjang ini bersama Elenora. Nikmati indahnya berbagi cisnta kalian berdua malam ini. Jika mengalami kesulitan, kamu bisa mengirimkan pesan dengan kode SOS padaku. Aku pasti akan segera membantumu memikirkan jalan keluarnya, atau mungkin jalan masuknya.” Sambil menahan tawanya, Ornado berbisik sepelan mungkin agar tidak ada orang lain yang mendengar bagaimana saat ini Ornado sudah berhasil menggoda James sampai dia harus menelan ludahnya dengan susah payah dan tidak berani menjawab ucapan Ornado barusan di depan banyak orang.
(SOS adalah nama untuk tanda bahaya kode Morse internasional. Tanda ini pertama kali digunakan oleh pemerintah Jerman pada 1 April 1905, dan menjadi standar di seluruh dunia sejak 3 November 1906. Dalam kode morse, SOS disimbolkan dengan tiga titik, tiga garis dan tiga titik atau bila dituliskan menjadi (...---...). Tiga titik mewakili huruf S dan tiga garis mewakili huruf O).
Mau tidak mau, perkataan Ornado barusan, membuat James membayangkan sesuatu yang membuat tubuhnya merasakan udara gerah di sekelilingnya secara tiba-tiba datang menyerangnya.