My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
MENGHUBUNGI JEREMY



Jika memang mereka berdua sengaja dibunuh oleh seseorang, Ornado merasa begitu penasaran dengan oknum atau siapa yang menjadi dalang di balik kejadian itu, Yang bagi Ornado terlihat sangat aneh, karena orang-orang yang seharusnya memiliki dendam pada Edo, adalah keluarga Dina ataupun Cladia.


Karena tindakan kedua pria yang bagi Ornado sungguh kurangajar itu, berhubungan langsung dengan keluarga Dina dan Cladia.


Atau mereka berdua pernah melakukan hal buruk pada orang lain selain Dina dan amore mio? Tapi siapa? Rasanya aku sudah menyelidiki latar belakang mereka dan tidak ada korban lain yang tertinggal. Semua sudah aku selesaikan waktu itu.


Ornado berkata dalam hati sambil mengernyitkan dahinya.


“Pak Ornado, saya baru mendapat info bahwa Edi, saudara kembar Edo juga meninggal di sel penjaranya. Tapi untuk penyebab pasti kematiannya, masih menunggu hasil autopsi.” Ornado langsung menganggukkan kepalanya begitu mendengar penjelasan Alex.


“Terus pantau kabar terbaru tentang Edo dan Edi. Perketat penjagaan di sekitar ibu Cladia, terutama saat berada di kantor Sanjaya. Selidiki juga kemungkinan dia sengaja diracun oleh seseorang. Cek semua orang yang mencurigakan yang ditemui mereka dalam waktu 24 jam ini.”


“Baik Pak.” Alex segera mengiyakan perintah dari Ornado.


“Untuk masalah hari ini, jangan memberitahukan kepada yang lain agar tidak mengganggu suasana berlibur kita. Sepulangnya kita dari sini, kita akan membereskan semua masalah ini, termasuk hacker yang berusaha menyelundup masuk ke sistem data kita.”


“Baik Pak!” Dengan sikap tegap dan suara tegas, Alex langsung menjawab perintah selanjutnya dari Ornado.


“Kamu bisa kembali ke tempatmu bertugas.” Ornado berkata, dan tanpa menunggu jawabah dari Alex, Ornado langsung pergi menjauh dari Alex sambil membuka layar handphonenya sendiri, mencari nama Jeremy untuk melakukan panggilan pada kakak kandung Cladia tersebut.


“Hallo Ad, tumben sekali menelponku di tengah-tengah waktu berliburmu? Apa Cladia melakukan sesuatu yang nakal padamu, dan mau kamu laporkan ke aku?” Sambutan perkataan yang cukup panjang dari Jeremy membuat Ornado tersenyum geli.


“Kalau Cladia berani melakukan itu padaku, biar aku sendiri saja yang menghukumnya, karena dia sepenuhnya sudah menjadi tanggungjawabku sejak aku dan dia menikah.” Jeremy langsung tergelak begitu mendengar jawaban dari Ornado.


“Aku jamin jika itu kamu, seumur hidupnya Cladia tidak akan pernah mendapatkan hukuman, karena hakimnya adalah hakim yang paling patuh pada Cladia. Yang didapatkan Cladia bukan hukuman, tapi kemesraan.”


“Hist! Lagian siapa yang sedang kamu bicarakan? Amore mio wanita yang bahkan tidak pernah rewel, tidak banyak bicara, darimana dia bisa melakukan kesalahan? Kalaupun iya, jika dia melakukan kesalahan, aku sendiri yang akan membereskan dan menebus kesalahan untuknya. Aku yang akan menggantikannya.” Jeremy tersenyum puas mendengar jawaban Ornado yang masih terlihat begitu mencintai Cladia, dan tidak berubah sedikitpun sejak dulu.


“Kesalahan terbesarnya adalah mencuri. Dia sudah berani mencuri hati seorang Ornado Xanderson.” Jeremy berkata dengan tawa nyaring menyertai olok-oloknya pada Ornado.


“Eh, Ad, kenapa di sela-sela waktu romantismu bersama Cladia kamu menghubungiku? Apa ada sesuatu yang penting?” Setelah Jeremy puas tertawa, dia segera kembali serius berbicara dengan Ornado yang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat bagaimana Jeremy yang merupakan sahabat dekatnya itu seringkali menggodanya jika itu berkaitan dengan Cladia.


Perkataan Ornado sukses mmebuat Jeremy teringat tentang pesan-pesan tidak bertuan untuknya, dan juga hasil sementara penyelidikan dari detektif yang dia sewa, yang menunjukkan bahwa kecelakaan kedua orang tua mereka, bisa jadi memagn sudah direncanakan oleh seseorang dengan sengaja.


“Apa maksudmu Ad?” Suara Jeremy langsung berubah begitu serius sekaligus menunjukkan rasa khawatir, membuat Ornado mengernyitkan dahinya.


Kenapa dengan suara Jeremy? Apa ada hal lain yang aku tidak tahu yang sudah diketahui oleh Jeremy?


Ornado berkata dalam hati sambil menghembujskan nafasnya melalui bibirnya dengan sedikit kasar.


“Edo dan juga Edi, mereka berdua ditemukan meninggal hari ini di sel penjara mereka.” Ornado berkata sambil melirik ke arah istrinya yang tampak sedang berbincang santai dengan Laurel dan yang lain, sehingga Ornado tidak perlu khawatir Cladia curiga karena dia cukup lama pergi meninggalkan yang lain.


“Hah? Mati? Mereka berdua? Ad… ini benar-benar….”


“Aku tahu, aku curiga ada yang tidak beres. Karena itu aku segera menghubungimu, supaya kamu juga berhati-hati. Aku belum tahu apa yang terjadi sebenarnya, karena autopsi terhadap mereka berdua masih tetap berjalan. Hanya saja, untuk berjaga-jaga, ada baiknya kamu dan Niela lebih ekstra berhati-hati mulai sekarang. Tingkatkan pengamanan baik di rumah maupun perusahaan.” Ornado berusaha mengutarakan pemikirannya.


“Tentu Ad, tapi menurut pendapatmu sendiri, apa mungkin mereka memang dibunuh? Atau mungkin bunuh diri?”


“Tidak mungkin mereka bunuh diri. Mereka tidak bisa terhubung satu sama lain, karena berada di okasi penjara yang berbeda. Dan sepertinya jika Edo ingin mengakhiri hidupnya, harusnya sudah sejak lama dia melakukan itu. Bukan sekarang setelah lewat bertahun-tahun kemudian.” Ornado menghentikan bicaranya sebentar.


“Yang paling masuk akal bagiku sekarang adalah… mereka sengaja dibunuh oleh seseorang, sekalipun aku belum bisa menebak motif apa yang dimiliki orang tersebut sehingga menghabisi kedua orang itu, meskipun mereka sudah dipenjara untuk menebus kejahatan yang sudah mereka lakukan.” Ornado melanjutkan kembali kata-katanya.


Dan perkataan Ornado membuat pikiran Jeremy menjadi bimbang, untuk memutuskan, apakah sekarang waktu yang tepat untuk memberikan info pada Ornado tentang hasil penyelidikan detektif yang dia sewa atau harus menunggu hingga Ornado kembali dari berliburnya bersama Cladia.


Bagaimanapun, bagi Jeremy rasanya tidak enak jika dia harus memberikan berita tidak enak yang akhirnya mengganggu liburan mereka berdua. Momen yang jarang bisa mereka dapatkan karena mereka sama-sama sibuk, dan juga kondisi Cladia sebelumnya yang tidak mendukung untuk dia berada di keramaian terlalu sering.