
“Apa kamu mau membuatku terus berdiri di depan kamarmu seperti orang bodoh?” Suara bentakan dari Serafina yang terdengar begitu tidak sabar menunggu kedatangan Elenora, membuat gadis itu dengan wajah tegang berjalan ke arah kamarnya, tanpa menoleh lagi ke belakang, ke arah James.
“Maaf Kak, aku akan segera ke sana. Aku sudah sampai di resort. Sebentar lagi aku sampai di kamar.” Elenora segera menjawab pertanyaan Serafina.
Karena begitu seriusnya Elenora menerima panggilan telepon dari Serafina, bahkan membuatnya tidak memperhatikan jalan, sehingga hampir saja menabrak sosok Alex yang sedang berjalan ke arah lobi resort, untuk menemui Ornado yang mobilnya sudah mulai memasuki wilayah Bvlgary Resort Bali bersama rombongan Alvero dan keluarganya.
“Maar Lex….” Dengan buru-buru Elenora meminta maaf, dan tanpa menunggu jawaban dari Alex yang langsung melempar senyumnya begitu bertemu Elenora.
"Eh, Elenora...." Tanpa menoleh dan menjawab panggilan Alex, seolah telinganya tuli, Elenora langsung berlalu pergi, menjauh dari Alex.
Hah, apa yang sedang terjadi pada Elenora? Kenapa dia terlihat cemas dan terburu-buru seperti itu?
Alex berkata dalam hati sambil matanya menatap ke arah Elenora yang semakin mejauh, dan sosoknya menghilang dari pandangan mata Alex begitu Elenora dengan cepat berbelok ke arah Utara, menuju arah kamarnya.
Tindakan Elenora meninggalkan wajah yang dipenuhi oleh tanda tanya pada Alex.
Jika saja sekarang tidak dalam kondisi darurat, Alex pasti akan mengejar Elenora dan menanyakan apa yang terjadi pada gadis itu, kenapa terlihat begitu terburu-buru dengan wajah terlihat begitu cemas.
Tapi masalah usaha seseorang untuk meretas data anak perusahaan Bumi Asia, bagi Alex saat ini menjadi prioritas utamanya, sebagai bentuk tanggung jawab pekerjaannya.
Setelah bertemu Alex, dengan langkah terburu-buru, Elenora bergerak menuju ke kamarnya untuk bisa segera menemui Serafina, agar kakak kandungnya itu tidak semakin marah padanya.
Begitu dari jauh Elenora melihat sosok Serafina dengan penampilan modisnya yang membuatnya terlihat cantik, Elenora sedikit menarik nafas lega.
Beberapa saat kemudian, Elenora mencoba menahan nafasnya, lalu mengatur kembali nafasnya yang sedikit memburu karena berlarian dengan hati merasa cemas karena kehadiran sosok Serafina yang memang memaksanya untuk ikut berlibur bersamanya.
"Apa kabar Kak Serafina?" Sapaan lembut dari Elenora kepada Serafina membuat Serafina yang sedang menyandarkan tubuhnya di dinding kamar Elenora langsung menoleh, dengan mata menatap tajam ke arah Elenora yang mengenakan pakaian santai, namun modis dan membuatnya terlihat cantik dan sekaligus menarik.
Belum lagi jepit indah yang bertengger di rambutnya, membuat wajah Elenora yang memakan kacamata tebal tidak bisa menyembunyikan kecantikannya seratus persen.
"Wah... adikku sekarang sudah pintar ya bergaya? Apa kamu sedang berusaha untuk menarik perhatian para pria?" Serafina berkata sambil menjauhkan punggungnya dari dinding dan berjalan ke arah Elenora dengan tatapan tajam.
"Ti... tidak Kak. Aku... tidak bermaksud seperti itu. Bahkan memikirkan hal itu saja... aku tidak pernah." Elenora lagnsung menjawab pertanyaan Serafina meskipun dengan suara terdengar terbata-bata.
Darimana gadis kampungan ini mendapatkan keberanian untuk tampil seperti itu? Walaupun sangat menyebalkan, aku harus mengakui bahwa pakaian yang dikenakannya sungguhbpas di tubuhnya, seperti dipilih oleh seseorang yang benar-benar mengerti fashion.
Serafina berkata dalam hati sambil mengamati dengan detail sosok Elenora yang tampil jauh berbeda dari Elenora yang dia tahu, selalu mengikuti perintahnya untuk selalu berdandan dengan kesan culun dan kampungan.
"Lalu, sejak kapan kamu berani berdandan seperti ini? Apa karena kamu sekarang tinggal di Indonesia? Jauh dari keluarga kita?" Dengan suara sinis, Serafina terus mencerca Elenora dengan berbagai pertanyaannya.
"Bu... bukan begitu Kak, ini karena Cladia...."
"Ist! Banyak alasan! Jangan memakai nama orang lain untuk mengelak!" Serafina berkata sambil melipat kedua tangannya di depan perutnya.
Model cantik itu menatap Elenora seperti seorang polisi sedang menyelidik ke arah seorang penjahat.
Dengan tatapannya, Serafina mengamati sosok Elenora mulai dari ujung kepala sampai ujung kakinya.
Melihat semua barang-barang branded yang dikenakan oleh Elenora, mulai dari pakaian, celana panjang, sandal, dan juga jepit rambut, Serafina terlihat mendengus kesal.
(Branded berasal dari kata "brand" yang sebenarnya jika diartikan dalam 1 kata adalah karakter. Namun dalam hal ini, brand digunakan sebagai pengganti kata merek, sehingga kata branded bisa diartikan bermerek. Dalam kata tas branded atau pakaian branded, artinya tas atau pakaian bermerek.
Produk branded sendiri adalah produk yang ditujukan bagi orang-orang yang berada di kalangan kelas menengah hingga orang kelas keatas. Memiliki rasa bangga yang sangat luar biasa ketika sudah memiliki koleksi barang branded).
Bahkan sandal yang sedang dikenakan oleh Elenora sekarang Serafina tahu itu merupakan sandal keluaran terbaru dari salah satu merek terkenal di dunia, dan merupakan limited edition.
(Barang limited edition artinya barang yang diproduksi dalam jumlah kecil. Dan hal ini berarti bahwa hanya segelintir orang saja yang memiliki barang tersebut. Makin lama, harga barang limited edition akan makin mahal. Barangnya yang langka akan membuat nilai jualnya menjadi tinggi. Produk limited edition biasanya hanya diproduksi dalam kuantitas yang terbatas, yang begitu sudah habis terjual tidak akan diproduksi lagi. Untuk sebagian orang, barang limited edition bisa jadi hal yang menarik untuk dikoleksi. Gak heran sih, karena limited edition memang memiliki sentuhan yang unik dari barang lain pada umumnya dan hanya diproduksi dalam jumlah terbatas pada masa tertentu. Jadi bisa dibilang ini barang yang langka).
Darimana gadis culun ini bisa mendapatkan barang-barang sebagus itu? Apa James yang sudah memberikannya? Apa James sudah menerima rencana perjodohan mereka berdua? Sial! Apa aku sudah terlambat sekarang? Papa dan Mama sungguh keterlaluan menyebalkan, memberikan kesempatan kepada Elenora, tapi tidak padaku. Dibandingkan dengan Elenora, status nyonya Xanderson harusnya lebih pantas untukku!
Serafina menggerutu dalam hati dengan tatapan mata yang begitu menginginkan semua yang sedang dikenakan oleh Elenora saat ini.
Selagi hubungan mereka belum terlalu dalam, aku harus segera merebut James dari Elenora. Tidak masalah kalah langkah, tapi kemenangan di garis finish harus jadi milikku.
Serafina kembali berkata dalam hati sambil melangkah untuk semakin mendekati Elenora yang masih berdiri dengan diam di posisinya.
"Semua barang bagus ini... darimana kamu mendapatkannya? Apa kamu mencurinya? Aku tidak yakin papa dan mama mau memberikan uang padamu, hanya untuk kamu belikan barang-barang mewah seperti ini. Kalau kamu bilang dari uangmu sendiri, aku tidak percaya dengan pekerjaanmu yang sekarang kamu punya cukup banyak uang untuk membeli barang-barang mahal itu." Setelah mengucapkan kata-katanya, sebuah dengusan terdengar dari hidung Serafina yang merasa kesal, melihat bagaimana menariknya Elenora dengan dandanan barunya saat ini.
Bahkan Serafina tahu dari foto-foto di media sosial yang diupload oleh Amadea sejak kemarin malam, bahwa bukan hanya hari ini, tapi dari kemarin Elenora sudah tampil modis dengan pakaian bagus yang dikenakannya.
Selain kesal dia juga merasa begitu iri, melihat dari kepala sampai kaki Elenora mengenakan semua barang yang terlihat berkelas, tidak kalah darinya yang memang merupakan seorang model.