
Begitu melihat Dave yang menjauh darinya dengan wajah memerah dan juga salah satu tangannya memegang dadanya sambil menghembuskan nafasnya lewat sela-sela bibirnya dengan tubuh yang sedikit membungkuk, Laurel langsung tersenyum penuh kemenangan karena berhasil menggoda suaminya sedemikian rupa.
"Mo cuisle...." Dave berkata sambil menegakkan tubuhnya kembali.
"Tuan Shaw, keras kepala yang kamu maksudkan mungkin itu artinya memiliki prinsip yang teguh. Terlalu aktif? Itu artinya mampu berpikir cepat. Lincah? Artinya banyak akal. Dan ingin selalu ikut kemanapun kamu pergi, itu artinya...." Laurel berkata sambil terus berjalan ke arah Dave.
"Karena aku sangat mencintaimu Dave. Aku ingin menghadapi semua masalah berdua denganmu, saling bergandengan tangan..." Tanpa diduga oleh Dave, Laurel berbisik pelan sambil melingkarkan kedua lengannya pada leher Dave.
Setelah selesai mengucapkan kata-katanya, Laurel langsung mengecup bibir Dave yang langsung disambut oleh Dave, diikuti dengan kedua tangannya yang langsung melingkar di tubuh Laurel dan memeluknya dengan erat.
Baru saja Dave berniat meningkatkan ciuman mereka menjadi sebuah ciuman panas penuh dengan gairah, Laurel justru menjauhkan wajah dan tubuhnya dari Dave yang hampir saja melupakan tentang operasi yang harus ditanganinya sebentar lagi.
"Sudah waktunya kamu mempersiapkan diri di ruang operasi. Dan aku harus kembali menangani pasien-pasienku di klinik penyakit dalam, sebelum bersiap untuk menemanimu terbang ke Irlandia hari ini." Dengan sikap santai, tidak perduli pada wajah Dave yang merah padam karena menahan hasrat dan gairahnya yang terlanjut bangun, Laurel berkata sambil berjalan keluar dari ruangan Dave yang langsung terlihat frustasi karena harus berhenti di saat dia baru saja begitu menginginkan Laurel.
"Mo cuisle... kamu benar-benar paling pandai membuat diriku tidak berkutik menghadapimu." Dave bergumam pelan dengan tangannya buru-buru meraih botol berisi air mineral yang masih tersegel.
Dengan gerakan cepat Dave membuka tutup botol air mineral itu dan segera meneguknya hingga tandas tak bersisa.
"Hah, sekarang aku aku harus segera mencari udara segar untuk sedikit menenangkan diri, sebelum masuk ke ruang operasi." Dave berkata sambil tersenyum, dengan jari tangan kanannya mengelus bekas ciuman Laurel di bibirnya.
I love you mo couisle. The happiest I've ever felt was that moment I discovered you loved me too. You make me happy in way no one else can.
(Aku mencintaimu detak jantungku. Hal yang paling bahagia yang pernah aku rasakan adalah saat aku menemukan kamu mencintaiku juga. Kamu membuat aku bahagia dengan cara yang tidak bisa dilakukan orang lain).
Dave berkata dalam hati dengan rasa bahagia yang membuncah di hatinya karena keberadaan Laurel yang sekarang selalu ada di sampingnya, menjalani setiap musim kehidupan bersamanya.
# # # # # # #
"Ini jelas perbuatan hacker Tuan Ornado. Hal ini dilakukan lebih dari satu oang, dan mereka melakukannya secara bersamaan. Kami sedang berusaha untuk menghalangi hacker tersebut untuk merusak dan mencuri data dari server kita. Untuk sementara kita harus menutup akses komputer kita dan melakukan proteksi di semua komputer cabang yang sedang mengalami masalah." Salah datu dari tim IT yang merupakan ketuanya berkata sambil tangannya sibuk mengetik di keyboard komputer.
"Tapi kita mengalami kendala Tuan. Untuk dapat menghentikan hacker mengambil alih data yang kita punya, kita harus segera melakukan blocking. Dan blocking terbaik harus dilakukan di setiap cabang kita yang ada. Hanya saja, tidak semua tim IT kita di cabang memiliki kemampuan itu. Jika kami yang ada di sini harus menghandle satu persatu cabang, server kita di pusat justru tidak akan terhandle. Dan itu akan sangat berbahaya." Penjelasan ketua tim IT membuat Ornado langsung melirik ke arah Elenora.
Ornado ingat betul saat ada hacker yang berusaha menembus sistem keamanan data di kantor Bumi Asia dan salah satu cabang perusahaannya di kota lain.
Saat itu, Elenora melakukan blocking sementara melalui jarak jauh karena mereka ada di Bali, tapi setelah dia memperbaiki sistem keamanan komputer yang ada di server, kantor pusat Bumi Asia, sampai sekarang, tidak ada satupun hacker yang berhasil menembus sistem keamanan yang dibuat oleh Elenora waktu itu.
Mata Elenora yang fokus ke arah layar dengan pupil matanya yang bergerak kesana kemari mengamati layar itu, membuat Ornado yakin Elenora memiliki sesuatu yang sedang dia pikirkan terkait dengan masalah hacker ini.
"Elenora, apa kamu ada ide tentang kejadian ini?" Elenora langsung mengalihkan pandangan matanya dari layar komputer, ke arah wajah Ornado begitu mendengar pertanyaan dari Ornado.
"Menurutku, kalau kita harus melakukan blocking satu persatu, akan memakan waktu lama. Dan seperti yang dikatakan tadi, server utama justru akan berbahaya."
"Lalu apa jalan terbaik yang bisa kita lakukan sekarang Elenora?" Pertanyaan Ornado membuat Elenora melirik ke arah Cladia.
"Apa kalian memiliki backup data milik cabang di server kalian ini?"
"Punya. Setiap jam sekali pasti ada proses bakcup data secara otomatis." James langsung menjawab pertanyaan istrinya dengan cepat.
(Dalam teknologi informasi, backup adalah proses membuat data cadangan dengan cara menyalin atau membuat arsip data komputer sehingga data tersebut dapat digunakan kembali apabila terjadi kerusakan atau kehilangan. fungsi utama backup adalah membuat cadangan dari data-data yang rusak, hilang atau tidak dapat diakses kembali. Penyebabnya, bisa karena kesalahan pengguna sendiri ataupun faktor lain, seperti perangkat rusak, serangan virus atau malware, data yang corrupt, bencana alam dan sebagainya).
Elenora terlihat menarik nafas lega begitu mendengar jawaban dari James. Dan dari wajah Elenora, terlihat jelas bahwa dia tahu apa yang harus dilakukannya sekarang.