
“Bukannya begitu my Al, kamu tahu sendiri kan aku begitu menyukai pantai. Apalagi pantai selalu mengingatkanku tentang kenanganku bersama dengan seorang pangeran kecil tampan yang sempat aku selamatkan waktu itu.” Deanda berkata sambil tersenyum manis kea rah suaminya, dengan mengedipkan sebelah matanya.
“Ternyata sejak kecil pikiranmu sungguh mesum.” Alvero berkata sambil tersenyum miring, membuat Deanda mencibirkan bibirnya.
“Apa maksud perkataanmu? Apa menurutmu salah kalau ketampananmu sudah membuatku begitu terpesona sejak kamu masih kecil? Lagipula, selama hidupku, hanya kamu laki-laki yang membuatku begitu mengagumimu tanpa batas.” Dengan tidak mau kalah, Deanda menyanggah perkataan Alvero yang mengerucutkan bibirnya karena kata-kata Deanda.
“Ist… mana ada orang terlihat tampan padahal penuh dengan lumpur waktu itu. Belum lagi seluruh tubuhku yang penuh luka gores waktu itu.” Alvero langsung memprotes kata-kata Deanda yang mengingatkannya tentang bagaimana dia diculik oleh Eliana dan hampir dibunuh, namun diselamatkan oleh gadis kecil yang sekarang sudah menjadi miliknya itu.
Bagaimanapun, setelah Alvero tahu tentang siapa gadis kecil yang sudah menjadi malaikat penolongnya itu, kadang ada rasa malu dalam hati Alvero, karena pernah tampil di depan Deanda dalam kondisi yang mengenaskan dan menyedihkan seperti waktu itu.
“Meskipun saat itu aku tidak tahu bahwa anak kecil itu adalah tokoh yang begitu aku idolakan, tapi aku serius my Al. Dalam keadaan apapun, bagiku…. suamiku ini adalah laki-laki yang selalu terlihat tampan bagiku. Yang selalu membuatku terpesona dan terkagum-kagum, bagaimanapun keadaannya.” Mendengar pujian dari Deanda, Alvero hanya bisa menggigit bibir bawahnya dengan tatapan matanya yang menatap dengan penuh rasa cinta ke arah istrinya.
“My sweety, my sweethearth…. I love you so much… My most beautiful angel.” Alvero berbisik pelan di telinga Deanda, karena saat ini hanya itu yang bisa dia lakukan pada istrinya, untuk menunjukkan rasa cintanya, karena untuk melakukan lebih dari itu… Alvero tentu saja sangat ingin sekali, bahkan kapanpun dan dimanapun, asal ada Denada di dekatnya, rasanya sangat sulit baginya untuk bisa menahan hasratnya.
Akan tetapi Alvero tahu itu tidak untuk sekarang, karena saat ini bukan tempat dan waktu yang tepat untuk itu, meskipun saat ini dadanya berdetak dengan keras, dan otot-otot tubuhnya menegang, begitu menginginkan Deanda, suatu hal yang begitu sulit ditahannya sejak dia menikahi wanita cantik yang sedang duduk di sampingnya saat ini.
Cladia yang duduk tidak jauh dari posisi Alvero dan Deanda, sedikit memicingkan matanya.
Karena begitu helikopter mendarat, Ornado langsung mengajak Cladia berjalan ke arah tebing, dimana ternyata di sana terdapat sebuah piano.
“Al….?” Dengan wajah bertanya-tanya, Cladia memanggil nama Ornado sambil melihat ke arah piano bewarna putih yang terlihat indah sekaligus mewah yang ada di pinggiran tebing itu, membuat Cladia bertanya-tanya kenapa ada piano mewah di sana.
“Ikutlah denganku amore mio. Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu.” Sambil mengucapkan kata-katanya, Ornado meraih pinggang Cladia dan melingkarkan lengannya di sana sambil mengajak Cladia mendekati tebing.
Begitu sampai di tebing itu, Cladia bisa melihat suasana tenang sekaligus indah dari pantai Kelingking, yang memang terlihat jelas dari atas tebing dimana sekarang mereka sedang berada.
“Wah…. Indah sekali Al. Terimakasih sudah mengajakku ke tempat menakjubkan seperti ini.” Cladia berkata dengan kedua tangannya terkatup di depan bibirnya, dengan mata terlihat menatap kagum keindahan yang disodorkan oleh pantai Kelingking itu.
“Apa kamu menyukainya amore mio?” Ornado berbisik pelan dan lembut ke telinga Cladia yang langsung menganggukkan kepalanya.
Ornado sedikit menggerakkan tubuhnya ke belakang Cladia, dan memeluk erat tubuh Cladia dari belakang, membuat Cladia tersenyum sambil mengelus-elus lengan Ornado yang sedang melingkar di pinggang dan perutnya, dengan tangan kanannya mengelus-elus perut Cladia yang jika disentuh sudah menunjukkan tanda-tanda membuncit, meski jika dilihat tubuh Cladia dari jauh, sekilas, Cladia memang belum menunjukkan tanda-tanda kehamilannya.
Apalagi kebiasaan Cladia yang tidak suka mengenakan pakaian yang terlalu ketat, membuat bentuk perutnya yang sudah menonjol jadi tersembunyi.
“Aku harap Bee juga menyukainya.” Ornado berkata sambil melirik ke arah perut Cladia sebentar, sebelum kemudian tanpa perduli dengan kondisi sekitarnya, langsung mengecup sekilas pipi Cladia yang langsung tersentak kaget dengan wajah memerahnya.
“Al, jangan seperti itu, malu dilihat orang….” Cladia langsung memprotes tindakan Ornado barusan dengan suara terdengar gugup, dengan wajah yang terlihat tidak tenang dan pipi memerah, yang hanya ditanggapi dengan sebuah senyuman geli oleh Ornado.
“Kenapa amore mio? Di sini semuanya adalah orang-orang yang kita kenal karena tempat ini sengaja ditutup untuk umum khusus hari ini. Dan lagipula, coba kamu lihat yang lain. Bahkan Laurel dan Dave sudah seperti amplop dan perangko yang susah dilepaskan.” Perkataan Ornado sukses membuat Cladia memandang ke sekelilingnya, dan yang dikatakan oleh Ornado memang benar.
Semua yang sudah memiliki pasangan, Alvero dan Deanda, Dave dan Laurel, bahkan Vincent dan Larena, saling berpelukan sambil menikmati keindahan pantai kelingking yang diakui dunia merupakan salah satu pantai yang sangat istragramable.
(Instagramable adalah kata baru yang belakangan populer dikalangan penguna internet. Banyak tulisan yang berisi informasi tentang kata instagramable, misalnya tempat wisata, tempat makan, lokasi liburan, dan lain sebagainya.
Kata " Instagramable " itu berasal dari kata " Instagram " dan " Able ". Instagram adalah sebuah sosial media yang biasa digunakan untuk berbagi foto dan video. Sedangkan, kata " able " artinya adalah dapat, bisa, sanggup, dan mampu.
Instagramable adalah sebuah atau sesuatu yang bisa, layak, dan pantas untuk dibagikan ke sosial media seperti Instagram, Facebook, dan lainnya dalam bentuk foto dan video.
Oleh karena itulah, kata " instagramable " itu erat sekali hubungan dengan keadaan dan tempat yang unik, hits, terbaru, mewah, kekinian untuk diabadikan dan dibagikan ke sosial media seperti Instagram.
Itulah sebabnya, sekarang ini banyak tempat wisata atau tempat makan seperti cafe dan restoran, yang berlomba-lomba mendesain interior-nya sebagus mungkin untuk dimanfaatkan sebagai spot foto dengan tujuan untuk menarik pengunjung).
Untuk yang lain, yang belum atau tidak memiliki pasangan seperti Alaya, nyonya Rose, Enzo, Erich maupun Ernest, mereka juga sibuk sendiri menikmati keindahan pantai Kelingking yang memang tidak akan bisa mereka dapatkan di Gracetian, dan mereka juga tampak tidak perduli dengan kemesraan yang dipamerkan oleh pasangan yang lain.
Tiap kali mereka tampak sibuk mengambil foto, entah hanya foto pemandangan, ataupun foto selfie.
Terutama Alaya, sibuk membagikan foto-foto yang dia ambil ke media sosialnya yang langsung dibanjiri komentar para teman atau follower (pengikut) media sosialnya.
Melihat mereka semua, Cladia hanya bisa tersenyum ke arah Ornado yang menaikkan salah satu alisnya dan membalas senyuman Cladia sambil menaikkan kedua bahunya, lalu menopangkan dagunya ke bahu istrinya dengan posisi miring, sehingga hidungnya yang mancung bisa sesekali menciumi leher jenjang Cladia yang selalu menjadi candu untuknya.