
Amore mio... untunglah kita segera bertemu. Jangan khawatir amore mio…. Aku akan segera membawamu pergi dari sini. Tunggu aku sebentar, agar aku bisa memberi pelajaran pada kakakku yang kurang ajar ini. Hah, aku lupa bahwa mulai saat ini, dia tidak akan pernah lagi menjadi kakakku, atau bagian dari keluarga Xanderson.
Ornado berkata dalam hati sambil menahan nafasnya, dan dengan penuh kerinduan memandang ke arah sosok Cladia yang juga memandangnya dengan wajah terlihat bahagia begitu melihat sosok Ornado di dekatnya.
Mata Cladia setelah itu terlihat sedikit melotot melihat bagaimana salah satu dari orang yang bertubuh kekar itu mendorong punggung Ornado dengan kasar, dengan wajahnya yang terlihat beringas.
Dan tindakan itu menyebabkan tubuh Ornado hampir jatuh terjungkal, jika saja Ornado tidak memiliki keseimbangan tubuh yang cukup bagus, membuat kaki Cladia terlihat bergerak untuk mendekat ke arah Ornado.
Ada rasa tidak rela terlihat jelas pada tatapan mata Cladia, melihat Ornado diperlakukan kasar seperti itu.
Namun, mata biru Ornado yang sempat sedang menatap ke arah Cladia dan sedikit menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat, memberikan tanda agar Cladia tetap diam di tempatnya, membuat Cladia menghentikan rencananya untuk bergerak ataupun menyatakan protesnya.
Ah, amore mio, kamu akan lebih aman jika tetap diam di tempatmu untuk sementara ini. Untung saja dia melihat kode yang aku berikan agar dia tidak melakukan apapun untuk saat ini. Aku harap sampai akhir, dia mempercayakan semuanya padaku, agar aku bisa menjalankan semua recanaku dengan baik. Dan aku harap, Dario tidak menggila dan berakhir menyakiti amore mio dan Bee.
Ornado berkata dalam hati sambil mengalihkan pandangan matanya pada Cladia, setelah yakin bahwa Cladia baik-baik saja.
"Tentu saja menyenangkan, karena dengan melakukan perjalanan, aku bisa segera bertemu dengan istri tercintaku." Ornado berkata dengan nada santai, tapi isi dari kata-kata itu membuat hati Dario terasa panas, karena diingatkan kembali bahwa sampai detik ini Cladia memang masih sah sebagai istri Ornado.
"Sayangnya, sebentar lagi kamu harus melepaskan statusmu sebagai suami Cladia." Dario berjalan mendekat ke arah Ornado yagn langsung tersenyum dengan sikap mengejek.
"O ya? Aku baru tahu kalau orang sesukses kamu memiliki hobi iri dengan milik orang lain, terlebih istri orang lain, seperti orang gila....."
"Beraninya kamu menghinaku seperti itu!" Dario langsung berteriak keras ke wajah Ornado.
"Bugh!" Sebuah tinju yang cukup keras dari Dario langsung melayang ke arah wajah Ornado, yang sengaja tidak menghindar, meskipun dia tahu gerakan dari pukulan Dario.
Ornado hanya sedikit mengalihkan wajahnya untuk menghindari pukulan Dario, tanpa disadari oleh Dario, sehingga pukulan itu tidak memberikan efek yang terlalu besar pada Ornado, yang pada dasarnya begitu menguasai ilmu beladiri dengan baik.
"Al!" Reflek Cladia berteriak keras begitu melihat bagaimana Dario memukul wajah suaminya.
Tanpa perduli lagi, dengan cepat, Cladia melangkah ke arah Ornado, tapi dua wanita yang tampak bertubuh kekar segera mendekat dan menghalangi Cladia untuk mendekati Ornado.
"Lepaskan aku!" Dengan sekuat tenaga, Cladia berusaha memberontak dengan menghentakan kedua tangannya dengan keras.
Melihat teriakan Cladia, baik Ornado maupun Dario seketika memandang ke arah Cladia yang tampak meronta-ronta.
"Tapi Tuan.... nyonya...."
"Jangan membantahku!" Dario berkata sambil menampar pipi salah satu wanita yang sudah memegang erat lengan tangan Cladia, yang tampak tersentak kaget karena tidak menyangka Dario akan bertindak sekasar itu pada wanita.
Dan itu terjadi tepat di depan mata Cladia, yang dalam hidupnya tidak pernah diperlakukan kasar, apalagi oleh pria.
Selama ini dalam keluarga dan lingkungannya, Cladia selalu diajarkan bahwa seorang pria baik-baik, tidak diperbolehkan untuk bersikap kasar apalagi memukul seorang wanita.
"Kalian bertugas untuk menjaga nyonya Cladia! Tapi bukan berarti berhak melakukan sesuatu yang bisa menyakitinya!" Dario berteriak keras kepada kedua wanita yang hanya bisa menundukkan kepalanya, namun kedua tangannya masih memegang erat lengan tangan Cladia.
Cladia sendiri akhirnya memilih untuk sementara menghentikan perlawanannya, karena bagaimanapun dia tidak ingin kedua wanita yang tidak bersalah itu kembali mendapatkan pukulan dari Dario.
"Cla, apa kamu baik-baik saja?" Pertanyaan Dario membuat Cladia mundur ke belakang, menjauhi sosok Dario.
Sedang Ornado yang berdiri tidak jauh dari sana, dengan dada berdetak keras dan terasa panas, harus menahan dirinya agar tidak menghajar Dario saat itu juga dengan mengepalkan erat kedua tangannya.
Sikap Dario yang terlihat mengkhawatirkan Cladia, disertai dengan tatapan mesranya kepada Cladia, membuat Ornado ingin sekali menghajar habis-habisan laki-laki yang baginya sudah berani bersikap kurangajar kepada istrinya.
Tangan Ornado bahkan sudah hampir bergerak ke arah pinggangnya, dan menarik pistol yang terselip di pinggangnya itu, untuk dia bisa mengarahkannya kepada sosok Dario yang benar-benar membuatnya marah.
Namun Ornado sadar, dia harus menahan dirinya sebisa mungkin jika tidak ingin semua rencananya gagal.
Kalau saja aku tidak ingat semua rencana yang sudah aku susun dengan rapi, rasanya ingin sekali aku menghabisi si kurang ajar itu sekarang juga! Beraninya dia menatap amore mio dengan tatapannya yang terlihat menjijikkan itu. Bahkan berani sekali dia mengajak bicara amore mio yang merupakan wanita milikku!
Ornado berkata dengan hati yang benar-benar dipenuhi dengan kemarahan, seakan dadanya hampir meledak karena begitu emosi melihat bagaimana Cladia yang harus diam, melihat sosok Dario yang sebenarnya pasti sangat membuatnya takut sekaligus muak dan jijik itu.
Dario sendiri, begitu melihat penolakan yang jelas-jelas ditunjukkan oleh Cladia padanya, membuat Dario menghela nafasnya, lalu mundur selangkah ke belakang.
"Kamu tahu aku tidak akan menyakitimu Cla. Kenapa kamu bersikap seperti itu padaku? Tapi maaf, kamu harus mulai belajar untuk menerima keberadaanku, karena aku tidak akan membiarkan Ornado mengambilmu kembali dari sisiku. Mulai saat ini sampai selamanya, kamu akan berada di tempat ini bersamaku." Dario berkata sambil memberikan kode kepada Dante untuk mengambil tumpukan berkas di atas meja yang ada di dekatnya, yang sudah dia siapkan dengan baik.
Begitu Dario menerima berkas-berkas itu, Dario kembali melangkah ke arah Ornado dan menyerahkan berkas-berkas itu dengan sikap kasar, menempelkannya ke dada Ornado dengan sedikit mendorong tubuh laki-laki tampan yang sengaja membiarkan Dario memperlakukannya dengan seenaknya itu, tanpa berusaha untuk melawannya sedikitpun.