My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
PULAU NUSA PENIDA



Mendengar jawaban dari Ornado, Serafina hanya bisa terdiam sambil menelan ludahnya, tanpa bisa berbuat apa-apa.


“Nona, tolong menyingkir dari sini, helikopter ini akan segera berangkat.” Pilot dari helikopter itu langsung berteriak ke arah Serafina yang masih terdiam di tempatnya.


“Nona, sebaiknya cepat pergi dari sini, dan ikut dengan tim kami di helikopter lain. Kalau Anda tetap di sini, akan sangat berbahaya sekali Nona. Ayo kita pergi agar tidak menghalangi mereka untuk bisa segera berangkat.” Alex segera menarik tangan Serafina untuk menjauh dari helikopter yang ditumpangi Ornado dan para tamunya.


“Hah…” Akhirnya sambil menghela nafas dalam-dalam, Serafina mengikuti arahan dari Alex untuk ikut bersama yang lain di helikopter berbeda.


Ornado yang dari dalam helikopter melihat bagaimana akhirnya Serafina pergi bersama Alex, hanya tersenyum kecil, rasanya dia bisa membayangkan bagaimana senangnya perasaan James sudah berhasil mengerjai Serafina.


Harusnya aku memberikan foto dan video kondisi Serafina tadi kepada James. Aku jamin James akan tersenyum puas melihat hasil kerjanya hari ini.


Ornado berkata dalam hati sambil melirik kea rah Cladia yang wajahnya terlihat begitu senang, dengan mata memandang ke bawah sana, yang memanjakan matanya dengan pemandangan indah pulau Bali.


“Apa kamu menyukai liburanmu amore mio?” Ornado berkata sambil mengelus rambut di bagian belakang kepala Cladia, sebelum akhirnya dengan lembut ditarikanya kepala Cladia, agar bersandar di bahunya.


“Tentu saja aku suka Al. Terimakasih sudah membawaku berlibur ke tempat seindah ini.” Cladia berkata pelan sambil tangannya mengelus lembut lengan tangan kanan Ornado, yang membalasnya dengan menepuk-nepuk pelan punggung tangan Cladia yang sedang mengelus lengannya.


“Ti amo amore mio.” Ornado langsung berbisik pelan sambil melirik ke arah Cladia yang wajahnya terlihat malu-malu, sambil melirik ke sekelilingnya, berharap tidak ada seorangpun yang mendengar pernyataan cinta Ornado padanya.


“Ah… menggemaskan sekali, semakin hari kamu semakin membuatku tergila-gila padamu. Aku sungguh beruntung Tuhan mempertemukanku denganmu. Ti amo amore mio.” Ornado kembali mengucapkan kata-kata cintanya, kali ini disertai kecupan pelanm di puncak kepala Cladia yang masih bersandar dengan nyaman di bahunya.


Mendengar bisikan pelan dari Ornado, membuat bibir Cladia tersenyum sambil menarik nafas panjang.


Aku yang jauh lebih beruntung daripada kamu Al, karena Tuhan mengirimmu sebagai malaikat penolongku. Entah bagaimana aku akan menjalani kehidupanku di masa depan jika Tuhan tidak mengirimkanmu padaku. Dirimu yang begitu mencintai dan menjagaku, bagiku seperti malaikat tanpa sayap yang Tuhan kirimkan untukku.


Cladia berkata dalam hati sambil kedua tangannya bergerak melingkar ke lengan Ornado, dan memeluk erat lengan kokoh suami tercintanya itu.


Tindakan Cladia padanya, membuat senyum di wajah Ornado semakin melebar.


“Dave, apa kamu tahu kemana tujuan kita?” Laurel berbisik pelan ke telinga Dave yang langsung mengangguk.


“Kemarin Al sudah memberitahuku. Kita akan segera mendarat di sana. Itu adalah pulau Nusa Penida Bali. Akan ada banyak pantai yang indah bisa kita nikmati di sana.” Dave menjelaskan kepada Laurel sambil telunjuk tangannya terarah ke tempat yang dia maksudkan.


(Salah satu daya tarik pariwisata pulau Bali adalah keindahan objek wisata pantai. Namun saat ini wisatawan yang liburan ke Bali tidak hanya tertarik mengunjungi pantai Kuta atau pantai Tanjung Benoa, melainkan lebih tertarik berlibur ke salah satu pantai di pulau Nusa Penida Bali. Di pulau Nusa Penida, wisatawan akan banyak menemukan objek wisata pantai dengan pemandangan yang sangat unik, sehingga sangat sulit untuk menentukan pantai terbaik untuk dikunjungi di pulau Nusa Penida. Untuk saat ini, di pulau Nusa Penida belum ada airport. Selain itu, daratan pulau Bali di pisahkan oleh lautan dengan daratan pulau Nusa Penida. Maka itu, pilihan menuju ke pulau Nusa Penida adalah menggunakan jalur udara, dengan mengendarai helikopter. Pilihan lain, anda menyeberang lautan menggunakan kapal cepat/fast boat.


Pilihan menggunakan helikopter tentunya hanya dapat di pilih oleh wisatawan yang memiliki budget liburan di atas rata-rata. Maka itu, pada umumnya, wisatawan yang liburan ke Bali saat menuju ke Nusa Penida akan memilih menggunakan speed boat.


Jika menaiki fast boat dari Bali ke Nusa Penida berapa jam waktu yang di perlukan? Perjalanan menaiki fast boat dari pantai Sanur ke Pelabuhan di Nusa Penida sekitar 30 – 40 menit, tergantung dari arus laut saat anda menyeberang. Di sana wisatawan bisa menikmati keindahan pantai Kelingking.


Anda bisa melihat keindahan Pantai Kelingking dari ketinggian saja, atau menuruni tebing untuk turun ke pantainya. Medan yang dilalui cukup terjal dan menantang, jadi pastikan tubuh Anda dalam kondisi yang fit.


Pada saat anda tiba di lokasi pantai Kelingking, anda akan melihat area tebing curam dengan pemandangan laut selatan. Di area puncak tebing, anda akan menemukan beberapa tempat makan yang menyuguhkan pemandangan tebing. Rata-rata wisatawan yang liburan ke pantai Kelingking Nusa Penida, hanya sampai pada spot ini.


Di bukit kelingking, untuk pengamanan hanya ada pagar terbuat dari bambu dan dahan pohon. Selain itu, sebagian besar area tebing yang curam tidak ada pembatas. Hal ini membuat banyak orang untuk membatalkan niat untuk jalan-jalan sekitar bukit Kelingking.


Jika anda memiliki fisik bagus, serta keseimbangan badan, dan tidak takut ketinggian, anda dapat lebih jauh mengeksplorasi bukit kelingking. Spot terbaik untuk melihat pemandangan pantai Kelingking dari atas tebing berada di Cap de T-Rex. Dari lokasi Cap de T-Rex anda akan dapat melihat pemandangan garis pantai dari atas tebing. Anda juga dapat melihat tebing dengan bentuk kepala T-Rex (Tyrannosaurus Rex) dengan posisi mulut terbuka.


Banyaknya foto dari sisi tebing bukit T-Rex Nusa Penida, membuat spot ini selalu masuk dalam daftar aktivitas liburan terbaik di Nusa Penida. Berjalan di bukit T-Rex Nusa Penida, akan terasa mendebarkan.


Menuruni bukit menuju ke pantai Kelingking, sangat curam, dan ada beberapa pagar dari dahan pohon kayu dan bambu. Bagi yang jarang mendaki atau menuruni bukit, maka perjalanan menuruni bukit menuju ke pantai Kelingking bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Ombak di pantai Kelingking sering besar dan tidak cocok untuk perenang pemula).


"My Al, indah sekali pantai yang dimiliki oleh negara ini, khususnya pulau yang ada di tempat ini. Sungguh tidak rugi kita berlibur di tempat ini." Deanda berkata dengan bisikan pelan ke arah Alvero, dengan mtanya menatap takjub terhadap keindahan alam yang sedang terhampar di depannya.


NB: Untuk para pembaca tercinta, dikarenakan satu dan lain hal, untuk episode berikutnya akan up nanti sore. Mohon maaf karena tidak bisa langsung up 2 episode sekaligus di pagi ini.