My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
PERDEBATAN KECIL



“Karena kali ini sudah merepotkan kalian untuk ikut mengajakku makan malam. Untuk malam ini biarkan aku yang mentraktir kalian semua hari ini.” Dario berkata sambil memandang bergantian ke arah Alvero dan Ornado, karena Dario yakin, bahwa salah satu dari mereka berdualah yang sudah menghandle biaya untuk makan malam hari ini, tidak mungkin yang lain.


“Tidak perlu Dario, semua sudah diatur oleh James. Kalian tinggal menikmatinya saja.” Ornado yang merasa bertanggung jawab atas semuanya langsung menanggapi ide dari Dario.


“Ah, tentu saja kali ini kamu harus membiarkan aku yang mengurus semuanya, agar aku juga tidak merasa sebagai tamu tidak diundang malam ini.”


“Jangan khawatir, tidak akan ada yang berpikir seperti itu tentangmu.”


“Untuk kali ini saja Ad, biarkan aku saja. Aku juga ingin mentraktir para bangsawan dari Gracetian selagi ada kesempatan.”


“Tidak ada untungnya kita berdebat karena hal kecil seperti ini Dario. Mungkin dilain waktu, kamu bida memiliki kesempatan lain, tapi yang pasti bukan hari ini.” Meskipun Ornado mengucapkan kata-katanya dengan nada dan sikap tenang, tapi dari cara dia berkata dan nada suaranya terlihat dia begitu serious, sekaligus tegas, menunjukkan bahwa dia tidak ingin dibantah oleh siapapun.


“Eits! Tolong hentikan.” Enzo yang mendengar bagaimana Dario dan Ornado berdebat akhirnya menggerakkan tangannya melintang diantara Dario dan Ornado.


“Daripada kalian berdebat terus, salah satu dari kalian yang bayar, yang satunya, serahkan uangnya pada aku dan James. Lumayanlah untuk biaya kencan kami. Betul kan James?” Enzo berkata sambil tersenyum, berusaha menengahi karena dilihatnya antara Dario dan Ornado, tidak ada yang terlihat ada keinginan untuk mengalah.


Aneh, kenapa tiba-tiba Ornado yang tadinya terlihat tenang-tenang saja menghadapi Dario, tiba-tiba berdebat seperti itu dengan Dario? Dan terlihat bersikeras tidak mau mengalah. Apa sebenarnya Ornado sedang mencurigai sesuatu tentang Dario? Dan tanpa diketahui oleh yang lain, Ornado sengaja dengan tersirat, sedang menunjukkan taring dan cakarnya kepada Dario agar dia tidak berbuat macam-macam padanya dan Cladia?


“Betul.” Tanpa sadar karena sedang serius memikirkan hal lain, James membenarkan pertanyaan Enzo, yang akhirnya membuat James terkejut dengan dirinya sendiri, karena satu kata yang sudah terlanjur meluncur keluar dari bibirnya itu.


Aduh, kenapa tiba-tiba aku membenarkan pertanyaan dari Enzo? Bukankah itu akan membuat orang berpikir bahwa aku memang sudah ada rencana untuk berkencan dengan Elenora? Benar-benar gawat.


James mengomeli dirinya sendiri dalam hati karena sudah salah bicara barusan di depan orang banyak.


“Eh…. Apa maksudnya? Siapa yang akan berkencan?” James langsung memperbaiki kata-katanya.


“Lho, bukannya barusan kamu membenarkannya?” Enzo langsung menjawab perkataan James yang berencana berkelit.


“Kenapa kalian para pria terlihat ribut sekali? Apa sekarang kalian sudah sejago para ibu-ibu dalam bergosip di depan teras rumah?” Suara ceria dari Laurel yang terdengar langsung membuat para pria itu mengalihkan pandangan mereka ke arah rombongan yang baru saja menyelesaikan belanjanya.


“Amore mio….”


“Mo cuisle….”


Panggilan-panggilan sayang kepada wanitanya langsung terdengar dari bibir Ornado, Dave, dan Alvero yang langsung disambut oleh sebuah senyum manis dari pasangan mereka.


“Apa kalian benar-benar menikmati obrolan sore ini? Sampai-sampai dari jauh kami bisa melihat gelak tawa kalian yang terlihat begitu bahagia.” Laurel yang masih berdiri tepat di belakan Dave yang duduk, berkata sambil kedua tangannya memegang bahu Dave, dan memijatnya lembut, membaut Dave langsung menggerakan tangan kanannya untuk memegang tangan kiri Laurel yang berada di hau kirinya, dan menggenggam erat tangan Laurel.


Lalu dengan gerakan pelan, Dave menarik tangan Laurel yang berada di genggaman tangannya ke depan, sehingga Laurel menggeser kakinya, dan duduk di samping Dave.


Cladia sendiri, langsung mengambil posisi duduk di samping Ornado yang langsung melingkarkan lengannya di pinggang Cladia, setelah sebelumnya, begitu Cladia duduk, dengan mesra, tidak perduli sedang di depan umum, Ornado mencium salah satu bahu Cladia dengan lembut.


“Apa kamu puas dengan belanjamu amore mio? Apa kamu dan Bee baik-baik saja? Tidak terlalu lelah karena banyak berjalan?” Ornado berbisik pelan ke telingan Deanda untuk mengucapkan berbagai pertanyaannya, sambil tangannya yang tidak melingkar di pinggang Cladia, mengelus lembut perut Cladia dengan punggung telapak tangannya, dengan mata memandangi kea rah perut itu dengan tatapan hangat dan penuh dengan cinta, karena keberadaan Bee di dalam kandungan istri tercintanya.


Keberadaan Bee yang merupakan hasil dari buah cintanya kepada Cladia yang begitu dalam, bagi Ornado adalah hal yang begitu membahagiakan sekaligus begitu membanggakan baginya, yang semakin mempererat dan memperkuat ikatan antara dirinya dan Cladia.


Tindakan mesra Ornado pada Cladia, tidak sedetikpun lepas dari pengamatan Dario, meskipun beberapa kali, Dario mencoba  melakukannya hanya dengan sebuah lirikan, bukan tatapan langung, karena tidak ingin yang lain menyadari tindakannya.


Apalagi James yang dari wajah dan tatapan matanya, bagi Dario sudah terlihat mulai menunjukkan tanda-tanda curiga padanya.


Begitu juga Deanda, begitu mendekat ke arah kumpulan para pria itu, dia segera mengambil posisi duduk tepat di samping Alvero, yang sebelumnya sudah memberikan tanda kepada Ernest, sehingga pengawal setianya itu dengan sigap menarik salah satu kursi yang ada di dekatnya, sengaja mengambilnya dan meletakkan di samping Alvero, sebagai tempat duduk Deanda.


Di samping itu, Erich juga dengan sigap langsung menyiapkan kursi agar bisa diduduki oleh Alaya, Vincent, Larena, maupun Elenora yang lebih memilih duduk bersama nyonya Rose agar kehadirannya tidak terlihat mencolok dan orang curiga dengan statusnya jika dia berani duduk bergabung dengan keluarga Gracetian dan Ornado.


“Lho, kamu ada di sini juga Dario? Apa kalian semua memang sengaja mengundang Dario ke tempat ini tanpa memberitahu kami? Benar-benar seperti sebuah acara reuni.” Laurel yang melihat sosok Dario duduk di meja yang sama dengan lainnya langsung mempertanyakan kehadiran Dario yang cukup membuatnya terkejut.


Sebuah kebetulan yang bagi Laurel cukup aneh, apalagi sekilas Laurel masih sempat melihat ke arah mana lirikan mata Dario terpaku.


Sebelumnya Laurel memang sempat melihat, meskipun sangat sebentar, bahwa lirikan mata Dario memang telihat sedang manatap tajam ke arah lengan Ornado yang melingkar mesra di pinggang Cladia, yang menunjukkan tanda-tanda bahwa Cladia terlihat begitu nyaman dalam rengkuhan lengan Ornado meskipun sebenarnya Cladia juga merasa canggung, dengan sikap mesra Ornado padanya yang tidak pernah perduli dengan kondisi, tempat dan waktu.


Bahkan Ornado tidak pernah perduli, siapa orang-orang di sekitarnya saat dia bersikap mesra pada Cladia, yang kadang justru memalingkan wajah mereka agar tidak melihat kemesraan Ornado dan Cladia yang seringkali membuat mereka merasa canggung dan salah tingkah sendiri, apalagi mereka yang masih lajang.