
Mendengar perkataan dan melihat tindakan istrinya itu, Dave hanya bisa menghela nafasnya dan menepuk-nepuk lembut punggung tangan istrinya yang bicaranya kadang memang ceplas ceplos seperti itu.
Dan Laurel memang kadang lupa, bahwa suaminya adalah laki-laki pendiam, tapi pencemburu akut, sama seperti sahabat baiknya Ornado, meskipun Dave tidaklah seekspresif Ornado dalam bertindak dan menunjukkan cinta maupun emosinya di depan orang lain, termasuk Cladia, yang seringkali menjadi korban keromatisan Ornado yang tidak pernah memandang tempat dan waktu.
Namun kecemburuan Dave itu, akan langsung sirna begitu saja ketika Laurel meminta maaf dan bersikap manja padanya, seperti saat ini.
Laure Tanputra, seorang wanita yang berhasil membuat seorang Dave Alexander Shaw, pemimpin tertinggi Grup Shaw, sekaligus dokter spesialis bedah saraf yang terkenal, begitu mencintainya.
Bahkan rela dipermalukan di hari pernikahannya karena mempelai wanitanya yang kabur darinya.
Akan tetapi karena begitu cintanya Dae kepada istrinya, dia tetap rela menunggu dengan setia sampai Laurel datang ke pelukannya, meskipun itu terjadi 7 tahun kemudian.
Bukan waktu yang sebentar, tapi bagi Dave semua kesakitan akibat penantiannya itu hilang lenyap seketika ketika Laurel kembali ke pelukannya dengan membawa perasaan cinta yang begitu besar bersamanya.
Karena Dave tahu pasti, kata-kata pujian kepada pria lain seperti itu hanyalah sekedar candaan bagi Laurel yang begitu mencintai Dave, sehingga Dave tidak terlalu memperdulikan kata-kata laurel yang tadi memuji ketampanan Alvero.
“Ayo kesana sekarang.” Laurel berkata sambil sedikit menarik lengan Dave yang dipeluknya dengan erat dengan sikap manjanya, suatu kebiasaan dari Laurel yang membuat Dave selalu tidak berkutik karenanya.
Tapi sebentar kemudian, Laurel menoleh ke arah James.
“James, ayo kita pergi sekarang! Pegang tangan Elenora baik-baik, kalau tidak ingin dia lepas dan kamu menyesal seumur hidupmu.” Laurel berkata sambil kembali menggerakkan kepalanya ke depan, tidak perduli dengan James dan Elenora yang wajahnya sama-sama memerah dan tampak canggung karena godaan Laurel barusan.
"Apa kamu tahu James, ada sebuah quote yang mengatakan bahwa laki-laki berhak memilih dan mengungkapkan cinta kepada wanita yang disukainya. Tapi wanita berhak menolak atau menerima pernyataan cinta dari seorang pria. Wanita juga punya hak untuk mendapat laki-laki terbaik dalam hidupnya, seperti laki-laki menginginkan wanita sempurna seperti angan-angannya." Laurel melanjutkan perkataannya sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Elenora.
(Quote atau kutipan adalah pengulangan satu ekspresi yang pernah diucapkan atau menjadi motto. Dalam kata kerja berarti mengulang atau menyalin sebuah teks atau pidato yang ditulis atau disampaikan oleh orang lain. Dalam bentuk kata benda (noun), quote is a quotation from a text or speech. Quote adalah kutipan dari sebuah teks atau pidato).
“Ayo Dave, biarkan James berpikir dengan jernih dan menggunakan otaknya dengan baik untuk mendengarkan suara hatinya sendiri.” Laurel kembali mengucapkan kata-kata yang ditujukan kepada James untuk menyindirnya.
Dan tanpa merasa bersalah, Laurel langsung pergi meninggalkan James yang akhirnya berjalan beriringan dengan Elenora, keluar dari kamar James dengan sikap saling menjaga jarak dan sikap canggung.
“Apa aku harus ikut ke tempat penyambutan?” Elenora bertanya dengan nada ragu kepada James.
“Tentu saja, kenapa kamu tidak mau kesana?” James menjawab pertanyaan Elenora, dengan berusaha keras untuk tetap terlihat tenang di hadapan Elenora, padahal jantungnya di dalam sana sedang berdegup kencang karena perkataan Laurel yang cukup membuatnya merasa terganggu.
“Bukan begitu... aku merasa menjadi orang asing yang tidak berkepentingan dan tidak berhak untuk berada di sana.” Lagi-lagi Elenora berkata dengan suara ragu dan tidak percaya dirinya, karena sadar bahwa sampai detik ini, dia tidak… ah belum memiliki hubungan apapun dengan James.
Dan perkataan James yang diucapkan sambil membuang mukanya dengan cepat setelah itu, membuat Elenora justru merasa begitu bersalah.
Dengan kepolosannya Elenora berpikir bahwa James merasa kesal padanya tentang perjodohan mereka itu.
Maaf James, aku tahu kamu begitu terbeban dengan perjodohan kita ini. Maaf karena sampai saat ini aku masih begitu berharap kamu mau menerima keberadaanku. Maafkan keegoisanku, yang hanya bisa mencintaimu seorang seumur hidupku.
Elenora berkata dalam hati sebelum akhirnya melangkah keluar dari kamar James, untuk menyusul yang lain ke tempat yang sudah ditetapkan untuk melakukan penyambutan terhadap Alvero.
# # # # # # #
Jajaran mobil limusin berwarna hitam yang dengan perlahan dan terlihat begitu anggun dan elegan yang memasuki area Bvlgari Resort membuat puluhan pengawal yang berada di bawah naungan Crup Xanderson, yang dipekerjakan di kantor Bumi Asia tampak sibuk berlarian untuk kemudian berjajar rapi.
(Limusin adalah kendaraan sedan yang mewah, khususnya dikendarai oleh seorang sopir. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, limosin adalah sedan mewah beruang lega, berpintu empat atau lebih, dan ruang penumpang terpisah dari ruang sopir).
Puluhan pria muda, dengan bentuk tubuh yang gagah dan berpakaian safari berwarna hitam, khas dari seragam tim keamanan perusahaan milik Ornado langsung berjajar rapi, berdiri tegap dengan pakaian mereka yang terlihat begitu rapi.
"Pak Ornado, rombongan dari kerajaan Gracetian sudah memasuki area resort." Alex yang merupakan kepala keamanan segera melaporkan kepada Ornado tentang kedatangan Alvero dan timnya.
Ornado yang awalnya sedang mengobrol dengan Dave, membicarakan tentang adanya perubahan bahan baku yang diminta Ornado dari Grup Shaw, yang sedang dalam proses trial langsung menoleh ke arah Alex.
"Oke, kami akan ke depan." Ornado berkata kepada Alex sambil menepuk lengan atas Dave, memberi tanda agar sahabat dekatnya itu memanggil Laurel untuk ikut menemui Alvero.
"Amore mio...." Ornado langsung memanggil nama kesayangan istrinya begitu mendekat ke arah sofa mewah dimana Cladia, Laurel dan Elenora sedang mengobrol santai, dengan sesekali bercanda.
Di sisi lain, James yang sedang mengobrol dengan beberapa pelayan dan pengawal, mengecek persiapan mereka pada acara sore ini, sesekali tampak mencuri pandang ke arah Elenora yang sejak mereka memasuki area pesta penyambutan itu memilih untuk menjauhkan diri dari James.
Sejak melihat penampilan beda dari Elenora tadi pagi ketika menjemputnya di rumah Ornado, tanpa sadar James seringkali mencari kesempatan untuk melirik atau mencuri pandang ke arah Elenora.