My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
MENYUSUL ELENORA



Apa yang sebenarnya terjadi? Darimana anak itu memiliki keberanian untuk menerima rencana perjodohan itu? Benarkah anak itu sekarang seberani itu?


Serafina mulai bertanya-tanya dalam hatinya.


“Elenora bahkan tidak keberatan ketika Carina, mama James meminta dia pindah kerja dari perkantoran Grup Xanderson ke kantor Bumi Asia, salah satu anak perusahaan Grup Xanderson yang ada di Indonesia, agar Elenora bisa dekat dengan James. Dari dulu kamu tahu Carina memang menyukai Elenora.” Penjelasan dari mamanya semakin membuat Serafina merasa dongkol.


Jadi adikku yang kampungan itu tidak menolak sedikitpun rencana perjodohan itu? Dasar anak tidak tahu diuntung. Apa maksud gadis culun itu menerima perjodohan ini? Jangan bilang kalau dia memang tertarik dengan James. Benar-benar tidak sadar diri! Beraninya berusaha bersaing denganku! Dan auntie Carina, bisa-bisanya tertarik menjadikan seorang gadis culun sebagai menantunya. Apa yang dilihat auntie Carina dari Elenora? Apa anutie Carina benar-bnear buta? Tidak merasa malu memiliki menantu berpenampilan aneh seperti Elenora.


Serafina berkata dalam hati sambil merutuki sikap Elenora yang dengan mudahnya menerima rencana perjodohannya dengan James.


"Lalu bagaimana dengan James sendiri? Apa dia juga menerima perjodohan ini dengan sukarela?" Pertanyaan Serafina membuat mamanya sedikit emnahan nafasnya.


"Sayangnya tidak seperti itu. Meskipun tidak secara terus terang langsung mati-matian menolak rencana perjodohan ini, tapi James mengatakan bahwa dia ingin mencoba terlebih dahulu apakah hubungan mereka bisa berlanjut. Sepertinya James tidak ingin membuat Carina kecewa." Mama Serafina terdiam sesaat.


"Karena itu, James yang meminta agar dia bisa memikirkan tentang kelanjutan hubungan ini sambil Elenora bekerja dengannya di kantor Bumi Asia bersamanya." Lanjutan dari kata-kata mamanya membuat Serafina sedikit menundukkan wajahnya, dengan senyum licik tersembul di bibirnya.


Hah.... ternyata sampai detik ini, adikku tersayang belum berhasil membuat James menetapkan pilihannya? Benar-benar gadis bodoh yang tidak bisa memanfaatkan kesempatan. Jika itu aku, pasti hanya perlu beberapa hari saja untuk membuat James jatuh dalam pelukanku, jika aku memiliki kesempatan berada di tempat yang sama dengan James untuk waktu yang lama. 


Serafina berkata dalam hati sambil sedikit menarik nafas lega tanpa diketahui oleh kedua orangtuanya.


Aku tidak bisa membiarkan rencana ini untuk terus berlanjut. Aku harus segera menemukan cara agar perjodohan ini segera dibatalkan, dan pada akhirnya James memilihku sebagai calon istrinya.


Serafina kembali berkata dalam hati sambil mulai memikirkan rencana untuk merebut posisi Elenora.


Karena begitu besarnya keinginan Serafina untuk mengacaukan perjodohan itu, membuatnya dengan nekat membatalkan beberapa rencana kerjanya dan bertekad menyusul Elenora ke Indonesia.


Padahal sebenarnya, beberapa pekerjaan yang dia batalkan, memberikan bayaran yang cukup besar untuknya kali ini.


Akan tetapi, bagi seorang Serafina yang tahu betul seperti apa kekayaan dan kekuasaan seorang Xanderson seperti James, mengorbankan sedikit untuk mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar, adalah fokusnya untuk sementara ini.


Dan di sinilah dia sekarang, di salah stu bandara internasional yang ada di Indonesia, berencana menemui Elenora yang ternyata tidak ada di kota ini, tapi sedang berlibur di Bali, sehingga membuat Serafina langsung memutuskan untuk memesan tiket perjalanan ke Bali, agar secepatnya bisa menyusul Elenora dan menyusun rencana selanjutnya untuk memisahkan Elenora dan James.


Meskipun awalnya merasa kesal karena tahu bahwa Elenora sedang tidak ada di kota tempat dia bekerja, tapi melihat bagaimana indahnya suasana dan orang-orang berpengaruh yang ada di dalam foto bersama Elenora, termasuk raja Gracetian dan keluarganya, membuat suasana hati Serafina merasa sedikit lebih baik.


Bagi Serafina itu merupakan kesempatan emas baginya untuk dapat mengenal keluarga kerajaan Gracetian.


Serafina sungguh berharap rencananya bisa berjalan dengan lancar dan sukses, sekaligus mendapatkan kesempatan langka untuk berlibur bersama orang-orang penting dan berpengaruh.


# # # # # # #


"Elenora, kenapa dengan wajahmu?" Laurel yang berjalan di samping Dave sambil memeluk lengan suaminya itu dengan mesra, langsung menegur Elenora yang kebetulan bertemu dengannya di dekat mobil yang mereka tumpangi.


"Hei, tidak mungkin. Wajahmu benar-benar terlihat kusut dan seperti orang tidak bersemangat. Apa James membuatmu kesal lagi?" Laurel berkata sambil tersenyum menggoda ke arah Elenora yang langsung menggelengkan kepalanya kuat-kuat.


"Eh, tidak Laurel! Tidak ada hubungannya dengan James." Elenora segera menanggapi perkataan Laurel sebelum dokter cantik itu salah paham.


James yang tanpa diketahui mereka ada di dekat mereka dan mendengar pembicaraan dua perempuan itu langsung mendekat.


"Memang ada masalah apa sebenarnya?" James berkata dengan nada santai, sambil melirik ke arah Elenora, yang benar seperti kata Laurel, wajahnya menunjukkan bahwa dia sedang dalam masalah sekarang.


Kenapa dengan Elenora? Kenapa wajahnya terlihat seperti orang bingung dan juga terlihat sedikit pucat? Apa ada orang yang sudah mengganggunya sehingga membuatnya tidak nyaman?


James berkata dalam hati sambil mengamati sekelilingnya, apakah ada seseorang yang mencurigakan yang kira-kira sudah berani mengganggu Elenora.


Dan tanpa sadar hal itu membuat hati James sedikit berdesir, merasa khawatir melihat gadis itu terlihat tidak seperti biasanya.


"Ti... tidak...." Elenora berkata sambil memegang erat handphone di tangannya yang tiba-tiba saja kembali berdering, dan membuat tubuh Elenora sedikit tersentak kaget.


Mata James dan Laurel tanpa sadar langsung terarah ke layar handphone Elenora yang menampilkan foto seorang wanita cantik di atas catwalk dan tertulis nama Serafina di sana.


"Elenora... itu... ada panggilan telepon dari kakakmu." Tanpa basa-basi, James langsung memberitahukan kepada Elenora tentang Serafina, yang sebenarnya sudah dilihat oleh Elenora, tapi dia merasa enggan kembali menerima panggilan telepon itu, karena Elenora sudah bisa menebak apa yang diinginkan Serafina, sehingga membuat kakaknya yang hampir tidak pernah berkomunikasi dengannya itu getol melakukan panggilan telepon dengannya saat ini.


Kenapa Elenora terlihat enggan mengangkat telepon dari kakaknya? Apa ada sesuatu yang terjadi dengan Elenora dan kakaknya?


James bertanya-tanya dalam hati sambil telunjuk tangannya mengarahkan tatapan mata Elenora ke handphonenya yang masih mengeluarkan nada panggilannya dengan suara nyaring.


"Eh... hallo Kak." Dengan suara ragu, akhirnya Elenora mengangkat panggilan teleponnya.


"Kamu belum mengirimkan alamat jelas dimana kamu menginap selama di Bali!" Dengan suara keras, tanpa mengetahui bahwa James, dan dua orang lainnya berda di dekat Elenora, Serafina langsung berteriak kepada Elenora yang matanya terlihat bingung, karena suara yang begitu keras itu, Elenora yakin James dan Laurel bisa mendengarnya.


Cih, gadis itu tetap saja selalu bersikap kasar dan seenaknya sendiri. Tidak ada gunanya menjadi gadis cantik tapi perilakunya sungguh tidak cantik.


James berkata dalam hati dengan mata memandang ke arah Elenora, mengamati apa yang akan terjadi selanjutnya dengan wajah terlihat penasaran.


"Ah, itu...." Suara Elenora tampak tergagap.


"Jangan mengulur-ulur waktu, sebentar lagi pesawat yang aku tumpangi menuju Bali akan segera berangkat. Terserah apa katamu! Pokoknya ketika aku mendarat di bali dan membuka handphoneku kembali, aku mau kamu sudah mengirimkan alamat hotel tempatmu menginap!" Perkataan Serafina membuat Elenora menelan ludahnya dengan wajah tertekannya.


"Kak... apakah perlu aku menyewakan kamar hotel untukmu. Aku akan mencarikan hotel terbaik untukmu dan...." Dengan suara pelan, Elenora berusaha membujuk Serafina agar tidak memaksanya agar bisa tinggal bersamanya di Bvlgari Resort Bali, karena merasa tidak enak kepada Ornado yang dia tahu sudah membiayai semua keperluan selama liburan ini.


Dan Elenora tahu pasti, semua itu tidaklah murah.