
Meskipun selama ini nama Edo adalah nama yang membuat Ornado muak dan seringkali masih membuatnya marah, karena dulu hampir saja membunuh Cladia setelah memperkosa dan membunuh sahabat Cladia di depan mata Cladia dan menimbulkan trauma tersendiri bagi Cladia, tapi berita kematian Edo bagi Ornado bukan seuatu yang diharapkan dia harapkan jika itu adalah sesuatu yang terjadinya tidak wajar.
"Apa kamu yakin itu karena serangan jantung?" Ornado bertanya dengan tatapan menyelidiknya ke arah Alex.
"Kalau dari analisa dokter, menunjukkan tanda-tanda kematian karena jantung sebagai organ tubuh vitalnya tiba-tiba berhenti. Hanya saja... salah satu dokter yang merupakan tim medis milik kita yang saat itu juga bertugas memeriksa laporan autopsi menemukan tanda-tanda ditemukannya kalium klorida." Ornado langsung mengernyitkan dahinya mendengar penjelasan dari Alex tersebut.
(Kalium klorida (singkatan: KCl; bahasa Inggris: potassium chloride) adalah senyawa garam alkali tanah dengan halida yang terbentuk dari unsur kalium dan klor. Wujud umumnya adalah garam kristal berwarna putih atau tak berwarna. Senyawa ini sangat mudah larut dalam air dan terasa asin di lidah, serupa garam dapur.
Kegunaannya yang paling luas adalah untuk pupuk kimia, sebagai infus dalam pengobatan, reaktan dalam laboratorum, pengolahan makanan, dan sebagai salah satu dari tiga senyawa untuk eksekusi mati menggunakan injeksi.
Jantung yang berhenti berdetak bisa jadi penyebab kematian. Potassium chloride adalah racun yang disebut paling ampuh untuk menghentikan kerja jantung. Dalam dosis mematikan, ini akan mengganggu fungsi organ jantung dan akhirnya memicu serangan jantung. Namun jarang negara yang memakai racun ini. Dalam satu hingga dua menit setelah obat terakhir disuntikkan, tim medis akan memeriksa terpidana untuk memastikan apakah ia benar-benar mati atau tidak).
Siapa yang menginginkan kematian dari pemerkosa dan pembunuh itu? Bukannya dia sudah mendapatkan hukuman seumur hidup? Apa masih ada orang yang merasa dendam padanya? Apa mungkin keluarga Dina?
Ornado bertanya-tanya dalam hati dengan wajahnya yang terlihat serius.
Tapi sepertinya tidak mungkin jika itu dilakukan oleh keluarga Dina, yang bahkan saat itu karena shock bahkan mereka tidak melakukan apapun, hanya sekedar pasrah dengan keputusan pengadilan. Apalagi kalau mereka memang dendam, harusnya sejak dulu. Bukan sekarang ini baru membalas dendam dengan cara seperti ini.
Ornado kembali berkata dalam hati sambil mencoba menebak siapa kira-kira yang menginginkan kematian Edo, dan apa motifnya.
Untuk beberapa saat baik Ornado dan Alex sama-sama terdiam, sampai seseorang berlari mendekat ke arah Alex.
"Pak Alex, ada telepon untuk Bapak." Orang yang berpakaian khas petugas keamanan perusahaan Bumi Asia itu menyodorkan handphone milik Alex yang tadinya sengaja dia tinggal ketika dia menemui Ornado.
“Ah, iya, terimakasih.” Dengan cepat Alex meraih teleponnya dan langsung mengangkatnya begitu dia tahu bahwa yang menelponnya adalah salah satu petugas penjaga lapas tempat Edi, saudara kembar Edo dipenjarakan.
“Hallo selamat siang Pak.” Begitu mengangkat panggilan teleponnya.
“Selamat siang Pak Alex, saya mau memberikan info, bahwa saudara Edi baru saja diketemukan meninggal di dalam selnya.” Alex langsung tersentak kaget mendengar info dari petugas yang selama ini bekerja sama dengan Alex untuk melaporkan jika ada sesuatu yang terjadi pada Edi.
Sejak menjadi kepala keamanan di perusahaan Bumi Asia, Alex memang mengetahu bahwa salah satu tugas yang diembannya adalah terus mengaturkan agar dia bisa selalu mendapatkan perkembangan info tentang kondisi terbaru Edo dan saudara kembarnya Edi yang posisi lapasnya tidak berada di satu lokasi yang sama.
Jika itu dikatakan dengan telepati atau ikatan batin yang kuat diantara saudara kembar, tetap saja akan menjadi suatu hal yang aneh.
Kerena dari info, kematian Edo bisa jadi sengaja meminum racun untuk bunuh diri, walaupun sampai saat ini belum diketahui bagaimana cara Edi sebagai saudara kembarnya mati.
Disamping itu,menurut Alex, ada kemungkinan, Edi sengaja diracun, dan entah apa motif dari pembunuh tersebut. Toh sebenarnya hukuman Edi tidaklah seberat Edo, karena Edi sendiri meskipun melakukan penyerangan kepada Cladia di rumahnya waktu, tapi pada kenyataannya, perbuatannya tidak sampai menghilangkan nyawa seseorang, sehingga itu bisa menjadi alasan untuk Edi menerima pemotongan masa hukuman meskipun tidak banyak, karena perilakunya yang baik selama di penjara.
“Lho, kapan kejadiannya Pak?”
“Mmmm… saya belum tahu pasti kapan waktu tepatnya dia meninggal. Tapi orang yang mengetahui dia meninggal sekitar 30 menit yang lalu. Dan sekarang petugas rumah sakit berniat membawanya untuk dilakukannya autopi, karena kami curiga ada yang tidak beres.” Pria yang memberikan info pada Alex menjelaskan kondisi yang sedang terjadi pada Edi.
(Autopsi (bentuk tidak baku: otopsi) adalah investigasi medis jenazah untuk memeriksa sebab kematian. Kata "autopsi" berasal dari bahasa Yunani yang berarti "lihat dengan mata sendiri" dan kata "nekropsi" yang juga berasal dari bahasa Yunani artinya "melihat mayat". Pemeriksaan dengan proses autopsi meliputi pemeriksaan fisik luar dan juga bagian organ dalam.
Ada 2 jenis autopsi, yang pertama adalah Autopsi Forensik. Autopsi Ini dilakukan untuk tujuan medis legal dan yang banyak dilihat dalam televisi atau berita. Autopsi forensic adalah satu pemeriksaan yang dilakukan terhadap mayat yang diduga meninggal akibat suatu sebab yang tidak wajar. Pemeriksaan ini penting dilakukan untuk mencari penyebab kematian, penyigikan dan penegakan hukum. Yang berikutnya adalah Autopsi Klinis. Cara ini biasanya dilakukan di rumah sakit untuk menentukan penyebab kematian untuk tujuan penelitian dan pelajaran.
Pengertian lain dari autopsi, melansir dari studi ilmiah live science, autopsi adalah pemeriksaan medis terhadap tubuh dan organ seseorang yang telah meninggal dunia).
“Tolong berikan info secepatnya jika hasil pemeriksaan dari pihak terkait sudah keluar.” Alex segera meminta untuk bisa mendapatkan update terbaru terkait apa yang sudah terjadi pada Edi.
“Baik Pak, secepatnya saya akan memberikan Bapak info tentang hal itu. Kalua begitu, selamat siang Pak, saya akan kembali bertugas.”
“O, iya Pak, selamat siang dan selamat bertugas.” Alex langsung membalas salam dari laki-laki yang menelponnya, sebelum akhirnya Alex menutup panggilan telepon itu.
Ornado yang tadinya sempat mendengar sayup-sayup pembicaraan antara Alex dan lawan bicaranya di telepon tentang Edi, sedikit mengeratkan giginya, setelah sebelumnya dia melirik ke arah istrinya, yang tidak menyadari bahwa seseorang sepertinya sedang berusaha menarik perhatian Cladia, atau entah ada maksud yang lain yang belum diketahui oleh Ornado.
Dan Ornado yakin bahwa kasus meninggalnya Edo dan Edi, sedikit banyak mungkin memang saling terkait satu sama lain.
Note : Untuk para pembaca setia, pagi ini author hanya bisa up 1 episode karena ada seuatu yang mendadak yang harus dikerjakan, Diusahakan siang nanti akan up 1 episode lagi. Terimakasih untuk dukungan setianya.