My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
MERASA DI ATAS ANGIN



Ornado langsung membaca apa yang tertulis pada berkas-berkas itu tanpa mengatakan sepatah katapun pada Dario.


"Kalau kamu ingin keluar dari tempat ini dengan selamat. Sebaiknya kamu tanda tangani semua surat-surat itu, tanpa melakukan hal bodoh dan berusaha mencari alasan untuk menolaknya." Dario berkata sambil duduk di sofa yang ada di dekat tempatnya berdiri, dan memberikan kode kepada Dante, agar kedua wanita yang berada di dekat Cladia itu segera membawa Cladia untuk ikut duduk di dekatnya, meski tidak di sampingnya.


Jika saja Cladia tidak ingat bahwa dia sedang mengandung, dengan keras dia akan menolak permintaan dari Dario, untuk ikut duduk di kursi.


Siapa yang sudi untuk duduk berdekatan dengan orang yang sudah membunuh kedua orangtuanya, dan juga sedang mengancam suami tercintanya itu.


Mengingat itu rasanya ingin sekali dia berlari menjauhi sosok Dario yang dengan senyum manisnya, sedang menantinya untuk berjalan ke arah sofa di dekatnya.


Tapi setelah beberapa lama Cladia berdiri, apalagi efek obat bius yang belum sepenuhnya hilang membuat kepalanya masih terasa sedikit pusing, akhirnya demi Bee, Cladia memilih untuk berpura-pura menurut pada Dario, namun berencana untuk tetap memilih duduk di tempat dengan posisi yang paling jauh dari tempat Dario duduk.


Saat melangkah mendekat ke arah sofa, Cladia sempat melirik ke arah Ornado dengan tatapan yang haru sekaligus tatapan rindu dan cintanya, membuat Ornado langsung tersenyum menggerakkan kepalanya dengan cepat, memberi tanda agar Cladia hanya perlu duduk, seolah mengikuti rencana Dario, sedang sisanya dia yang akan mengurusnya.


Senyum Ornado, dan juga sikap tenang Ornado, membuat hati Cladia merasa lebih damai, karena dia bisa melihat dan percaya sepenuhnya bahwa suaminya itu, sudah menyiapkan semuanya dengan baik untuk bisa segera membawanya pergi dari tempat yang baginya terasa menyeramkan dan membuatnya tidak nyaman.


"Jangan membuang-buang waktuku Ad! Cepat tandatangani semua berkas-berkas itu! Semua pengalihan hakmu atas beberapa perusahaan di Grup Xanderson, surat perjanjian bahwa mulai sekarang, kamu tidak akan lagi menggunakan otoritasmu, dan memutuskan untuk mundur dari semua hal yang berbau dan berhubungan dengan dunia mafia! Dan jangan lupa! Kamu juga harus menandatangai surat perceraianmu dengan Cladia sekarang juga...." Dario berkata dengan bibir menyeringai, menunjukkan sikap puasnya karena sudah berhasil membuat Ornado datang ke tempat ini, sehingga dia bisa memaksa Ornado untuk menandatangani semua berkas-berkas itu.


Ternyata menghadapi seorang Ornado tidaklah sesulit yang sudah aku pikirkan selama ini. Seharusnya jauh sebelumnya aku melakukan ini, tanpa harus membuat persiapan yang menghabiskan begitu banyak waktu. Selama ini aku terlalu takut dan menganggap musuhku terlalu hebat.


Dario berkata dalam hati dengan sikap puas, melihat sebagian rencananya menunjukkan tanda-tanda kesuksesan, termasuk memaksa Ornado datang kepadanya dan menandatangani semua berkas yang dia inginkan.


Meskipun Cladia tahu kalau dalam keadaan normal, tidak di bawah ancaman, Ornado tidak akan pernah melakukan itu, tapi melihat bagaimana sekarang kondisi Ornado yang sendirian, dengan banyak orang berperawakan kekar berdiri mengilinginya, membuat hati Cladia merasa tidak tenang.


Apalagi Cladia sadar, keberadaannya, keselamatannya, akan menjadi beban bagi Ornado untuk memutuskan apapun saat ini.


Memikirkan itu membuat hati Cladia terasa bergejolak hebat, menyadari bahwa keberadaannya sudah membuat Ornado berada dalam masalah.


Dan membayangkan bahwa ada kemungkinan dia bisa saja kehilangan Ornado di masa depan, membuat Cladia hampir saja tidak bisa menahan airmatanya untuk turun, rasanya sangant menyakitkan bagi Cladia jika itu benar-benar terjadi.


Al… apa yang bisa aku lakukan jika kamu tidak lagi ada dalam kehidupanku di masa depan? Aku tidak bisa Al… aku tidak bisa jika harus hidup tanpamu. Al… apa yang akan terjadi padaku jika kamu tidak lagi ada di sisiku?


Cladia menangis dalam hati tanpa berani mengarahkan pandangannya pada Ornado, karenasaat ini dadanya terasa begitu nyeri dan ada sedikit rasa sesak karena membayangkan Ornado yang meninggalkannya.


Bagi Cladia, begitu menakutkan jika dia harus melihat bagaimana keputusan Ornado terhadap pemintaan Dario tentang tanda tangan surat perceraian itu.


Meskipun dalam hatinya Cladia yakin bahwa Ornado pasti akan menolaknya, namun Cladia takut jika Dario menyakiti Ornado karena hal itu.


Hah! Apa kamu sadar bahwa kamu sungguh orang yang terlalu percaya diri dan juga bodoh Dario! Ambisimu sudah membuatmu tidak tahu siapa yang sedang kamu hadapi sekarang! Kamu pikir kamu sedang menjadi seekor gajah yang menginjak seekor semut, padahal kamu adalah semut yang bermimpi menjadi seekor gajah. Tidak sadar bahwa kamu adalah seekor semut yang sedang berhalusinasi.


Ornado berkata dalam hati dengan mata pura-pura menatap dengan penuh konsentrasi pada berkas-berkas yang diberikan Dario padanya, padahal dia tidak perduli sama sekali dengan semua yang tertulis di lembaran kertas itu.