
"Ad, aku mohon, biarkan aku mengatur masalah tempat kerja Elenora. Aku janji akan berusaha mengajarinya dengan baik. Tapi untuk masalah kantor, biarkan aku yang mengurusnya." Mendengar perkataan James dengan nada memohonnya, Ornado terdiam sambil menatap lurus ke arah James.
"Ayolah Ad. Kamu tahu aku tipe orang yang suka bekerja dalam keadaan dan tenang tanpa diganggu keberadaan orang lain. Aku membutuhkan tempat dengan privasi penuh agar dapat bekerja dengan baik dan maksimal." James menambahkan sedikit kata-kata yang cukup membuat Ornado mengernyitkan dahinya untuk sedikit berpikir dan mempertimbangkan permintaannya tentang kantornya dan Elenora.
Selama James bekerja dengannya, memang James selalu memiliki ruangannya sendiri, karena Ornado tahu pasti tentang sosok James dalam bekerja, sehingga Ornado selalu memberikan kantor sesuai dengan keinginan James.
James, laki-laki yang selalu tampil ceria dan hangat itu, jika sudah serius dengan pekerjaannya, tidak akan membiarkan siapapun berada di dekatnya, apalagi menimbulkan suara-suara yang akan bisa mengganggu konsentrasi dan moodnya dalam bekerja.
Kebiasaan James itu, Ornado sudah cukup hapal dan mengetahuinya. Bahkan interior dan penataan kantornya, dimanapun James bekerja, dia sendiri yang akan mendesain dan mengatur semua tata letak.
Dan bahkan semua perabotan yang ada di dalam kantornya, James akan meluangkan waktunya untuk dia sendiri yang memilih bahan, model, dan tempat peletakannya.
Di balik sifat cerianya, James merupakan orang yang perfeksionis, dan akan menegur siapa saja yang ditemukannya tidak serius dalam bekerja dan asal-asalan dalam mengerjakan tugas yang diberikan olehnya.
(Perfeksionisme adalah keyakinan bahwa seseorang harus menjadi sempurna untuk mencapai kondisi terbaik pada aspek fisik ataupun non-materi. Seorang perfeksionis mengharapkan kesempurnaan dari diri sendiri maupun orang lain berdasarkan standar tertentu yang kadang tidak masuk akal dan tinggi. Mereka adalah orang-orang yang bekerja dengan sangat keras (atau bisa dibilang workaholic). Orang-orang yang perfeksionis akan melakukan berbagai cara untuk memastikan semua berjalan sesuai dengan kriteria dan rencananya. Jika yang ia lakukan belum memenuhi kriteria, ia akan terus mengulangi pekerjaan itu hingga benar-benar sempurna.
Perfeksionis akan memikirkan segala sesuatu dari hulu ke hilir. Ia adalah orang yang kritis dan akan memikirkan semuanya matang-matang karena ia membenci hal yang tidak berjalan dengan baik. Di satu sisi, menjadi perfeksionis merupakan sesuatu hal yang baik karena dapat menghasilkan kualitas pekerjaan yang sempurna).
Walaupun sikap James cenderung lebih hangat dan ramah terhadap orang lain, tapi sifat perfeksionisnya membuat orang benar-benar akan merasa takut jika melakukan kesalahan mereka di depan James yang tidak akan segan-segan menegur mereka dengan keras, dan bahkan memberikan sanksi atas kesalahan yang dilakukan para karyawan di tempat itu.
Apalagi hampir semua orang tahu posisi James sebagai tangan kanan Ornado di tempat itu, James memililiki kekuasaaan dan wewenang yang tidak kalah tinggi dibandingkan dengan Ornado.
"Ok, kali ini untuk urusan kantor aku percayakan padamu. Seperti katamu, Elenora adalah asistenmu, kamu bertanggung jawab penuh atas pekerjaan dan tugas-tugasnya. Kalau begitu, kamu aturkan saja ruangan yang paling dekat denganmu dan mudah aksesnya ke kantormu untuk Elenora." Akhirnya Ornado memilih untuk mengalah daripada terus berdebat dengan James.
Lagipula kebiasaan Ornado bukan orang yang suka ikut campur, kecuali orang yang bersangkutan meminta bantuan terlebih dahulu padanya.
Perkataan Ornado akhirnya cukup membawa angin segar di hati James yang sedari kehadiran Elenora pagi ini di kantor Bumi Asia sempat membuat suasana hatinya mendung dan sedikit kehilangan gairahnya dalam bekerja, jika mengingat siapa Elenora dan keberadaannya di tepat ini, juga apa tujuannya menjadi asisten pribadinya.
"Ok, karena kita sudah sepakat. Kalian bisa mulai membiasakan diri untuk bekerja sama. Apalagi hari ini aku berencana keluar kantor, dan siang nanti setelah jam makan siang baru kembali."
"Eh?" Perkataan Ornado yang diikuti dengan gerakan tubuhnya bangkit dari duduknya membuat James langsung memandang ke arah Ornado dengan salah satu alisnya naik ke atas dan berkomentar pendek dengan nada penuh tanda tanya.
"Mau kemana kamu Ad? Bukannya hari ini tidak ada jadwal keluar kantor?" James yang tahu betul jadwal harian Ornado langsung bertanya dengan ikut bangkit dari duduknya.
"Aku mau melakukan kunjungan ke kantor Sanjaya, melihat laporan hasil kerjasama kita dengan mereka setelah event besar yang kita adakan di Italia beberapa waktu lalu." Ornado berkata sambil sedikit menaikkan salah satu ujung bibirnya, berusaha sebisa mungkin bersikap senatural mungkin dengan ucapannya barusan.
Ornado berkata dalam hati sambil memberikan tanda kepada James melalui sorotan matanya agar tidak bertanya lebih jauh lagi tentang alasannya pergi ke kantor Sanjaya karena keberadaan Elenora yang tidak memungkinkan bagi dia untuk berterus terang seperti biasanya jika hanya ada dia dan James saja.
"Lho, bukannya pihak mereka sudah mengirimkan surel kepadamu kemarin?" Dengan tanpa rasa bersalah, James kembali meminta penjelasan kepada Ornado tentang rencana mendadaknya keluar kantor sepagi ini.
"Ada beberapa hal penting yang harus aku bahas langsung dengan Jeremy, tidak hanya sekedar lewat surel." Ornado tetap berkelit.
"Kan bisa kalian lakukan lewat telepon...."
Kata-kata terakhir dari James membuat mata Ornado kali ini langsung menatap tajam ke arah James, yang langsung mengerti bahwa Ornado tidak ingin dia terus melanjutkan pembicaraan tentang rencana kepergiannya ke kantor Sanjaya.
Ha ha ha ha! Kena kau! Memangnya aku tidak tahu menemui Jeremy hanya alibimu saja agar bisa bertemu dengan Cladia! Dasar Ad! Seperti anak SMA yang sedang jatuh cinta dan sibuk mencari cara untuk menarik perhatian dan mengejar gadis yang disukainya! Padahal mereka sudah menikah! Aneh-aneh saja!
Jeremy berkata dalam hati dengan tatapan mata puas bisa membuat Ornado sedikit terpojok.
Sebenarnya James bukannya tidak tahu bahwa selama beberapa hari Cladia meninggalkan kantor Bumi Asia, Ornado sudah seperti cacing kepanasan yang terlihat jelas tidak betah berada di dalam kantornya.
Beberapa kali mata Ornado selalu melihat ke arah handphonenya, berharap Cladia menyapanya walaupun sekedar lewat sebuah pesan singkat.
Bahkan hampir setiap saat dia melakukan panggilan telepon kepada James, untuk memastikan bahwa Cladia sedang baik-baik saja dan para pengawal wanita yang ditugaskan di sekitar Cladia, melakukan tugasnya dengan baik untuk menjaga istri tercintanya itu.
Foto-foto yang menunjukkan kegiatan Cladia selama di kantor Sanjaya hampir setiap waktu muncul sebagai laporan resmi ke handphone Ornado.
Dan setiap ada foto baru Cladia yang terkirim di ponselnya, selalu membuat Ornado mengembangkan senyum di wajahnya dengan tatapan penuh cinta mengamati foto-foto itu, sudah seperti anak muda yang sedang mendapatkan foto terbaru dari artis idolanya.
Tepat 10 menit sebelum waktunya makan siang, Ornado akan meminta Amalia yang merupakan asisten Cladia melaporkan tentang rencana makan siang Cladia siang itu, baik dimana makan siang Cladia, siapa yang menemaninya makan siang, dan menu apa yang dia inginkan untuk makan siang.
Karena sejak Cladia kembali ke kantor Sanjaya, beberapa hari ini jadwal makan siang Ornado dipenuhi dengan jadwal makan siang bersama para klien penting yang membuatnya tidak bisa melarikan diri untuk menyusul istrinya sekedar untuk menghabiskan waktu makan siang bersamanya.
"Oke, oke Ad. Kamu bisa pergi sekarang. Di sana Jeremy pasti sudah tidak sabar menunggu kedatanganmu." Akhirnya James berkata sambil menahan senyum gelinya.
Karena saat menyebutkan nama Jeremy barusan, James harus berusaha keras agar lidahnya tidak keseleo dan salah menyebutkan nama Cladia untuk menggoda Ornado yang rasanya terlihat begitu tidak sabar, sudah ingin segera berlari meninggalkan ruangan itu agar bisa secepatnya bertemu dengan Cladia.
"Ok, aku pergi dulu. Nanti sore kita akan bertemu dengan Dario di apartemen barunya. James, siapkan buah tangan untuk kita bawa ke apartemen baru Dario. Kita tidak mungkin datang dengan tangan kosong." Ornado berkata sambil berjalan menuju pintu keluar ruangan itu, meninggalkan James dan Elenora yang langsung terlihat canggung begitu Ornado pergi dari tengah-tengah mereka.