
“Baik Pak Ornado.” Dengan cepat Fred menjawab perintah dari Ornado.
"Kalau nanti James memintamu mengantar ke tempat yang jauh dan waktumu tidak cukup untuk menjemputku, aturkan sopir untuk membawa mobil bu Cladia yang ada di rumah untuk menjemputku. Pokoknya, siang ini turuti saja perintah dari James." Ornado kembali memberi perintah kepada Fred, berajaga-jaga kalau-kalau James meminta Fred untuk mengantarnya pergi ke tempat lain untuk menenangkan dirinya.
"Baik Pak." Begitu Fred menjawab perintahnya, Ornado menggerakkan salah satu kakinya, bersiap untuk keluar dari mobil.
“Ad.” Mendengar James memanggil namanya dengan wajah bersalah, Ornado kembali menoleh ke arah James, dan langsung menepuk bahu James.
“Hari ini aku akan memaafkanmu yang sudah berani membentakku tanpa alasan yang jelas. Tapi lain kali, aku bener-benar akan mengirimmu ke cabang kita yang ada di tempat paling terpelosok jika kamu berani melakukannya lagi.” Perkataan Ornado membuat James tersenyum karena bagi orang lain itu mungkin adalah sebuah ancaman yang menakutkan, tapi bagi James, itu adalah sebuah candaan dari Ornado untuk menghibur hatinya yang sedang kacau saat ini.
“Kita bicarakan tentang kedatangan Alvero nanti setelah aku kembali dari makan siang bersama Cladia. Sementara itu, lebih baik kamu memenangkan dirimu terlebih dahulu. Percuma kita membicarakan sesuatu jika pikiranmu sedang tidak fokus.” Ornado berkata sambil melangkah keluar dari mobil, tanpa menunggu tanggapan dari James.
Setelah Ornado keluar dari mobilnya, James langsung menghempasakan tubuhnya ke sandaran kursi yang ada di belakangnya.
Tidak mungkin… aku tidak mungkin sudah jatuh cinta pada gadis culun itu. Ketika masih kecil dulu aku selalu mencarinya, karena dia adalah gadis penurut yang akan selalu menuruti perintahku. Dan menggodanya adalah hal paling menyenangkan saat itu. Tidak ada alasan lain. Lagipula, di luar sana terlalu banyak gadis cantik, kenapa aku harus jatuh cinta padanya? Sebagai seorang Xanderson, bagaimanapun, aku tidak mungkin menikahi gadis yang tidak bisa menjaga penampilannya seperti dia. Bukan berarti istriku harus seorang gadis yang cantik, tapi paling tidak cara berdandan dan berpakaiannya tidak sekampungan Elenora.
James berkata dalam hati sambil memijat keningnya yang terasa tidak nyaman, dengan posisi kepala disandarkannya pada sandaran kursi dengan posisi sedikit mendongak.
“Sekarang Anda mau diantar kemana Pak James?” Setelah menunggu beberapa saat tidak ada perintah dari James, Fred langsung bertanya dengan kepala menoleh ke belakang, tempat kursi penumpang dimana James tampak duduk termenung.
“Antar aku ke restoran X, aku akan makan siang di sana.” James berkata dengan nada terdengar malas.
“Baik Pak James.” Fred segera menjawab perintah James.
“Tidak. Antar aku ke café Y saja. Suasana di café itu lebih tenang daripada restoran X.” Tiba-tiba saja James mengubah tujuannya.
“Baik Pak James.” Fred langsung menjawab dengan senyum tetap tersungging di bibirnya, tanpa terlihat sedikitpun rencana untuk membantah perintah James.
Namun hanya lewat beberapa detik kemudian, James menjauhkan punggungnya dari sandaran kursi dan menepuk bahu Fred pelan.
“Jangan Fred. Kita kembali saja ke kantor siang ini.” Begitu selesai menyelesaikan kata-katanya, James menghela nafasnya, membiarkan Fred menganggukkan kepalanya dengan kepala sedikit menoleh ke arah belakang tanpa banyak bicara.
Hal paling mendasar yang dipelajari oleh Fred sejak menjadi asisten Ornado adalah bagaimana dia harus bisa menjaga rahasia para pemimpinnya dengan baik.
"Fred, tolong percepat mobilnya, aku ingin beristirahat di kantor sebentar sebelum Ornado kembali ke kantor." James berkata sambil melirik ke arah jam Audermars Piguet varian Royal Oak yang melingkar dengan gagah di pergelangan tangannya.
(Merek jam tangan asal Swiss, Audemars Piguet varian Royal Oak mendapat perhatian lebih dari warganet, saat Chris Hemsworth tepergok memakainya. Seperti diberitakan sebelumnya, pemeran Thor -salah satu karakter dalam Marvel Cinematic Universe itu mengunggah foto di Instagram, dengan arloji berwarna emas tersebut di pergelangan tangannya. Jam tangan Audemars Piguet Royal Oak memang dikenal sebagai salah satu arloji paling laris sepanjang masa. Tak hanya Chris Hemsworth, sederet bintang dunia pun diketahui memiliki jam tangan bergaya vintage tersebut. Dirancang oleh Gerald Renta, item ini dijuluki sebagai jam mewah pertama di dunia yang masuk dalam kategori sporty. Sebutlah Patek Philippe, Piaget, dan juga Vacheron Constantin. Popularitas Royal Oak lalu dibuktikan dengan banyaknya selebritas pria yang menjadikan jam tangan ini sebagai pelengkap penampilan mereka. Drake, Will Smith, Anthony Davis, Justin Bieber. Salah satu slogan Audemars Piguet adalah To Break the Rules, You Must First Master Them).
"Apa saya perlu mengaturkan makan siang Pak James untuk diantarkan ke kantor siang ini?" Mendengar pertanyaan dari Fred, James hanya mendesah pelan.
"Tidak perlu, aku benar-benar kehilangan ***** makan siang ini. Aku ingin berada di kantorku saja sambil menunggu Ornado kembali." James berkata sambil memikirkan dia yang ingin segera mengistirahatkan otak dan tubuhnya di sofa empuk yang ada di kantornya.
# # # # # # #
Namun pada kenyataannya, begitu James memasuki lift yang awalnya sudah di pencet tombol ke lantai dimana ruangannya berada, tiba-tiba tangannya kembali memencet tombol ke lantai lain.
Dan... di sinilah James sekarang. Dengan penampilannya yang selalu rapi dan terlihat keren seperti Ornado.
Ditambah dengan wajah tampan dan postur tubuhnya yang terlihat atletis dan sempurna sebagai sosok pria idaman, membuat kedatangan James di kantin yang sudah mulai sepi karena jam istirahat hampir saja berakhair, cukup menjadi pusat perhatian.
Bahkan beberapa orang pegawai yang sudah bersiap meninggalkan kantin membatalkan niat mereka karena ingin melihat sosok James lebih lama lagi, seolah siang ini kantin sedang kedatangan seorang artis terkenal untuk melakukan sesi tandatangan dengan para penggemar.
Apalagi sosok tampan Ornado dan James tidak mudah untuk dilihat oleh para pegawai, terutama yang pekerjaannya tidak berhubungan dengan kedua orang petinggi di perusahaan Bumi Asia itu, membuat mereka enggan meninggalkan kantin itu.
Baik Ornado maupun James, adalah dua pemimpin di perusahaan itu yang ketampanan dan kharismanya selalu saja membuat orang berdecak kagum, dan membuat para pegawai, bahkan bukan hanya pegawai wanita begitu sulit untuk mengalihkan pandangan mereka dari kedua pemimpin mereka yang ketampanan dan pesonanya tidak kalah dengan bintang film Hollywood itu.
Sial! Kenapa tiba-tiba saja aku sudah berada di sini dan membiarkan diriku terlihat seperti orang bodoh yang kesasar karena tidak tahu arah tujuan perginya? Ornado benar-benar akan menertawakanku jika tahu aku berada di tempat ini sekarang.
James yang tadinya tanpa sadar membiarkan tubuhnya berjalan ke arah kantin sedikit mengomel dalam hati.