
"Terimakasih Al. Di masa depan, jangan menyembunyikan apapun dariku. Entah itu hal kecil atau besar. enak atau tidak enak didengar, berita bahagia atau menyedihkan. Tolong ingat keberadaanku sebagai istrimu yang berhak untuk tahu semuanya itu." Cladia berkata sambil berusaha menghentikan airmatanya, dan tersenyum lega di depan Ornado yang sedang menatap ke arahnya.
Maafkan aku amore mio, aku akan berusaha untuk bisa menepati janjiku sedikit demi sedikit, karena dalam beberapa hal, aku masih begitu sulit untuk memberitahukannya kepadamu, terutama tentang keterlibatanku di dunia mafia. Aku sungguh ingin kamu menjadi seorang wanita yang hidup normal, tanpa harus memikirkan hal-hal yang bisa membuatmu khawatir dan tidak bahagia.
Ornado berkata dalam hati, sambil berusaha membalas senyuman dari Cladia, yang membuatnya merasa sedikit bersalah karena untuk saat ini, belum semua hal yang bisa dia bagikan dan ceritakan pada Cladia, seperti yang diminta oleh istrinya barusan.
# # # # # # # #
Dave dan Laurel yang siang itu mampir ke kantor Cladia karena Ornado meminta waktu pada Dave untuk bertemu langsung disambut hangat oleh Cladia dengan senyum bahagianya melihat kehadiran Laurel.
Cladia langsung berjalan ke arah Laurel, memeluknya dengan erat dan mencium kedua pipinya dengan sikap hangat, membuat Dave maupun Ornado yang melihat bagaimana dekatnya hubungan antara istri mereka satu sama lain, hanya bisa melihat kedua wanita itu dengan tatapan dan senyum geli.
"Kalian ini... sudah seperti orang yang tidak bertemu selama bertahun-tahun, padahal baru beberapa hari lalu kita berpisah setelah berlibur cukup lama bersama." Ornado langsung mengucapkan komentarnya, yang membuat Cladia hanya bisa tersenyum tanpa mengucapkan sepatah katapun, sedang Laurel yang langsung mengambil posisi duduk tepat di sebelah Dave setelah melepaskan pelukannya dari Cladia, sedikit tertawa geli sambil menatap ke arah Ornado yang menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tindakan istrinya dan Laurel.
"Ad, bagiku dan Cladia, tidak bertemu sehari saja rasanya seperti berbulan-bulan, apalagi kalau tidak bertemu berhari-hari." Dave yang mendengar perkataan istrinya yang terlalu dibesar-besarkan, hanya bisa melirik ke arah Laurel sambil mengulum senyum di bibirnya.
"Kamu tahu sendiri kan Ad, sejak pulang dari berlibur, aku dan Dave sibuk dengan urusan rumah sakit, sedang kalian pasti juga sibuk mengurus pekerjaan di kantor, yang mau tidak mau pasti terbengkalai karena kita pergi cukup lama. Sehingga aku dan Cladia jangankan bertemu, saling berkirim pesan saja tidak sempat karena kesibukan kami." Perkataan Laurel langsung disambut dengan senyuman Cladia, yang membuat Ornado tahu bahwa istrinya itu sungguh mendukung perkataan Laurel.
"Ck ck ck, apa itu artinya Nyonya Shaw akan menolak dengan tegas jika kami mengajak kalian berlibur lagi?" Ornado langsung bersuara begitu mendengar keluh kesah Laurel.
"Ha ha ha. Tentu saja Ad... tentu saja tidak akan pernah menolak penawaran itu." Laurel berkata sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Ornado yang sedikit memelototkan matanya.
"Ist... dasar Laurel. Kalau tidak ingat kamu adalah calon mertua dari anakku, aku pasti tidak akan membiarkan kamu selalu menentang perkataanku...."
"Al..." Protes dari Cladia dengan memanggil namanya, membuat Ornado tertawa kecil.
"Bercanda lah amore mio. Mana berani aku mengusik nyonya Shaw kalau tidak ingin dihajar habis-habisan oleh tuan Shaw." Dave dan Laurel langsung tertawa mendengar ucapan Ornado.
"Cla, suamimu itu benar-benar suka sekali merendah. Padahal kamu tahu, dia memiliki kemampuan lebih dibanding orang lain. Aku mana bisa mengalahkan dia, apalagi menghajarnya. Kalau aku berani melakukan itupun, bisa-bisa aku sendiri yang babak belur. Belum lagi istriku akan membiarkanku tidur di luar kamar jika aku berani bertengkar dengan Ad yang sudah dianggapnya seperti kakaknya sendiri. Bisa merana aku. Lebih baik aku tidak mengambil resiko itu." Cladia dan Laurel langsung tertawa mendengar perkataan panjang dari Dave yang biasanya tidak banyak bicara itu.
"Aku juga mana berani mencari masalah dengan calon besan. Bisa-bisa Bee marah padaku karena aku dianggap mengganggu calon mertuanya. Dan yang paling menakutkan bagiku, dia tidak lagi mau dikunjungi lagi olehku di dalam sana." Kali ini kata-kata Ornado membuat baik Cladia dan Laurel wajahnya memerah, sedang Dave memilih sedikit menoleh, mengalihkan pandangan matanya, untuk berpura-pura tidak mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Ornado barusan.
Dave memang laki-laki pendiam, namun romantis dan selalu memanjakan Laurel, tapi hanya jika mereka sedang berdua, tidak seperti Ornado yang selalu bersikap mesra pada Cladia, kapanpun dan dimanapun.
Ornado sendiri tampak tenang dan tidak merasa bahwa kata-katanya sudah membuat wajah istrinya merah padam.
"Ah, ya, tunggu sebentar...." Cladia berkata dengan cepat dan bersiap untuk bangkit berdiri dari duduknya di samping Ornado.
Namun dengan sigap, Ornado langsung meraih pergelangan tangan Cladia untuk mencegahnya pergi dari sampingnya.
"Amore mio, bukannya kamu sudah meminta Amalia untuk mengatur suguhan untuk mereka?"
"Eh, iya juga." Dengan kikuk Cladia akhirnya kembali duduk seperti posisinya semula.
"Tung... gu sebentar Laurel, sebentar lagi Amalia pasti datang membawakan kalian minuman." Sikap gugup Cladia membuat Ornado menatapnya dengan tatapan gemas.
Kalau aku tidak ingat ini sedang di kantor dan ada Dave juga Laurel di sini, sepertinya aku akan menciummu habis-habisan amore mio.
Ornado berkata sambil mengalihkan pandangan matanya dari sosok cantik istrinya, sebelum hasrat dan gairahnya semakin menggebu dan tidak lagi dapat dibendung.
Dimanapun dan kapanpun, asal ada Cladia di sampingnya, entah kenapa Ornado merasa begitu mudah hasrat dan gairahnya terpancing.
Bagi Ornado, rasanya setiap saat, setiap waktu ingin sekali dia memanjakan dan bermanja dengan istrinya tercintanya itu.
"Dave, aku sengaja mengajakmu kemari karena ada pembicaraan penting yang harus kita lakukan secepat mungkin sebelum semuanya terlambat untuk ditangani." Dave yang mendengar perkataan Ornado yang terlihat begitu serius langsung mengernyitkan dahinya.
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi Ad? Kenapa kamu terlihat begitu serius dan... terlihat tegang?" Dave bertanya sambil memajukan tubuhnya, menjauhkan punggungnya dari sandaran sofa yang dia duduki.
"Aku akan langsung ke inti permasalah agar kita berdua bisa secepatnya mencari jalan keluarnya. Ketika kita berlibur, sebenarnya, salah satu pabrik yang merupakan anak perusahaan Bumi Asia, dan juga kantor pusat di Bumi Asia sudah diserang oleh hacker." Dave langsung membulatkan matanya mendengar perkataan dari Ornado tentang hacker yang berusaha masuk dalam sistem komputernya.
Begitu juga dengan Laurel, dokter cantik itu tidak bisa menyembunyikan rasa kagetnya begitu mendengar masalah hacker.
Dan tanpa sadar, baik Laurel dan Dave terlihat langsung saling berpandangan satu sama lain, sambil mengernyitkan dahinya, begitu mendengar perkataan Ornado barusan.
"Tung... tunggu Ad. Ketika kita berlibur bersama keluarga Gracetian kemarin? Jika benar itu yang terjadi… Itu sungguh Aneh... sangat-sangat aneh." Kali ini Ornado dan Cladia yang terlihat saling berpandangan dengan tatapan bingung, karena kata-kata Laurel barusan.
Note: Untuk para pembaca tercinta, mohon maaf karena episode berikutnya diusahakan akan up siang nanti, karena kesibukan author, sehingga belum bisa menyelesaikan episode berikutnya. Happy reading for you all.