
"Dante! Apa semuanya sudah siap?" Dario berkata sambil memandangi foto Cladia sambiL menyungingkan senyum di wajahnya yang tampan, namun tatapan matanya yang dingin dan kejam, tidak bisa menyembunyikan bahwa laki-laki-laki itu sungguh mengerikan.
"Saya sudah mendapatkan feedback dari semua tim yang bekerja Tuan. Hari ini juga, kita akan mengerahkan para hacker terbaik yang sudah kita rekrut, untuk menyerang semua sistem keamanan data semua perusahaan yang berada di bawah naungan Grup Xanderson secara bersamaan." Dante berkata dengan wajahnya yang terlihat serius.
"Dan juga, tuan Shaw sudah membuka jalan dengan menyelundupkan beberapa bahan baku yang tidak food grade, dan juga sudah menyelipkan sedikit bahan baku dari obat-obatan terlarang ke dalam food manufactur milik Grup Xanderson. Orang yang kita persiapkan, sudah menghubungi pihak berwenang agar melakukan penyergapan di gudang milik perusahaan mereka, agar mereka tidak bisa lagi berkelit." Dante meneruskan penjelasannya kepada Dario yang tampak senang dengan apa yang sudah dilaporkan oleh Dante padanya.
"Yang terakhir, perhiasan yang akan dipamerkan dan dijual di acara lelang terbuka oleh Grup Xanderson sudah diganti dengan perhiasan palsu, dan kita sudah menyiapkan orang-orang kaya yang dan berpengaruh yang akan bekerja sama untuk berpura-pura membeli perhiasan itu, dan akan melakukan tuntutan setelah itu untuk meminta pertanggungjawaban dari Grup Xanderson karena perhiasan palsu yang mereka beli. Apakah kita sudah siap dengan itu Dante?" Dario mengingatkan kepada Dante tentang usaha lain yang akan mereka lakukan pada Ornado.
"Tentu saja sudah Tuan. Para ketua mafia yang berhasil menyeberang ke pihak kita, mereka juga sudah siap untuk melakukan penyerangan secara fisik jika diperlukan." Dante menambahkan info kepada Darion tentang apa yang sudah dipersiapkannya untuk menghadapi Ornado.
"Tidak... tidak perlu seperti itu Dante! Jika kita bergerak secara langsung menyerang Ornado, akan ada banyak pengikut setia dan juga tim keamanan khususnya yang akan menyerang kita balik. Kita akan membuat Ornado keluar dari tempatnya, tanpa pengawalan. Setelah itu, dia akan berada di bawah kekuasaan kita." Dario berkata sambil mengangkat gelas piala di tangannya ke arah foto Cladia, seolah sedang mengajak Cladia bersulang.
"Dan satu-satunya cara untuk membuatnya keluar adalah dengan mengambil Cladia dari sisinya. Dengan begitu, dengan sukarela dia akan menghampiri kita. Setelah itu, apapun bisa kita lakukan untuk menaklukkannya, termasuk membuatnya melepaskan Cladia." Begitu mengakhiri kata-katanya, Dario tertawa terkekeh, dengan sikap percaya dirinya, karena sudah menyiapkan banyak hal secara bersamaan untuk menyerang Ornado dari segala arah.
"Dante! Pastikan bahwa Tuan Shaw melakukan semuanya dengan baik. Kita harus membuat seolah-olah apa yang dilakukan oleh Tuan Shaw, itu di bawah perintah Shaw Corporation, sehingga korporasi mereka juga akan mengalami dampak besar seperti Grup Xanderson, agar mereka runtuh secara bersamaan dan tidak bisa saling menolong satu dengan yang lain. Saat pihak berwenang melihat bahwa kedua Grup raksasa itu memang melakukan kegiatan illegal, mereka berdua akan mengalami kejatuhan yang menyakitkan. Rasanya aku begitu tidak sabar melihat kehancuran Grup Xanderson." Sebuah tawa tergelak langsung terdengar dari bibir Dario setelah menyelesaikan kata-katanya.
# # # # # # #
Elenora yang sedang duduk di atas tempat tidur dan bersandar pada bahu James yang juga sedang duduk berselonjor dan bersandar di sandaran tempat tidur sambil tangannya terus bergerak mengelus kepala Elenora, tampak tersenyum bahagia, meskipun Elenora harus kalau mengakui tubuhnya terasa lelah karena percintaan mereka sebelumnya, yang dilakukan oleh James tidak cukup hanya sekali.
Elenora berkata dalam hati sambil tangannya yang melingkar di pinggang James memeluk pinggang itu dengan erat, dan hidungnya yang mancung beberapa kali menarik nafas dalam-dalam, menikmati bau tubuh James yang membuatnya merasa begitu nyaman.
James sengaja meminta cuti beberapa hari kepada Ornado untuk menghabiskan waktunya berdua dengan Elenora, untuk menebus saat-saat yang sudah hilang sejak pernikahan mereka dulu.
Elenora hanya bisa mengikuti kemauan James untuk mereka berlibur beberapa hari sebelum kembali ke Indonesia, dan mengatur untuk mengadakan pesta pernikahan mereka.
Awalnya James ingin mengadakan pesta pernikahan mereka di Italia terlebih dahulu, tapi Carina menolak mentah-mentah rencana James.
Bagi Carina, pernikahan James harus disiapkan dengan sebaik mungkin, dan itu tidak mungkin terjadi jika waktunya terlalu dekat.
Karena itu Carina sengaja membiarkan James untuk mengadakan pesta pernikahan mereka di Indonesoa terlebih dahulu sambil dia menyiapkanm pesta besar untuk James dan Elenora di Italia.
Untuk Carina, tidak ada bedanya pesta itu diadakan lebih dahulu di Indonesia atau Italia, karena sebenarnya mereka berdua juga sudah sah sebagai suami istri hampir sebulan yang lalu.
Setiap mengingat itu, masih saja meninggalkan rasa kesal di hati Carina pada James, tapi melihat James benar-benar menikahi Elenora, membuat Carina menahan diri untuk tidak selalu marah pada James karena kasus itu, berusaha untuk bisa memaafkan James karena sempat tidak menghargai posisinya sebagai orangtua.
"Ti amore, jangan memancingku kembali." James berkata lembut begitu dirasakannya jari-jari tangan Elenora yang tiba-tiba saja mulai bergerak dan mengelus dadanya yang masih belum mengenakan pakaiannya.