My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
HUTANG YANG TERBAYAR



Namun, pada akhirnya tidak ada satupun dari mereka yang bisa selamat dari hajaran laki-laki itu.


Dan begitulah nasib mereka sekarang, babak belur di seluruh tubuh mereka, mulai dari wajah sampai kaki mereka, dengan wajah bingung karena mereka tidak tahu kenapa laki-laki itu menghajar mereka tanpa ampun, sedangkan mereka merasa tidak mengenal dan pernah terlibat dengan laki-laki itu.


Dengan menahan sakit di seluruh tubuhnya, salah seorang preman itu menanyakan alasan dibalik tindakan laki-laki itu, sedang peman yang lain sibuk mengumpat karena merasa menjadi korban salah sasaran dari laki-laki yang tidak mereka kenal sebelumnya.


Begitu mendengar pertanyaan dari salah satu preman dan umpatan dari para preman yang lain itu, James langsung membuka masker yang menutupi wajahnya, membiarkan para preman itu menatapnya, memperhatikannya dengan seksama, dan berusaha mengingat tentang sosoknya, yang sebenarnya sudah melakukan hal yang sama kepada mereka bertahun-tahun lalu, malam dimana mereka berusaha untuk memperkosa Elenora.


Untuk beberapa saat, mereka menatap dengan pandangan menyelidik ke arah sosok James sambil menahan sakit.


Sampai pada akhirnya, begitu mereka mengingat siapa laki-laki yagn ada di depannya, mereka saling berpandangan dengan sikap bingung.


Bagaimana bisa mereka melupakan wajah James, laki-laki yang bertahun-tahun lalu sempat menghajar mereka hingga beberapa dari mereka harus datang ke rumah sakit karena kulit mereka yang sobek dan harus dijahit.


Satu-satunya laki-laki yang pernah membuat mereka babak belur dengan cukup parah meskipun dia hanya seorang diri waktu itu.


Dan sekarang, James kembali menghajar mereka tanpa ampun, membaut mau tidak mau, mereka mengingat kejadian malam itu, dan siapa laki-laki tampan yang sedang berdiri dengan wajah marahnya di depan mereka.


"Tuan, waktu itu Tuan sudah menghajar kami, dan itu sudah berlalu bertahun-tahun yang lalu, tapi kenapa Tuan kembali mengumpulkan kami dan menghajar kami kembali?" Mendengar pertanyaan itu, James mendekat ke arah mereka, sambil berlutut dengan satu kaki di depan mereka, lalu menunjukkan foto Elenora tanpa kacamata, tanpa kepangan rambut jadulnya.


"Ingat siapa wanita ini?"


Mereka semua hanya terdiam mendengar pertanyaan dari James, dengan pandangan matanya yang terlihat sinis menatap wajah-wajah preman yang membuatnya sungguh muak, dan jika saja dilegalkan, tidak segan-segan James menghabisi mereka semua.


Elenora, gadis yang terlihat begitu cantik, mungkin wanita tercantik yang pernah mereka temui, dan membuat mereka lupa diri sehingga membuat mereka berniat memperkosanya, sedangkan perjanjian awal dengan Serafina mereka hanya diminta untuk mencegahnya datang menemui James, dan juga mengancamnya, agar ke depannya dia tidak lagi berani tampil cantik... tidak mungkin mereka tidak mengingat gadis cantik itu.


"Tolong! Tolong hentikan Tuan! Kami tidak mengenal wanita itu, saat itu kami tanpa sengaja bertemu dengannya di jalan!" Emosi James kembali tersulut mendengar jawaban dari salah satu preman yang lainnya.


"Beraninya kalian bicara seperti itu! Bahkan aku memiliki bukti tentang isi percakapan kalian dengan orang yang sudah membayar kalian untuk mengganggu gadis itu! Bahkan bukti transfer sejumlah uang! Aku memiliki semua bukti itu!" James berteriak dengan nada kesal.


"Kemana perginya uang itu, kalian pikir aku tidak tahu? Dua diantara kalian bahkan menggunakan uang itu untuk menyewa wanita panggilan waktu itu!" James kembali berteriak dengan emosi, membuat para preman itu hanya bisa saling berpandangan dengan wajah bingung, tidak menyangka bahwa apa yang mereka lakukan pada waktu itu, laki-laki di depan mereka sekarang itu bsia mengetahuinya dengan begitu detail.


Hal itu membuat mereka semakin yakin bahwa laki-laki di depannya itu bukan orang sembarangan, dan itu cukup membuat mereka gentar dan khawatir.


"Tuan, beritahu kami siapa wanita itu, mungkin kami bisa membuktikan bahwa kami tidak... melakukan apapun pada wanita itu. Waktu itu kami hanya sebatas membuatnya takut." James mendengus kesal mendengar perkataan dari salah satu preman itu.


"Kalau begitu biar aku yang memberitahu siapa dia! Wanita ini adalah istriku! Wanita yang bertahun-tahun lalu hampir kalian perkosa! Dan beraninya kamu mengatakan bahwa saat itu kalian hanya ingin membuatnya takut! Dasar kalian para sampah masyarakat!" James yang sudah berdiri dari berlututnya, menendang perut salah satu dari mereka.


"Setelah bertahun-tahun berlalu. Aku berharap kalian bertobat! Tapi ternyata kalian tidak berubah sama sekali! Karena itu kali ini kalian harus menerima hukuman kalian!" James kembali berkata dengan suara keras dan tatapan mata sinis, sekaligus dipenuhi dengan kemarahan.


"Tuan! Kami tidak mengerti maksud Tuan!"


James memberikan kode lewat tangannya, begitu mendengar kata-kata preman itu.


Begitu melihat kode yang diberikan oleh James, salah satu dari para pria berbadan tegap yang mengikutinya langung mendekat, sambil memberikan sebuah map kepada James.


"Jika saja beberapa tahun ini kalian bertobat dan tidak lagi melakukan kejahatan, aku tidak akan merasa sayang untuk memaafkan dan melepaskan kalian! Tapi pada kenyataannya, sampai detik ini kalian tetap melakukan kejahatan!" James berkata dan dengan gerakan sedikit kasar, James membuka map itu, dimana di sana terdapat beberapa kertas yang tiap beberapa lembarnya dijadikan satu dengan staples.