My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
KEPUTUSAN ORNADO YANG MENGAGETKAN



Elenora langsung memandang ke arah Ornado yang terlihat tenang, bahkan tidak menunjukkan wajah khawatir sedikitpun, meskipun boleh dibilang kasus hacker bukanlah kasus biasa yang bisa dianggap remeh.


Selama ini, dengan aura wibawa dan tegas yang selalu terlihat dari sosok Ornado, memang laki-laki itu selalu terlihat lebih tenang dan selalu bisa menguasai keadaan dibanding orang lain saat mengetahui ada masalah yang sedang terjadi, seolah tidak ada masalah apapun yang bisa membuatnya mengalami jalan buntu dan jatuh dari posisinya di puncak, seperti yang sekarang ini.


Sosok Ornado selalu saja terlihat hebat karena selalu saja memiliki jawaban dan jalan keluar untuk setiap masalah yang sedang terjadi, membuat orang-orang di sekitarnya selalu saja dibuatnya kagum.


“Ah…. Itu… sebenarnya aku sudah menambahkan sistem pengamanan yang sudah dilakukan oleh Alex sebelumnya. Hanya saja, dengan tipe hacker yang berusaha menembus sistem keamanan data itu, sistem pengamanan itu mungkin hanya bertahan sebentar. Kalau ingin membuat sistem keamanan yang terbaik, harus dilakukan langsung di server yang ada di kantor pusat.” Elenora berusaha menjelaskan kondisi yang terjadi saat ini.


“Aku yakin dengan info lokasi hacker yang tadi aku kirimkan, dalam waktu singkat hacker itu pasti bisa tertangkap. Hanya saja, kalau kemari nada hacker yang berusaha memasuki sistem keamanan data di perusahaan pernyamakan kulit, dan hari tiba-tiba saja entah kebetulan atau tidak, ada hacker yang berusaha menembus sistem keamanan data di kantor Bumi Asia. Sepertinya kita harus bersiap jika ada hacker lain yang berusaha mencoba lagi untuk menerobos masuk.” Perkataan Elenora membuat James memandanginya dengan tatapan takjub.


Elenora yang biasanya selalu tampil tidak percaya diri, dengan penampilannya yang culun dan kampungan, saat ini terlihat begitu percaya diri saat berbicara di depan Ornado tentang IT, dan juga penampilannya yang banyak berubah karena pakaian-pakaian pemberian Cladia, membuat Elenora seperti seorang pakar yang sedang memberikan sesi pengajaran dalam sebuah seminar.


Apalagi, Elenora tidak hanya sekedar percaya diri dalam berkata-kata, tapi semuanya sudah dia buktikan bahwa dia memang memiliki kemampuan dalam hal itu.


“Apa cara yang dipakai oleh hacker kemarin dan hari ini sama Elenora?” Ornado bertanya sambil melirik ke arah mobil van, dimana Alex sudah ada di sana untuk melakukan pengecekan kembali.


“Tidak, mereka dua hacker yang memiliki cara yang berbeda. Untuk hacker yang baru saja beraksi, dia melakukan aksinya dari jarak jauh. Aku sempat berkomunikasi dengan salah seorang temanku di Amerika, sepertinya, hacker ini bukan hacker sembarangan. Mereka tergabung dalam sebuah kelompok hacker, yang akan melakukan apapun demi uang. Bahkan seperti yang kamu tahu, lokasi hacker yang baru saja beraksi ini ada di luar negeri.” Ornado sedikit mengangguk-anggukan kepalanya mendengar penjelasan dari Elenora.


“Benar, Alex juga melaporkan hal itu padaku. Karena itu aku meminta Afro untuk segera mengurusnya. Untuk urusan di luar negeri ini, lebih baik aku mempercayakan kepada Afro dan timnya dari Italia. Mereka pasti akan segera memberikan kabar terbaru sebentar lagi.” Ornado berkata sambil memandang ke arah James yang membuatnya menggeleng-gelengkan kepalanya karena penampilannya yang masih mengenakan pakaian renangnya.


Ornado merasa geli melihat bagaimana paniknya James tadi, sehingga tanpa berpikir panjang langsung meninggalkan pantai dan langsung menemui Elenora setelah mendengar kabar dari Alex.


Sedang Ornado sendiri,tadi  memilih untuk berpamitan kepada Alvero dan Dave sebelum dia meninggalkan pantai Kelingking.


Dan pastinya Ornado cukup tahu diri untuk membersihkan diri dan berganti pakaian sebelum pergi menemui Elenora dan yang lain.


Haist…. Dasar James….  Berlagak acuh tak acuh dan tidak perduli, tapi setiap kali  dia mendengar berita apapun tentang Elenora, langsung panik dan langsung bertindak tanpa berpikir panjang.


Ornado berkata dalam hati sambil menahan tawa gelinya melihat saudara sepupunya yang satu itu.


“Tidak masalah Ad, dengan senang hati aku akan membantu di sana jika diijinkan. Karena seperti yang kamu tahu, sebenarnya aku bukanlah bagian dari tim IT. Aku tidak mau orang salah paham dan ada yang merasa aku sok tahu.” Jawaban Elenora membuat Ornado tersenyum tipis, sedang James terlihat kaget dan merasa tidak nyaman karena tiba-tiba ada rasa takut yang dirasakan oleh James.


Takut jika tanpa persetujuannya, akhirnya Ornado benar-benar langsung memindahkan Elenora ke tim IT, dan Elenora benar-benar menerima penawaran Ornado, sehingga akan membuat gadis itu akan jauh darinya, karena jauhnya tempat kerja James dengan tim IT.


Kepala James terasa berdenyut begitu membayangkan bagaimana dia akan kehilangan kesempatan untuk sering-sering bertemu dengan Elenora, atau mengawasi kinerja Elenora dari balik kaca kantornya, yang tanpa sadar ternyata beberapa waktu ini sudah menjadi kebiasaan menyenangkan bagi James melakukan hal itu….


Mengawasi Elenora tanpa gadis itu menyadari tindakan James yang pelan-pelan mulai menjadikan itu kebiasaan yang membuatnya merasa senang.


“Ah, terimakasih Elenora. Aku akan segera mengaturkan jet pribadiku untuk mengantarmu pulang kembali. Dan setelah urusan server di sini selesai. Aku berharap kamu mau meluangkan waktumu untuk melakukan pengecekan server perusahaan yang ada di Italia.” Perkataan Ornado langsung membuat mata James melotot.


A… apa? Ad… akan mengirim Elenora kembali ke Italia? Mana boleh Ad melakukan hal itu pada Elenora tanpa seijinku? Tidak! Kali ini aku hanrus benar-benar menolak keinginan Ornado tentang hal itu! Sampai 7 hari ke depan, harusnya Ad tidak ikut campur dalam urusanku dengan Elenora!


James menjerit dalam hati, dan langsung bergerak mendekat ke arah Ornado yang sedang berbicara serius dengan Elenora dalam posisi saling berhadap-hadapan.


James yang masih dalam pakaian renangnya dan mendekat ke arahnya, membuat Elenora langsung mundur selangkah sambil mengalihkan pandangan matanya ke samping, membuat Ornado hampir saja tertawa tergelak, karena sikap Elenora sungguh mengingatkannya akan sikap dan tingkah laku Cladia sebelum menerimanya sepenuh hati sebagai suami.


Meskipun untuk saat ini, kadang Cladia masih menunjukkan sikap kaget saat Ornado tiba-tiba saja berada di dekatnya, namun wanita cantik itu tidak pernah lagi menolak saat Ornado memperlakukannya dengan mesra melalui sentuhan-sentuhan lembutnya.


Bahkan tidur sambil memeluk tubuh Ornado bukan lagi menjadi hal aneh bagi Cladia yang sejak kehamilannya justru kecanduan dengan bau tubuh Ornado, apalagi saat Ornado baru selesai mandi.


Sehingga setiap kali Ornado selesai mandi, sikap Cladia kepada Ornado sudah seperti kucing yang bertemu majikan kesayangannya, sibuk berputar-putar di sekeliling tubuh majikannya sambil mengendus-endus dengan sikap manja.


“Ad… untuk masalah Elenora kembali secepatnya ke kantor Bumi Asia aku bisa mengerti, dan aku setuju untuk itu. Tapi, untuk rencanamu untuk menyuruh dia kembali ke Italia, aku tidak setuju. Masih banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan sebagai sekretarisku beberapa waktu ini.” James langsung menyampaikan protesnya kepada Ornado yang langsung mengernyitkan dahinya begitu mendengar James berkata dengan nada protesnya, lalu tersenyum tipis.