My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
PERINTAH UNTUK PERGI



“Jangan pergi dulu…. Tunggu aku sebentar….” James berkata kepada Elenora dengan cara menggerakkan bibirnya, tanpa mengeluarkan suara, meminta agar Elenora tidak pergi, dengan sedikit menarik tangan Elenora yang ada dalam genggamannya.


Dan tindakan James itu, tentu saja membuat tubuh Elenora tersentak kaget, dengan dada yang bergetar hebat.


Ap… apa maksudnya James? Kenapa dia menahanku sambil memegang tanganku dengan begitu erat?


Elenora berkata dalam hati dengan sikap gugup, karena meskipun dia sudah duduk kembali di tempatnya semula, James tetap menggenggam erat tangannya di atas meja kerjanya.


“Bukan masalah itu James, yang ingin aku bahas denganmu. Pabrik penyamakan kulit kita yang ada di kota B sedang ada masalah. Ada beberapa karyawan yang melakukan aksi mogok bekerja. Sepertinya ada provokator yang mencoba merusak kondisi perusahaan yang selama ini kondusif.” Perkataan Ornado membuat mata James langsung melotot.


(Menurut para ahli, Arti Kondusif adalah suatu situasi atau kondisi yang mendukung terlaksananya sesuatu hal, atau situasi yang mengarahkan kemungkinan terjadinya sesuatu sesuai yang diinginkan. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kondusif adalah suatu kondisi yang tenang dan tidak kacau balau, serta mendukung untuk terjadinya suatu aktivitas atau tujuan tertentu).


“Wah… sepertinya ada yang sengaja mencoba mengail ikan di air keruh Ad. Itu pasti karena kita sudah menindak tegas pelaku perusakan kualitas leather kita di sana. Pasti ada pihak-pihak yang tidak terima, dan berusaha menghasut karyawan kita.” James langsung mengeluarkan pendapatnya, karena sejak dia dan Ornado memutuskan untuk memecat karyawan yang menjadi biang kerok di perusahaan penyamakan kulit itu, beberapa peristiwa tidak mengenakkan mulai bermunculan, dan beberapa kasus dilakukan oleh orang-orang yang memiliki hubungan cukup dekat dengan karyawan yang di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) itu


(Peribahasa memancing di air keruh bisa diartikan dengan orang yang mencari kesempatan di tengah situasi yang kacau).


Mulai dari peristiwa bagaimana kualitas dari leather yang akan mereka import yang ternyata bermasalah karena tindakan beberapa orang yang tidak menjalankan SOP perusahaan, hacker yang mencoba meretas data perusahaan, sampai hari ini terjadi aksi mogok kerja oleh beberapa pekerja.


(SOP atau Standard Operating Procedure adalah kumpulan peraturan, pedoman, atau acuan yang dibuat suatu perusahaan untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab masing-masing individu dalam perusahaan, serta menjadi salah satu alat penilaian kinerja bagi instansi pemerintah maupun non-pemerintah, usaha maupun non-usaha, berdasarkan indikator-indikator teknis, administratif, dan prosedural sesuai tata kerja, prosedur kerja, dan sistem kerja pada unit kerja yang bersangkutan).


“Meski demo itu dilakukan oleh beberapa karyawan saja, tapi itu cukup mengganggu aktifitas perusahaan. Lagipula, kamu tahu aku paling tidak suka jika ada orang yang berusaha mengekspos apa yang terjadi di perusahaanku. Aku sudah meminta pimpinan di sana untuk menahan pergerakan mereka. Tapi aku sedang mencurigai sesuatu.” Ornado berkata sambil berjalan sedikit menjauh dari yang lain, yang sedang bersantai menikmati pemandangan laut di depan mereka.


“Karena itu, sepertinya, kamu harus turun tangan dan pergi ke sana untuk menyelesaikannya sampai tuntas. Supaya tidak adalagi kejadian seperti ini ke depannya, dan juga untuk melakukan penyelidikan tentang kecurigaanku. Selidiki semua orang yang bekerja di sana, tidak terkecuali, meskipun itu pegawai paling rendah, atau pimpinan tertinggi di sana.” James sedikit membeliakkan matanya.


Beberapa waktu ini, James sudah memiiki rencana untuk memperbaiki hubungannya dengan Elenora, sekaligus mencari info tentang peristiwa di masa lalu.


Tapi dengan perintah Ornado barusan, berarti James harus merelakan dirinya untuk sementara jauh dari sosok Elenora yang sudah membuat James begitu kelimpungan.


“James?” Ornado langsung memanggil James karena beberapa saat setelah dia berhenti bicara, James tidak menanggapi perkataannya.


“Eh… iya Ad.”


“Ah… akan aku usahakan secepat mungkin Ad. Beri aku waktu sehari dua hari….” Akhirnya James menjawab pertanyaan Ornado dengan ragu.


“Ada apa denganmu hari ini James? Apa ada sesuatu yang sudah terjadi? Kenapa sikapmu terasa aneh hari ini.” Ornado langsung mencerca James dengan berbagai pertanyaan, karena tidak biasanya James mengulur-ulur waktu jika dia memerintahkannya untuk berangkat ke suatu tempat.


Apalagi dengan jiwa petualang yang dimiliki James dalam bidang bisnis, jika ada masalah di Grup Xanderson, dimanapun tempatnya, itu akan menjadi hal yang paling disukai oleh James, yang akan membuatnya tanpa berpikir panjang akan langsung berangkat ke lokasi untuk melihat langsung apa yang terjadi.


Bagi James, menemukan cara untuk menyelesaikan masalah di perusahaan, menjadi hal yang menantang dan membuatnya bersemangat, tapi tidak untuk saat ini, yang ingin lebih fokus pada hubungannya dengan Elenora untuk sementara waktu.


“Ah, tidak ada yang terjadi Ad, hanya ada beberapa urusan kecil di sini yang harus aku selesaikan lebih dahulu.” James mencoba untuk berkelit dari pertanyaan Ornado yang hanya tersenyum tipis.


O, ya? Sepertinya tidak seperti itu. Apa kamu ingin membodohiku James? Sepertinya memang ada sesuatu yang sedang terjadi padamu. Apa itu berhubungan dengan Elenora? Sebaiknya aku segera menyelidiki tentang itu. Aku rasanya sudah gerah sekali melihat bagaimana dua orang itu bersikap seperti anjing dan kucing yang tidak pernah akur, padahal diam-diam saling menyimpan rasa.


Ornado berkata dalam hati, sambil menaikkan salah satu ujung bibirnya, dengan otaknya yang encer langsung berpikir cepat untuk secepat mungkin bertindak, terhadap hubungan Elenora dan James.


“Oke kalau begitu. Kamu urus keberangkatanmu kesana bersama pimpinan perusahaan di sana. Persiapkan dirimu dengan  baik, aku rasa kepergianmu kali ini akan memakan waktu cukup lama.” Ornado berkata tanpa menyadari bahwa hati James terasa kembang kempis karena membayangkan harus berpisah lama dari Elenora, sedangkan hubungan mereka belum membaik.


“Ad….”


“Sorry James, Cladia sepertinya sedang mencariku. Kalau begitu, kamu urus keperluanmu dulu, setelah itu secepatnya kamu harus pergi ke kota B untuk membereskan masalah di sana. Terus update ke aku jika ada perkembangan kondiksi di sana.” Tanpa menunggu James menanggapi perkataannya, apalagi memberikan kesempatan pada James untuk menegosiasikan keputusannya, Ornado langsung menutup panggilan teleponnya, membuat James mendesah pelan, dan tanpa sadar melonggarkan pegangan tangannya pada Elenora.


Elenora yang sedari tadi menunggu James melepaskan tangannya, tidak menyia-nyiakan kesempatan, langsung menarik tangannya.


Gerakan tangan Elenora yang mendadak membuat James langsung memandang ke arah Elenora.


Sepertinya kamu masih saja berniat menjaga jarak denganku. Hah, padahal aku harus segera pergi ke kota B dan meninggalkanmu, padahal kondisi hubungan kita belum ada perkembangan. Mau tidak mau sepertinya aku harus menunda rencanaku untuk mengajak Elenora berlibur agar bisa mendekatinya dan membiarkan dia membuka dirinya untukku.


James berkata dalam hati sambil menghela nafasnya, merasa berat harus pergi meninggalkan Elenora, sedangkan dia ingin sekali segera memberekan masalah diantara mereka.