My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
PEMBELAAN JAMES UNTUK SANG ISTRI



Semua orang di kantor Bumi Asia ini tahu, bahwa James orang yang ramah, tapi saat dia marah, tidak ada seorangpun yang akan berani menatap wajahnya sedikitpun.


“Dan kamu Dea! Bereskan semua berkas-berkas itu! Ketik ulang dengan jari-jarimu sendiri tanpa meminta copy file dari Elenora! Setelah itu cetak dan siapkan di meja kerjaku, maksimal besok pagi sebelum jam 8 pagi. Cek dengan baik sebelum semua berkas itu berada di atas mejaku! Jangan ada satu katapun yang susunannya berbeda dengan yang sebelumnya.” Dea langsung terbeliak mendengar perintah dari James, tentu saja dengan kepalanya yang tertunduk, James tidak bisa melihat bagaimana mata Dea yang melotot kaget karena perintah dari James barusan.


Kaki Dea terasa lemas karena mendengar perintah James itu. Berkas-berkas yang sebagian masih berserakan itu, tidak mungkin dalam waktu satu atau dua jam bisa diselesaikan, karena dalam berkas-berkas itu, Dea bukan hanya saja harus mengetik tapi juga harus mengolah data, untuk disajikan dalam bentuk grafik.


Belum lagi data-data itu harus dia kumpulkan dari berbagai departemen lain, yang bisa jadi tidak serta merta bisa langsung memberikan apa yang Dea minta karena merekapun memiliki kesibukannya sendiri.


Dengan kemampuannya yang cukup handal sebagai salah satu orang yang bekerja di devisi kesekretariatan, Dea tahu untuk dia dapat menyelesaikan berkas-berkas itu, dia perlu waktu lebih dari 6 jam, sedangkan pekerjaan lainnya yang harus diselesaikan juga hari ini ada begitu banyak.


Di satu sisi, jika Dea harus mendahulukan perintah dari James, pekerjaan rutinnya akan terbengkalai, dan itu artinya bonus gaji bulan ini akan terpotong karena dia dianggap tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai target.


Akan tetapi, di sisi lain, jika dia mendahulukan pekerjaan rutinnya, Dea tahu jika dia berani menentang James, bukan hanya gaji bulan ini yang hilang, tapi bisa jadi, namanya akan hilang begitu saja dari daftar nama karyawan perusahaan Bumi Asia.


Membayangkan itu, saat ini kepala Dea benar-benar merasa pusing, karena artinya hari ini bisa-bisa dia tidak pulang ke rumah akibat harus menyelesaikan tugas-tugasnya hari ini.


“Ba… baik Pak James.” Pada akhirnya, meskipun Dea tahu dirinya tidak akan bisa pulang tepat waktu malam ini, mau tidak mau dia harus mengiyakan perintah dari James.


“Elenora, apa kamu baik-baik saja?” Tanpa menanggapi jawaban iya dari Dea, James berjalan mendekat ke arah Elenora, menanyakan kondisinya sambil mengamati sosok Elenora, membuat Dodi maupun Dea sedikit tersentak kaget, melihat bagaimana perhatiannya James pada Elenora.


Elenora sendiri merasa kikuk karena sikap James yang menurutnya terlalu berlebihan.


Akan tetapi, di sisi lain, Elenora merasa lega James tidak memarahinya habis-habisan, seperti aygn tadi dipikirkannya, dan sempat membuatnya sedikit khawatir sekaligus takut.


“Sa… saya baik-baik saja Pak James, terimakasih.”


“Ah, syukurlah, tadi aku melihatmu sempat jatuh terduduk, apa benar kamu baik-baik saja?” Sambil bertanya, tangan James rasanya ingin sekali terulur dan membalikkan tubuh Elenora, memastikan bahwa bagian belakang tubuh Elenora baik-baik saja, tidak memar ataupun sakit.


Ah, mungkin Elenora sengaja menghindar dariku kerena ada si anak kemarin sore itu dan Dea.


James mencoba berpikir positif agar dirinya mulai belajar menghargai pendapat dan keinginan Elenora sebagai istrinya.


Pak James melihat Elenora terjatuh? Berarti dari awal, ada kemungkinan pak James melihat apa yang sudah aku lakukan pada Elenora. Benar-benar celaka. Meskipun pak James dan Elenora tidak memiliki hubungan apapun, seorang pak James yang begitu perduli para karyawannya, pasti akan memberiku hukuman karena sudah berani dengan sengaja mengerjai Elenora. Akh… aku benar-benar sial hari ini. Setelah ini, aku pasti tidak akan selamat.


Dea berkata dalam hati dengan kedua tangannya saling bertaut dan saling meremas, dengan sikap yang menunjukkan ketakutannya setelah melihat bahwa James ternyata melihat semua aksi jahatnya kepada Elenora.


Eh, kenapa pak James terlihat begitu perduli pada Elenora hari ini? Apa di Bali ada sesuatu yang terjadi antara mereka berdua? Tapi melihat bagaimana kerasnya pak James pada Elenora dan seringnya pak James mencari-cari kesalahan Elenora selama ini, sepertinya pak James tidak menyukai Elenora yang aku dengar memang posisinya sebagai sekretaris pak James bukanlah keinginan pak James.


Dodi yang dengan diam-diam, mencuri pandang ke arah Elenora dan James secara bergantian, berusaha keras untuk menabak-nebak apa yang terjadi antara Elenora dan James yang tidak dia ketahui.


“Saya benar-benar baik-baik saja. Pak James, saya bisa menggantikan semua berkas itu sekarang juga. Saya hanya tinggal mencetaknya dan….”


“Daripada kamu sibuk dengan tugas yang sudah aku serahkan ke Dea, lebih baik kamu siapkan semua dokumen lain yang masih memerlukan tanda tangan dan pengecekan dariku sebelum aku pergi keluar kota.” James berkata dengan nada terlihat tidak senang karena Elenora masih saja berusaha membantu Dea.


“Eh, baik Pak James.” James langsung tersenyum begitu mendengar jawaban dari Elenora.


Setelah itu dengan langkah tenang, James menggerakkan tubuhnya untuk masuk kembali ke kantornya, meskipun sebenarnya dia masih ingin bersama dengan Elenora, sayangnya di sana masih terlihat keberadaan Dodi dan Dea yang membuat mood James memburuk, meskipun mereka berdua memiliki alasan berbeda bagi James untuk merasa tidak nyaman berada di dekat dua orang itu.


Yang satu membuat James tidak nyaman karena sudah berani mengganggu istrinya, yang satu, membuat James terlihat kesal setiap memandangnya, karena dalam pengamatannya selama ini, Dodi sepertinya dari awal memiliki ketertarikan kepada Elenora, sama seperti Alex, dan juga Gavino.


Tidak aku sangka penggemarmu ternyata banyak juga. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana banyaknya laki-laki lain lagi yang akan mengantri untuk bisa menjadi kekasihmu jika kamu berani menata rambutmu dan melepaslkan kacamatamu. Untungnya aku sudah memilikimu sebagai istriku yang sah, sehingga mereka semua tidak lagi memilki kesempatan untuk memperebutkanmu denganku.


James berkata dalam hati dengan sikap terlihat bangga, karena merasa dirinya sebagai pihak yang memenangkan pertandingan penting dan sudah berhasil mengalahkan banyak orang.