
Meski Ornado adalah orang yang tidak banyak bicara, kecuali dengan orang yang dianggapnya dekat, tapi dia tahu persis orang seperti apa Dario. Dan dia tahu dia tidak bisa sembarangan bertindak untuk melawan Dario yang nekat dan tidak pernah berbelas kasihan pada orang lain.
Ornado menarik nafas panjang begitu memikirkan tentang bagaimana kecewanya papanya jika mendengar tentang Dario. Dan entah apa yang akan dilakukan papanya kepada Dario untuk masalah itu.
Ornado bersyukur semenjak pagi papanya tidak ada di rumah, sehingga dia bisa mencari waktu yang tenang untuk memberitahu papanya tentang Dario.
Dan yang pasti, sepertinya itu bukan hari ini, karena diapun saat ini masih berusaha menenangkan dirinya sendiri mendengar cerita Jeremy tentang begitu kejamnya Dario, dan keinginannya yang tidak terkendali untuk memiliki Cladia.
"Ad...." Suara James terhenti begitu mendengar ada panggilan telepon dari handphone Ornado.
Ornado langsung meraih handphonenya yang tergeletak di atas meja, apalagi ada nama Afro terpampang jelas di sana.
"Hallo Afro."
"Ad, sepertinya ada masalah besar di tempat kita sekarang. Kamu harus segera datang ke kantor." Ornado tampak mengernyitkan dahinya begitu mendengar perkataan Afro yang jelas terdengar khawatir itu.
"Apa yang sudah terjadi Afro? Kenapa kamu terdengar panik?" Dengan sikap tetap tenang Ornado segera menanggapi perkataan Afro.
"Sistem komputer kita di kantor tiba-tiba hang. Dan celakanya sepertinya ini tidak hanya terjadi di kantor pusat kita, tapi hampir seluruh cabang dan anak perusahaan kita mengalami hal yang sama. Aku baru saja mendapat laporan dari mereka." Afro berkata dengan nada cepat.
(Pengertian hang adalah keadaan komputer dimana satu program, atau seluruh sistem berhenti menanggapi input atau masukkan. Yang paling sering terjadi misalnya semua jendela program diam tak beroperasi meskipun kursor mouse masih bergerak di layar, dan keyboard tidak dapat bekerja. Kursor mouse dapat juga terjebak dalam bentuk yang menunjukkan bahwa masih dalam proses loading yang lama.
Namun ada hang yang lebih parah yang mempengaruhi seluruh sistem, sehingga menyebabkan seluruh jendela program tidak merespon masukan baik dari keyboard maupun dari mouse.
Untuk sistem operasi Windows 7 dan Windows vista, umumnya hang selalu diawali dengan Blue Screen of Death (layar biru) atau sebuah peringatan untuk pengguna.
Hang tidak hanya terbatas pada komputer pribadi, komputer Server bisa juga menjadi hang. Dalam kasus tersebut, server berhenti untuk merespon permintaan. Hang pada komputer jenis ini biasanya ditangani dengan cara yang jauh lebih kompleks daripada sebuah tombol on / off atau tombol reset).
"Hari ini, tim kita yang bekerja menggunakan komputer, tidak ada satupun yang dapat bekerja, karena semua komputer mengalami blue screen dan semua sistem tidak bisa bekerja." Afro kembali mengucapkan kata-katanya sambil matanya melirik ke arah luar kantornya melalui kaca di depannya. Dilihatnya beberapa orang sibuk berlarian kesana kemari untuk mengatasi masalah komputer di tempat mereka.
"Oke Ad, aku akan segera melakukannya. Aku tunggu kedatanganmu di sini. Sampai nanti."
Begitu sambungan telepon antara dia dan Afro terputus, Ornado langsung memandang ke arah James yang sedari tadi ikut serius mendengarkan pembicaraan antara Afro dan Ornado, karena dilihatnya wajah Ornado yang juga terlihat sangat serius sejak menerima panggilan telepon barusan.
"Apa yang terjadi Ad? Sepertinya serius sekali?" Ornado menarik nafas panjang sebelum mulai berbicara.
"Sepertinya ada yang sedang mencoba kekuatan kita, Grup Xanderson. Hampir di seluruh kantor perusahaan kita saat ini, komputer mengalami gangguan. Komputer hang sehingga orang kita tidak bsia mengakses data komputer kita di server." Penjelasan Ornado membuat bukan hanya James, tapi Cladia dan Jeremy, apalagi Elenora tampak membeliakkan mata mereka karena kaget.
"James, kita harus ke kantor pusat sekarang, Afro sedang menunggu kita di sana bersama tim IT terbaik kita." Ornado berkata sambil bengkit dari duduknya, lalu menoleh dengan sedikit menunduk, memandang ke arah Cladia, yang mendongakkan kepalanya dan menatap ke arah Ornado dengan wajah khawatir.
"Boleh aku ikut ke kantormu Al?"
"Kantor kita amore mio." Ornado berkata sambil tersenyum dengan tangannya terulur ke arah Cladia untuk membantunya berdiri.
Di tengah pikirannya yang tidak tenang karena peristiwa yang sedang terjadi di kantor, James sedikit menyunggingkan senyuman melihat bagaimana Ornado di tengah badaipun akan selalu bisa tersenyum jika itu untuk Cladia.
Sekilas James melirik ke arah Elenora yang ternyata juga sedang memandang ke arah Ornado dan Cladia.
Seketika James menarik nafas lega, karena sekarang bukan hanya Ornado, dia juga bisa merasakan bahagia dan indahnya dunia bersama wanita yang sangat dicintainya, Elenora Bianchi.
"Ad... bolehkah...? Aku ikut dengan kalian? Mungkin... aku bisa sedikit... membantu?" Tiba-tiba Elenora berkata dengan nada ragu kepada Ornado, karena sekarang posisi mereka sedang di Italia.
Bagaimanapun, Elenora merasa tidak bisa bergerak dengan bebas jika ada di Italia, karena kedua orangtuanya yang tidak pernah tahu kemampuannya di bidang IT, dan selama ini selalu mengajarkannya untuk menjadi sosok wanita akan menganggap bahwa yang disukai Elenora itu seharusnya merupakan pekerjaan untuk kaum adam.
Di negara semaju itu, entah kenapa pikiran orangtua Elenora masih saja terlihat kolot. Tapi bagi Elenora yang menghormati orangtuanya, selama itu bukan sesuatu yang buruk, dia tidak keberatan untuk mengikutinya.
Sedangkan Ornado sedikit tersenyum dengan sikap geli melihat Elenora yang masih saja terlihat mudah gugup dan tidak percaya diri meski wanita itu sudah menjadi istri seorang James Xanderson.