My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
PERSAHABATAN YANG INDAH



"Dan jangan lupa, seperti kakakmu, aku sungguh berharap jika saat itu tiba, kamu datang bersama suami atau minimal dengan kekasihmu. Rasanya tidak sabar menerima undangan pernikahanmu dan kembali berkunjung ke Gracetian." Ornado berkata sambil melirik ke arah Alaya yang kembali meringis, sedang Deanda dan yang lain tersenyum, kecuali Alvero yang selalu tampak serius jika orang sudah membicarakan tentang pasangan hidup Alaya kelak.


Bagi Alvero, sebagai raja Gracetian, sekaligus kakak kandung dari Alaya, masalah suami Alaya di masa depan, membuatnya tidak bisa berpura-pura acuh tak acuh dan berpura-pura tidak perduli.


Bahkan masalah itu cukup membebani pikirannya, karena bagaimanapun, dia ingin yang terbaik buat Alaya, tapi juga yang membuatnya bahagia.


"Tanpa harus menunggu undangan pernikahanku, harusnya Kak Ornado bisa langsung datang ke Gracetian jika memang berkunjung kesana. Itu akan menjadikan kesempatan bagus untuk kak Alvero membalas semua hal yang sudah Kak Ornado lakukan untuk kami semua beberapa waktu ini." Perkataan Alaya langsung disambut dengan anggukan kepala oleh Vincent, Larena, maupun Deanda.


Setelah semua hal yang sudah dilakukan oleh Ornado selama mereka semua berada di negara ini, membuat mereka sedikit banyak juga ingin agar mereka juga bisa menjamu Ornado dengan baik saat berkunjung ke Gracetian.


"Itu bisa jadi agenda liburanku selanjutnya Alaya. Tapi saat kamu berlibur kembali ke tempat ini... kalau bisa sih, jangan mengajak kakakmu, daripada aku kena omelan jika aku terpaksa mengajakmu berlibur lebih lama dari liburan kali ini. Padahal aku sudah memiliki rencana liburan panjang untukmu, agar kamu puas menikmati keindahan negara ini. Atau dia akan menghajarku karena kamu menemukan jodohmu di tempat ini, di negara yang tidak mengenal tentang pembedaan stratifikasi sosial yang mencolok seperti di Gracetian, sehingga ada golongan rakyat jelata dan kaum bangsawan." Alvero yang awalnya termenung, langsung menoleh ke arah Ornado yang justru mencebikkan bibirnya sambil mengangkat kedua bahunya begitu melihat Alvero menatapnya dengan tajam menggunakan mata hazelnya.


(Stratifikasi sosial merupakan penggolongan kelompok masyarakat dalam berbagai lapisan-lapisan tertentu. Menurut etimologi bahasa, stratifikasi berasal dari bahasa Yunani yakni stratum, yang berarti lapisan. Pitirim A. Sorokin, mendefinisikan stratifikasi sosial sebagai perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam lapisan kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis) dengan perwujudannya adalah kelas tinggi dan kelas yang lebih rendah).


"Al, mereka sudah akan kembali ke Gracetian sebentar lagi, jangan membuat kesal. Tidak baik berpisah dalam keadaan memendam rasa tidak enak di hati. Apalagi setelah ini mereka akan melakukan perjalanan yang cukup jauh." Perkataan Cladia membuat Alvero dan Ornado sama-sama tertawa kecil.


"Tenang saja Cla, suamimu itu memang suka sekali menyerang dan menjatuhkan orang lain. Aku sudah cukup terbiasa dan tidak akan ambil pusing dengan perkataannya barusan." Cladia langsung tersenyum lega begitu Alvero mengatakan hal itu, dan melihat bagaimana Ornado dan Alvero sama-sma tertawa dan saling menepuk bahu satu dengan yang lain.


"Mana bisa aku dan Alvero saling bermusuhan dan sakit hati. Sama seperti aku dan Dave yang akan segera menjadi besan setelah anak-anak kita dewasa. Betul kan Dave?" Dave yang mendengar perkataan Ornado hanya tertawa tanpa mengiyakan pertanyaan Ornado yang seringkali mengingatkannya tentang bagaimana keinginan besarnya untuk menjodohkan kedua anak mereka di masa depan.


"Siapa juga yang ingin kalian bermusuhan. aku berharap kebersamaan indah diantara kita hari ini bisa terus berlanjut, meskipun untuk beberapa waktu ke depan, kita akan berpisah antara jarak dan juga waktu. Semoga itu tidak membuat hubungan kita menjadi renggang." Perkataan Laurel yang berdiri di samping Cladia yang duduk dan Deanda yang berdiri tidak jauh darinya langsung tersenyum.


Cladia langsung menggenggam tangan Laurel yang berada di sandaran kursinya, dan Deanda langsung memeluk pinggang Laurel.


Tindakan ketiga wanita cantik itu membuat ketiga suami mereka langsung saling berpandangan dan tertawa senang, merasa ikut bahagia melihat kedekatan para wanita cantik itu satu dengan yang lain.


"Oke, sepertinya sudah waktunya bagi kami untuk berpamitan. Sekali lagi terimakasih untuk sambutan mengesankan yang sudah kami dapatkan selama di sini. Juga kebersamaan kita yang pastinya akan menjadi kenangan indah dan bisa kita ulang lagi ke depannya." Alvero berkata sambil bangkit dari duduknya, dan berjalan mendekat ke arah Deanda yang segera menggerakkan tubuhnya ke samping, dan langsung memeluk Laurel.


“Aku juga senang sekali bisa mendapatkan kesempatan untuk bisa dekat denganmu. Hati-hati di jalan.” Laurel membalas perkataan Deanda.


Setelah itu Deanda langsung mendekat ke arah Cladia yang baru saja bangkit dari duduknya.


"Terimakasih Cla. Bertemu dan bisa mengenalmu menjadi pengalaman yang luar biasa bagiku." Perkataan Deanda sukses membuat Cladia tersenyum lembut.


“Sama-sama, aku juga sangat beruntung bisa mengenalmu dan belajar tentang banyak hal. Jangan lupa untuk memberi kabar setibanya di sana. Meskipun rasanya tidak mungkin, tapi aku berharap secepatnya kitab isa bertemu lagi.” Cladia berkata dengan kedua lengannya memeluk erat tubuh Deanda yang juga memeluknya, setelah mencium pipi Cladia dengan sikap yang menunjukkan bahwa Deanda menyanyangi wanita yang ada di depannya sekarang seperti saudara kandung.


Meskipun mereka berdua baru saja bertemu dan saling mengenal, baik Deanda, Cladia dan Laurel bisa merasakan sebuah chemistry yang begitu kuat diantara mereka bertiga.


(Chemistry adalah perasaan yang bertaut dan terkoneksi dengan orang lain secara naluriah. Sederhananya, chemistry adalah rasa saling terhubung satu sama lain yang membuat Anda menginginkan lebih.


Tidak harus dalam hubungan romantis, chemistry juga bisa berbentuk hubungan pertemanan dan pekerjaan. Menurut sebuah penelitian tentang chemistry, kesamaan antar individu sangatlah penting dalam membangun chemistry. Saat pertama kali bertemu seseorang, jika kita merasakan setidaknya beberapa kesamaan, kita mungkin lebih merasa nyaman mengungkapkan informasi tentang diri sendiri, karena yakin orang lain akan memahami kita. Merasa dipahami sangat penting untuk membentuk ikatan rasional.


Penelitian tersebut juga menyebutkan mengenai peran chemistry dalam sebuah hubungan. Salah satu variabel yang dianggap penting adalah teori penetrasi sosial yang mengatakan individu cenderung membahas beragam topik di awal suatu hubungan. Diskusi awal ini mengungkapkan lebih banyak informasi pribadi. Dengan menyeimbangkan antara keterbukaan diri dan privasi, hubungan persahabatan maupun romantis tetap terjaga.


Secara keseluruhan, komponen inti dari persahabatan dan hubungan romantis adalah tidak menghakimi, memiliki kesamaan, saling tertarik, percaya, dan komunikasi yang lancar.


Bisa dikatakan chemistry adalah hal penting dalam hubungan karena inilah yang membuat hubungan langgeng. Selain chemistry, komitmen juga penting saat menjalani hubungan.


Dan kedekatan ketiga wanita cantik itu semakin erat karena didukukung oleh keakraban suami mereka satu dengan yang lain.


# # # # # # #


Ornado baru saja melangkahkan kakinya memasuki kantor Sanjaya bersama Clad0ia disampignnya, untuk kembali bekerja setelah dua hari lalu Alvero beserta keluarga dan timnya dari Gracetian kembali ke Gracetian, ketika dilihatnya layar handphonenya sedari tadi menyala dan ada nama James tertera di sana, menunjukkan bahwa James sedang melakukan panggilan telepon untuknya.