
Untuk beberapa saat Cladia mengagumi keindahan pantai Kelingking yang terlihat dari tebing itu, sampai dia tidak menyadari bahwa Ornado tiba-tiba saja sudah tidak ada di dekatnya.
Setelah Cladia sadar Ornado tidak lagi ada di sampingnya, dengan memegang dadanya yang mulai berdebar-debar, kepalanya langsung menoleh ke kanan dan ke kiri, hingga di dengarnya sebuah suara dentingan piano dari arah belakangnya.
Cladia langsung tersenyum lega begitu melihat sosok tampan suaminya, Ornado yang sedang duduk bersiap melakukan duet piano bersama Alvero, sedang tidak jauh dari sana, tampak Dave yang duduk dengan gitarnya, mulai memetik senar gitarnya, bersiap mengiringi permainan piano Ornado dan Alvero.
(Duet piano terjadi saat dua orang bermain piano menggunakan satu piano. Sedang jika dua orang memainkan dua piano berbeda, secara bersamaan disebut dengan duo piano).
Setelah melihat Ornado, Alvero, dan James mulai memainkan musiknya, Cladia langsung berjalan ke arah Laurel dan Deanda yang tampak langsung melambaikan tangannya ke arah Cladia, meminta agar Cladia duduk di samping mereka berdua yang juga tampak kaget melihat ketiga pria tampan itu melakukan hal yang tidak mereka duga sebelumnya.
Baik Cladia, Laurel, maupun Deanda memang sempat bertanya-tanya, kenapa ada piano di tempat itu, tapi mereka tidak pernah menyangka bahwa ketiga pria tampan itu sengaja membuat kejutan untuk mereka dengan memainkan sebuah lagu cinta bagi istri mereka.
Sebuah lagu yang cukup popular di masa lalu, yang dipopulerkan oleh Bryan Adams dengan judul have you really love a women (apa kamu benar-benar mencintai seorang wanita).
To really love a woman,
Untuk benar-benar mencintai seorang wanita,
To understand her,
Untuk memahaminya,
You’ve got to know her deep inside …
Kamu harus mengenalnya jauh di dalam …
Hear every thought,
Mendengar setiap pikiran,
See every dream,
Lihatlah setiap mimpinya,
And give her wings when she wants to fly.
Dan berikan sayapnya saat dia ingin terbang.
Then when you find yourself lying helpless in her arms …
Kemudian ketika kamu menemukan kamu terbaring tak berdaya di pelukannya …
You know you really love a woman
Kamu tahu kamu sangat mencintai seorang wanita
When you love a woman,
Bila kamu mencintai seorang wanita,
Kamu mengatakan kepadanya bahwa dia benar-benar diinginkan
When you love a woman,
Bila kamu mencintai seorang wanita,
You tell her that she’s the one.
Kamu mengatakan kepadanya bahwa dia adalah satu-satunya.
She needs somebody, to tell her that it’s gonna last forever.
Dia membutuhkan seseorang, untuk mengatakan kepadanya bahwa itu akan berlangsung selamanya.
So tell me have you ever really … really, really ever loved a woman?
Jadi, beritahu aku apakah kamu pernah benar-benar … benar-benar mencintai seorang wanita?
To really love a woman,
Untuk benar-benar mencintai seorang wanita,
Let her hold you,
Biarkan dia memelukmu,
Till you know how she needs to be touched.
Sampai kamu tahu bagaimana dia butuh untuk disentuh.
You’ve got to breathe her, really taste her,
Kamu harus menghirupnya, benar-benar merasakannya,
Till you can feel her in your blood.
Sampai kamu bisa merasakannya dalam darahmu.
And when you see your unborn children in her eyes …
Dan saat kamu melihat anak-anakmu yang belum lahir di matanya …
You know you really love a woman.
Kamu tahu kamu sangat mencintai seorang wanita.
When you love a woman,
Bila kamu mencintai seorang wanita,
Kamu katakan kepadanya bahwa dia benar-benar diinginkan.
When you love a woman,
Bila kamu mencintai seorang wanita,
You tell her that she’s the one.
Kamu katakan kepadanya bahwa dia adalah satu-satunya.
She needs somebody, to tell her that it’s gonna last forever.
Dia membutuhkan seseorang, untuk mengatakan kepadanya bahwa itu akan berlangsung selamanya.
So tell me have you ever really … really, really ever loved a woman?
Jadi, beritahu padaku apakah kamu pernah benar-benar … benar-benar mencintai seorang wanita?
You’ve got to give her some faith,
Kamu harus memberinya beberapa keyakinan,
Hold her tight, a little tenderness.
Pegang erat-erat, sedikit kelembutan.
You’ve got to treat her right.
Kamu harus memperlakukannya dengan benar.
She will be there for you taking good care of you …
Dia akan berada di sana untukmu merawatmu dengan baik …
You really gotta love your woman.
Kamu benar-benar mencintai wanitamu.
And when you find yourself lying helpless in her arms,
Dan ketika kamu mendapati dirimu terbaring tak berdaya dalam pelukannya,
You know you really love a woman.
Kamu tahu kamu sangat mencintai seorang wanita.
When you love a woman,
Bila kamu mencintai seorang wanita,
Kamu katakan kepadanya bahwa dia benar-benar diinginkan.
When you love a woman,
Bila kamu mencintai seorang wanita,
You tell her that she’s the one.
Kamu katakan kepadanya bahwa dia adalah satu-satunya.
She needs somebody, to tell her that it’s gonna last forever.
Dia membutuhkan seseorang, untuk mengatakan kepadanya bahwa itu akan berlangsung selamanya.
So tell me have you ever really … really, really ever loved a woman?
Jadi, beritahu padaku apakah kamu pernah benar-benar … benar-benar mencintai seorang wanita?
So tell me have you ever really … really, really ever loved a woman?
Jadi, beritahu padaku apakah kamu pernah benar-benar … benar-benar mencintai seorang wanita?
So tell me have you ever really … really, really ever loved a woman?
Jadi, beritahu padaku apakah kamu pernah benar-benar … benar-benar mencintai seorang wanita?
Lagu dengan nada yang cukup ceria, namun arti dari lirik lagu itu cukup menyentuh bagi ketiga wanita cantik yang sedang duduk berjajar, melihat sekaligus menikmati keindahan permainan musik ketiga pria hebat itu, dan juga menikmati suara merdu dari Ornado yang menyanyikan lagu itu dengan matanya yang sesekali melirik ke arah Cladia dan melempar senyum manis pada wanitanya itu.
Mendengar lagu itu, bukan hanya Cladia, Laurel dan Deanda, namun semua yang lain, yang ada di sana langsung fokusnya beralih kepada ketiga pria tampan itu.
Alaya langsung tersenyum sambil sesekali bertepuk tangan pelan mendengar lagu itu.
Terlihat jelas bahwa putri cantik dari Gracetian itu sangat menikmati pertunjukan hari ini.
Sedang Vincent yang awalnya berdiri berdampingan dengan Larena, ikut menikmati alunan musik itu sambil tangannya bergerak melingkar ke bahu Larena, dan sedikit menarik tubuh istrinya itu agar berada dalam rengkuhan lengannya.
Larena sendiri langsung mendongakkan kepalanya dan tersenyum ke arah Vincent dengan tatapan mata begitu bahagia, kembali disadarkan bahwa saat ini bukanlah sekedar mimpi, dia bisa kembali berada di sisi laki-laki yang begitu dicintainya itu, setelah sekian lama mereka harus terpisah.