
Wajah Ornado terlihat begitu jelas merasa begitu bersalah, dan matanya yang biru mulai berkaca-kaca karena begitu menyesal sudah bersikap ceroboh kali ini, membuat Dario memiliki kesempatan untuk memanfaatkan kelengahannya, mengambil Cladia darinya.
Amore mio… apa yang terjadi padamu saat ini? Apa kamu baik-baiks aja? Apa kamu terluka? Bagaimana jika mereka yang tidak tahu tentang kondisimu tanpa sengaja menyentuhmu? Akh….
Ornado berkata dalam hati dengan sikap frustasi.
“Jangan menyalahkan dirimu Ad, semua memang perbuatan kurang ajar Dario. Walaupun terdengar tidak masuk akal, tapi aku merasa Dario tidak akan menyakiti Cladia, karena dia begitu menginginkan Cladia. Maaf Ad, sejak kecil aku sudah pernah melihat beberapa peristiwa yang membuatku percaya bahwa Dario memang menyukai Cladia sejak dahulu. Dan selama aku meliaht mereka berdua dulu ketika kecil. Di depan Cladia, Dario cenderung bersikap tenang. Semoga saja perkiraanku tidak meleset, bahwa Dario yang begitu menyukai Cladia tidak akan berbuat kasar pada Cladia.” James berkata sambil menepuk-nepuk bahu Ornado sekilas sebelum akhirnya menerima panggilan telepon dari Elenora.
Di tengah-tengah James menerima panggilan telepon dari Elenora, sebuah pesan baru masuk ke handphone Ornado yang langsung membukanya.
Apa kabar Ad? Adikku tersayang? Saat ini Cladia aman bersamaku. Dia sedang tertidur nyenyak. Aku juga tidak akan bertindak bodoh dengan membuatnya ketakutan dan histeris saat aku meminta anak buahku membawanya tadi. Karena itu aku membiarkannya tertidur sebelum membawanya. Dan aku berharap, saat dia terbangun, dia bisa melihatmu dan belajar merelakanmu pergi dari hidupnya. Karena itu dengan penuh cinta aku mengundangmu untuk datang ke tempatku. Dan aku berharap kamu tidak berbuat bodoh dengan membawa banyak orang bersamamu, atau selamanya kamu tidak akan mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan Cladia lagi. Aku akan menunjukkan lokasi tempat kami berada sekarang secara bertahap. Untuk sekarang, pergilah ke arah barat kota Roma.
Pesan dari Dario membuat tangan Ornado terkepal dengan sangat erat.
Berani menyentuh amore mio barang seujung rambutnya… kamu sedang mencari mati! Aku benar-benar akan membunuhmu!
Ornado berteriak dalam hati dengan kemarahan yang begitu meluap, meskipun dari kata-kata Dario, Ornado tahu sadar kalau Dario tahu tentang kelemahan Cladia, tentang traumanya terhadap laki-laki.
“Ad.” James yang baru saja menutup panggilan teleponnya dengan Elenora memanggil pelan nama Ornado dan berjalan mendekat ke arah Ornado yang wajahnya tampak memerah, dengan mata birunya yang menyipit dan menunjukkan bagaimana emosinya dia saat ini.
“Ti amore berhasil menemukan lokasi tempat Cladia berada. Apa ada sesuatu yang terjadi Ad? Kenapa kamu terlihat sangat marah?” Pertanyaan James dijawab oleh Ornado dengan menyodorkan handphonenya kepada James, yang langsung mendengus dengan wajah kesal.
“Semakin lama sepertinya Dario ini semakin berani dan kurang ajar saja. Aku akan segera siapkan orang-orang ktia untuk menyerbu kesana Ad!” James berkata dengan nada suara tinggi karena ikut emosi melihat bagaimana pesan yang sudah dikirimkan oleh Dario kepada Ornado, yang jelas-jelas ingin Ornado datang kesana untuk mencelakainya.
“Sayangnya Dario tidak sebaik itu Uncle Alberto. Dia justru meminta Ad untuk datang ke tempatnya, untuk mengucapkan kata perpisahan pada Cladia.” Perkataan James membuat Alberto mundur dua langkah dengna wajah pucat.
“Dario… bisa-bisanya dia bertindak seperti itu?” Alberto bermumam pelan dengan wajah yang begitu jelas menyiratkan rasa sedih dan kecewanya terhadap Dario yang dibesarkannya dengan tulus seperti anaknya sendiri itu.
“James, siapkan anggota pasukan khusus kita yang terbaik. Kamut ahu apa yang harus dilakukan oleh mereka. Aku akan mencoba mengulur waktu dengan Dario, sehingga kamu memiliki waktu untuk mengatur mereka. Beritahu Afro tentang hal ini. Aku dan dia sudah mengatur apa yang harus dilakukan jika hal buruk seperti ini terjadi. Beritahu Alvero bahwa aku tidak bisa menemuinya, karena aku harus menjemput istriku.” Ornado memberikan perintah kepada James dengan suara tegas.
“Ad, apa yang bisa aku bantu?” Jeremy berkata dengan sikap sungguh berharap bisa membantu merebut dan menyelamatkan Cladia dari tangan Dario.
“Lebih baik kamu tidak terlibat Jeremy. Maaf, bukan aku meremehkanmu. Ini bukan hanya sekedar tentang beladiri, yang aku akui, kamu memang memilikimkemampuan lebih di bidang itu. Tapi kami akan melawan orang-orang dengan persenjataan lengkap. Dan aku tahu pasti, kamu orang yang tidak pernah sekalipun terlibat dan memegang benda-benda seperti itu.” Ornado berkata sambil berjalan ke arah ruang kerja yang ada di mansionnya.
Begitu Ornado berjalan menjauh, James segera menghubungi orang yang menjadi pemimpin tim pasukan khusus milik Grup Xanderson, pasukan khusus yang dulu semapt diberangkatkan ke Gracetian dan membantu pihak Alvero memenangkan pertempuran melawan para pengkhianat yang berusaha memberontak terhadap pihak kerajaan.
Beberapa saat Alberto, James maupun Jeremy menunggu Ornado yang tidak lama kemudian sudah keluar dari ruang kerjanya, dan kembali berjalan ke arah mereka bertiga, sambil menyelipkan pistol di pinggangnya.
Melihat apa yang dilakukan oleh Ornado, Alberto hanya bisa menarik nafas panjang, tanpa bisa mengeluarkan sepatah katapun, karena dia sangat mengerti dengan apa yang sedang dirasakan oleh Ornado.
Sudah lama sejak terakhir kalinya Alberto melihat Ornado tidak memegang senjata api, dan itu cukup membuat Alberto lega.
Tapi tampaknya kali ini, Dario sudah benar-benar membangunkan singa yang sudah tertidur dengan nyenyak, dan juga sudah membuatnya bangun dengan dipenuhi kemarahan.
Note: Mohon maaf sebesar-besarnya kepada para pembaca setia novel ini. Hari ini author hanya bisa up 1 episode dikarenakan kondisi kesehatan author yang sedikit terganggu.