My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
MULAI BERUSAHA MENDEKAT KE ARAHMU



"Ma… af...." Elenora kembali mengucapkan kata-kata maafnya begitu dia sudah berdiri tegak, dengan tangan James yang masih menopang lengan bawah tangan Elenora.


Ketika tadi Elenora sudah berdiri tegak kembali, sebenarnya dia ingin melepaskan dirinya dari pengangan lengan James, yang membuatnya semakin gugup dan tidak bisa berpikir jernih.


Namun James yang mengetahui rencana Elenora dari gerakan tubuhnya, justru dengan sengaja memegang lengan Elenora dengan erat, sehingga Elenora tidak bisa melepaskan diri dari James.


"Jangan meminta maaf terus. Tidak ada orang yang ingin terpeleset seperti kamu tadi. Aku akan membantumu untuk naik. Kali ini aku akan berhati-hati agar kamu tidak terjatuh lagi." James berkata sambil menggerakkan tubuhnya agar dia bisa berdiri tepat di belakang tubuh Elenora, menjaga agar saat dia membantu Elenora kali ini, tubuh gadis itu tidak akan jatuh lagi meski terpeleset.


Setelah itu James segera menggerakkan tangannya, yang kanan memegang lengan kanan Elenora, sedang yang kiri memegang pinggang sebelah kiri Elenora, membuat lagi-lagi tubuh Elenora sedikit tersentak, dan harus menahan nafasnya.


Rasanya getaran di dadanya saat ini hampir saja membuat Elenora tidak bisa bernafas dengan baik, meskipun di sisi lain, sikap James yang penuh perlindungan padanya membuat dadanya serasa akan meledak karena merasa begitu bahagia.


"Naiklah sekarang...." Dengan lembut James berkata sambil mengangkat tubuh Elenora dengan kedua tangannya.


Dan begitu Elenora sudah masuk ke dalam helikopter, dan berniat mencari tempat duduk di dalam, James langsung tersenyum lega.


Lebih baik aku duduk di sana, sedikit jauh dari James, agar tidak mengganggunya. Dan aku sendiri bisa menenangkan diriku.


Elenora yang masih begitu terbayang-bayang dengan peristiwa tadi, berkata dalam hati, sengaja berencana untuk duduk di barisan kedua dari kursi yang ada disana, karena dia berpikir bahwa James pasti memilih duduk di bagian depan.


"Geser dudukmu ke samping kanan." Begitu melihat Elenora duduk di kursi kedua, tanpa disangka oleh Elenora, James langsung menyusulnya ke sana, bahkan meminta Elenora yang awalnya duduk di dekat lorong antara kursi yang ada di sebelah kanan dan sebelah kiri, untuk menggeser duduknya.


Untuk denah kursi dalam helikopter itu, di baris pertama ada 3 kursi berjajar, sedang di baris kedua, sebelah kiri ada satu kursi, dipisahkan oleh lorong, di sebelah kanan ada dua buah kursi yang berjajar.


Elenora duduk di kursi yang sebelah kanan, di bagian dekat lorong, sambil mendongak ke arah James dengan wajah terlihat bingung, karena dia sungguh tidak menyangka kalau James akan menyusul dan berencana duduk di sampingnya, sedangkan kursi paling depan terlihat kosong.


"Kenapa denganmu? Apa kamu keberatan aku duduk di sampingmu? Ist... padahal kamu bahkan belum mengucapkan terimakasih padaku karena aku sudah menyelamatkanmu barusan." James langsung berkata sambil tangannya menepuk lengan Elenora, agar Elenora menggeser duduknya di posisi paling kanan, dekat dengan jendela.


Mendengar perkataan James, Elenora langsung menggeser duduknya, dan memberanikan diri untuk melihat ke arah James.


"Tidak. Duduk saja di sini. Dan terimakasih sudah menyelamatkanku sehingga tidak terjatuh. Semoga tanganmu tidak sakit karena menahan tubuhku yang hampir jatuh tadi." James langsung tersenyum mendengar perkataan Elenora.


"Sama-sama. Tapi Ele.... Mmmm...." James menghentikan bicaranya sebentar, sambil matanya menatap ke arah Elenora dari kepala sampai kakinya, dengan tatapan serius dan juga menyelidik, seolah ada yang salah dengan Elenora, membuat Elenora merasa jengah sekaligus salah tingkah.


"Aku baru sadar, sepertinya setelah ini, kamu harus banyak makan, karena ternyata, tubuhmu ringan sekali. Kalau tidak pertumbuhan tubuhmu akan terganggu. Tubuhmu tidak kalah ringan dari tubuh seorang anak kecil." Tanpa sadar mata Elenora langsung melotot mendengar perkataan James tentang berat badan dan bentuk tubuhnya.


Dan bukan hanya itu, wajah Elenora langsung merah padam karena James mengatakan hal yang baginya sedikit pribadi itu.


Apa benar aku sekurus itu? Apa karena pakaian yang aku kenakan selalu longgar, sehingga James merasa tubuhku hanya seperti sebuah papan yang tidak memiliki lekukan yang indah?


Elenora mulai berpikir dalam hati sambil mencoba mengingat bentuk tubuhnya saat berada di depan kaca, yang menurutnya cukup terbentuk normal sebagai seorang wanita, dimana ada beberapa bagian yang memang harus menonjol, sehingga membentuk tubuh indah, meskipun selama ini selalu tertutup dengan pakaian longgar yang dikenakannya.


“Hei… apa yang aku katakan serius lho. Aku baru tahu kalau tubuhmu ringan sekali.” Begitu melihat wajah Elenora yang terlihat sedang berpikir, James mengulangi kata-katanya sambil tertawa senang melihat bagaimana merahnya wajah Elenora yang tampak tidak bisa berkata apa-apa karena godaan James padanya.


“Aku… juga tidak tahu kenapa sedikit sulit untuk menaikkan berat badan meski setiap harinya aku sudah makan banyak.” Akhirnya Elenora menanggapi perkataan James tentang berat badannya yang memang sebenarnya memang sedikit di bawah berat badan ideal.


“Mungkin cara makan dan porsi makananmu harus diawasi agar kamu benar-benar makan makanan bergizi, sehingga tubuhmu tidak mudah kehilangan keseimbangan, atau terbang diterpa angin kencang.” Perkataan James mau tidak mau membuat Elenora ingat tentang bagaimana tadi dia yang hampir terjatuh karena terpeleset dan hilang keseimbangan, berakhir dalam pelukan James untuk beberapa saat.


“Pokoknya terimakasih untuk semua yang sudah kamu lakukan untukku hari ini.” Selesai mengucapkan terimakasihnya, Elenora langsung mengalihkan pandangan matanya ke arah kaca yang ada di sebelah kanannya, membiarkan James yang duduk di sebelah kirinya tersenyum geli melihat tingkah Elenora yang tampak gugup dan salah tingkah di depannya.


Beberapa saat berikutnya, meski duduk berdampingan, James dan Elenora lebih memilih untuk saling berdiam diri, meskipun sebenarnya beberapa kali mereka saling mencuri pandang, walaupun kebetulan jika James yang sedang melirik Elenora, gadis itu sedang menikmati pemandangan dari jendela helikopter.


Jika Elenora yang sedang melirik ke arah James, kebetulan laki-laki itu sedang melihat ke arah depan atau jendela di samping kirinya.


Dan setiap kali mereka mencuri pandang, selalu saja sebuah senyuman tersungging di bibir mereka.


Untung saja Ornado maupun Laurel tidak melihat langsung tingkah aneh antara James dan Elenora yang sudah seperti anak remaja dalam masa pubernya yang sedang bertemu lawan jenis yang disukainya, atau Ornado maupun Laurel, dengan senang hati akan menghabisi James dan Elenora dengan godaan yang tiada akhir.


# # # # # # # #


Saat James dan Elenora baru saja sampai di tebing tempat mereka berkumpul untuk menikmati keindahan pantai kelingking dari atas tebing, pertunjukkan mesra yang dibawakan oleh ketiga pasangan itu masih berlangsung.


Tepat bersamaan dengan Ornado, Alvero dan James yang sedang mencium mesra istrinya masing-masing, James dan Elenora datang ke tempat itu.


Pemandangan itu membuat James dan Elenora yang tanpa sengaja saling berpandangan justru akhirnya saling membuang muka mereka dengan wajah memerah dan sikap salah tingkah.