My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
DIA YANG TIDAK MENGENALIKU (2)



“Siapa namamu? Dimana rumahmu? Aku akan mengantarmu pulang dan menjelaskan kejadian hari ini kepada orangtuamu agar mereka tidak salah paham kepadamu.” Mendengar pertanyaan dari James, Elenora buru-buru menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat dengan wajah terlihat ketakutan.


Apa aku salah sebagai orang asing menawarkan diri untuk mengantarnya pulang? Ah… tentu saja, gadis cantik ini pasti masih merasa ketakutan karena peristiwa barusan. Walaupun aku tidak memiliki bakat menjadi penjahat, juga wajahku tidak menunjukkan ciri-ciri sebagai orang jahat. Gadis ini pasti tidak percaya padaku, pasti takut dengan orang yang baru dikenalnya. Apalagi peristiwa yang menimpanya barusan sungguh mengerikan baginya.


James berkata dalam hati sambil membantu gadis itu berdiri tanpa banyak bicara lagi, agar gadis itu tidak takut padanya.


Dengan hati-hati dan penuh kelembutan, James memapah tubuh Elenora yang sepertinya masih sangat shock karena peristiwa penyerangan padanya barusan.


Sehingga beberapa kali, hampir saja tubuh Elenora terjatuh kalau saja kedua tangan James yang sedang memegang erat kedua lengan atasnya tidak menahan dengan baik tubuh Elenora.


"Omong-omong, kenapa gadis secantik kamu berada sendirian di tempat seperti ini? Apa tidak ada teman atau orang yang lebih tua yang bisa menemanimu? Daerah yang ramai pun bsa berbahaya saat malam hari, apalagi untuk gadis secantik kamu." James mencoba membuka pembicaraan dengan Elenora untuk mengalihkan perhatian Elenora agar tidak lagi ketakutan.


Begitu melihat gadis yang ditolongnya tetap diam dengan wajah menunduk, sambil berusaha berjalan dengan hati-hati, membuat James tersenyum maklum.


Karena apa yang terjadi pada gadis itu barusan bukanlah sesuatu yang bisa sedemikian mudah untuk dilupakan dalam hitngan bulan, hari, apalagi menit.


"Lain kali jangan berdandan begitu cantik dan berjalan sendirian tanpa ada yang menemani. Di dunia ini tidak semua berisi orang baik. Bahkan yang berpenampilan baik pun belum tentu orang baik. Selalu berhati-hatilah ke depannya, supaya kejadian seperti ini tidak terjadi lagi untuk kedua kalinya." James berkata panjang lebar sambil terus menjaga agar tubuh gadis kecil itu tidak terjatuh.


Begitu sampai di depan gang, dan mencapai jalan protokol, James segera mencegat sebuah taksi, karena walaupun dia begitu ingin mengantar pulang gadis itu, dan memastikan bahwa gadis itu pulang dengan selamat.


Tapi untuk saat ini, James berpikir untuk sekarang, lebih baik membiarkan gadis malang itu naik taksi agar keinginannya untuk mengantar pulang gadis cantik itu tidak membuat gadis itu semakin ketakutan.


(Jalan protokol adalah jalan utama di kota-kota besar. Arti lainnya dari jalan protokol ini merupakan jalan yang menjadi pusat keramaian lalu lintas. Jalan protokol merupakan jalan utama yang umumnya lebih besar dan memiliki lebih banyak jalur. Jalan protokol menghubungkan bagian tengah kota dengan wilayah sekitarnya. Biasanya, jalan-jalan protokol ini membentang dari pusat pemerintahan, seperti balai kota dan alun-alun.


Di tepi jalan protokol banyak berdiri bangunan penting pemerintahan, seperti kantor walikota atau gubernur, gedung dewan, pengadilan, kejaksaan dan kepolisian.


Selain gedung pemerintahan juga terdapat pusat ekonomi dan gedung perusahaan swasta seperti bank, supermarket, dan rumah sakit. Dengan banyaknya gedung pemerintaan dan swasta ini, maka jalan protokol selalu ramai dengan aktivitas. Hal ini menyebabkan jalan protokol umumnya berukuran lebih lebar dengan jumlah jalur kendaraan lebih banyak).


Begitu ada taksi yang berhenti di depan mereka berdua, James langsung membuka pintu taksi untuk Elenora.


"Masuklah." James berkata sambil mencondongkan tubuhnya di bagian belakang taksi untuk membaca nomer plat mobil taksi itu, dengan salah satu tangannya masih memegang pintu bagian penumpang mobil taksi.


"Pak, pastikan nona ini pulang dengan selamat sampai di rumahnya." James melongokkan kepalanya ke arah sopir taksi yang langsung tersenyum sambil menganggukkan kepalanya untuk mengiyakan perintah dari James.


"Tenang saja, sema sudah berlalu. Jangan dipikirkan lagi. Di lain kesempatan, aku harap kita bisa bertemu lagi, dan jika itu terjadi, aku pasti bisa langsung mengenalimu." James berkata sambil tersenyum, sedang Elenora yang sedari tadi menundukkan kepalanya hanya bisa tersenyum dengan sikap begitu canggung.


Bagaimana kamu mengenaliku saat kita bertemu ke depannya? Sedangkan saat ini saja kamu tidak bisa mengenaliku sebagai Elenora yang kamu kenal.


Untuk saat ini pikiran Elenora benar-benar buntu karena peristiwa barusan membuatnya begitu ketakutan.


"Ok, selamat tinggal, jaga diri baik-baik nona." James kembali berkata sambil menutup pintu taksi, membiarkan taksi berjalan perlahan meninggalkannya yagn melambaikan tangan ke arah taksi untuk mengucapkan selamat tinggal pada gadis cantik itu dan berharap gadis itu sampai di rumahnya dengan selamat.


Setelah peristiwa malam itu, merupakan hari terakhir Elenora dan James berkomunikasi.


Karena untuk membuat Elenora melupakan kejadian buruk malam itu, orangtua Elenora memutuskan untuk sementara waktu sengaja memindahkan sekolah Elenora ke kota tempat kakek dan nenek Elenora tinggal, di kota Padova, yang letaknya cukup jauh dari Roma, kota dimana keluarga James dan Elenora tinggal.


(Kota Padova Sebuah kota yang terletak di bagian timur laut Italia, tepatnya di provinsi Padova, Veneto, Italia. Kota ini bermuara air sungai Bacchiglione dan sungai Brenta. Letaknya 40 km dari Venezia, 29 km dari Vicenza, dan hampir 500 km dari Roma).


Nomer handphone, media sosial milik Elenora tidak lagi aktif setelah peristiwa itu, membuat James dan Elenora tidak pernah bertemu lagi hampir 3 tahun lamanya.


Bahkan orangtua Elenora sengaja membatasi pergaulan Elenora dengan teman-temannya dan begitu mengawasinya agar kejadian seperti hari itu tidak terulang padanya.


Elenora kembali ke kota Roma, setelah dia mendapatkan beasiswa di salah satu SMA terbaik di Roma karena kemampuannya dalam bidang akademik.


Kepergian Elenora tanpa pesan dan kesan, juga tanpa adanya permintaan maaf karena ingkar janji kepadanya sempat membuat James marah untuk beberapa saat kepada Elenora.


Namun, dengan berjalannya waktu, apalagi James semakin sibuk dengan kuliah dan membantu Ornado di Grup Xanderson, lama kelamaan, James mulai melupakan kejadian hari itu.


Akan tetapi begitu bertemu kembali dengan Elenora, hubungan mereka tidak bisa lagi sedekat sebelumnya.


Bahkan James sendiri memilih untuk menjaga jarak antara dirinya dengan Elenora.


Saat mereka bertemu James hanya akan tersenyum hanya untuk menunjukkan keramahan dan sapaan, tanpa banyak bicara.


Dan James memilih untuk tidak lagi mengakrabkan diri dengan Elenora, justru seringnya menertawakan penampilan culun dan kampungan dari Elenora, yang baginya justru terlihat semakin parah setelah perpisahan mereka selama hampir 3 tahun sebelumnya.


Meskipun untuk menjaga sopan santunnya, selama ini James menertawakan atau mengejek Elenora hanya dalam hatinya, tanpa mengungkapkannya dengan kata-kata.


Elenora sendiri setelah peristiwa hari itu, semakin hari semakin mencintai James, tapi entah kenapa setiap berhadapan dengan James dia menjadi begitu gugup dan merasa tidak percaya diri.