My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
RENCANA PESTA PERAYAAN DARIO



Melihat kedua wanita cantik yang sedang serius di depan layar komputer itu, Ornado sedikit menyingkir begitu terdengar adanya panggilan telepon dari handphonenya.


“Hallo Afro.” Afro yang tadi memang sengaja tidak ikut serta ke ruang IT karena ada masalah lain yang harus diselesaikannya, langsung menahan nafasnya begitu mendengar jawaban dari Ornado.


“Ad, para petugas kepolisian sudah memasang police line (garis polisi) di pabrik makanan kita. Mereka menemukan adanya bahan baku berbahaya dan beracun di gudang bahan baku kita.” Perkataan Afro membuat Ornado memberikan kode melalui pandangan matanya kepada James, agar James mengikutinya, keluar dari ruangan IT.


Setelah James menyusulnya keluar, Ornado segera mengajak James ke tempat sepi, dimana mereka bisa bebas melakukan pembicaraan tentang apa yang sudah terjadi.


# # # # # # # # #


“Apa kamu sudah melakukan semua yang aku perintahkan Dante?”


“Sudah Tuan, semua sudah dikerjakan dengan baik. Sebentar lagi orang-orang kita akan segera melaporkan hasilnya.” Dante berkata sambil melihat ke layar handphone di genggaman tangannya, menunggu adanya berita tentang hasil dari apa yang sudah dikerjakan mereka hari ini, untuk melakukan penyerangan terhadap Grup Xanderson.


Dan seperti yang diharapkan oleh Dante, beberapa detik kemudian tampak di layar handphonenya sebuah panggilan telepon masuk.


“Hallo!” Dengan suara keras Dante langsung menjawab panggilan telepon itu, sedang Dario yang sedang memandangi foto dari Cladia, tampak tidak menghiraukan apa yang sednag dibicarakan oleh Dante, karena baginya, setelah itu pasti Dante dengan sendirinya, akan memberinya info tentang pembicaraannya dengan seseorang yang bertugas memberikan laporan tentang hasil dari apa yang mereka kerjakan.


“Tuan Dario….” Dante langsung memanggil nama tuannya begitu dia menyelesaikan panggilan teleponnya.


“Ada kabar baik apa Dante?” Dario berkata tanpa mengalihkan pandangan matanya dari foto Cladia yang tampak cantik, dengan rambutnya yang hitam legam panjang terurai sebatas pinggangnnya.


Dario memandangi foto Cladia, dengan tangannya kanannya sibuk membersihkan dengan kain lap, pisau yang sedang dipegangnya di tangan kirinya.


“Orang kita baru saja mengabarkan kalau polisi sudah memasang garis police line di perusahaan makanan milik Grup Xanderson. Kemungkinan polisi sudah berhasil menemukan bukti bahwa di gudang mereka memiliki bahan berbahaya dan beracun yang tidak food grade, sesuai dengan harapan kita.” Dante memberikan penjelasan kepada Dario, yang membuat Dario langsung menyunggingkan senyum puas.


“Para hacker… beberapa diantara mereka sudah berhasil menembus sistem keamanan data cabang-cabang maupun kantor pusat Grup Xanderson, tapi mereka mengatakan masih mengalami kesulitan untuk meretas dan mengambil data-data penting dalam komputer tersebut.” Dante melanjutkan penjelasannya kepada Dario.


“Hmmm.... Beri mereka waktu sedikit lagi. Mungkin kasus hacker beberapa waktu lalu sudah membuat Ornado dan James bersiap dengan sistem keamanan yang lebih baik dari sebelumnya. Tapi kita sudah memperhitungkan itu dengan menyiapkan para hacker yang lebih ahli untuk serangan kedua ini.” Perkataan Dario langsung disambut dengan sebuah anggukan kepala oleh Dante.


“Untuk para pemenang lelang, beberapa dari mereka yang merupakan orang kita, dan sudah membeli perhiasan palsu itu, sudah mengajukan gugatan kepada pihak panitia penyelenggara bahwa mereka mengajukan klaim bahwa perhiasan yang mereka beli merupakan perhiasan palsu, yang tidak sesuai dengan spesifikasi awal yang dijelaskan tentang bahan perhiasan itu.”


“Ha… ha… ha…. Sungguh menyenangkan sekali mendengar berita bagus seperti itu Dante! Dan sekarang….” Dario berkata dengan senyum menyeringai.


“Waktunya untuk membuat Ornado datang kepada kita tanpa diundang.” Dario berkata sambil menancapkan pisau yang ada di tangannya, ke atas sebuah foto di atas meja, yang menggambarkan foto pesta Ornado dan Cladia di Italia, yang waktu itu sengaja dikirimkan oleh Alberto kepada Dario, karena waktu itu tidak bisa hadir di acara pesta itu.


Dan pisau itu, sengaja ditancapkan oleh Dario, tepat di wajah Ornado yang tampak tersenyum bahagia, berdiri di samping Cladia yang mengenakan gaun berwarna putih hasil rancangan Ornado sendiri bersama dengan tim desainnya.


“Undang para ketua mafia yang sudah membantu kita, untuk merayakan bersama kehancuran Ornado Xanderson di tempat yang sudah kita tetapkan! Hari ini kita akan berpesta karena kekalahan Ornado, dan untuk menyambut kedatangan ratuku Cladia.” Dario mengakhiri kata-katanya dengan sebuah tawa nyaring yang membuat Dante menaikkan salah satu sudhut bibirnya, karena merasa bangga sudah melakukan banyak andil dalam membawa keberhasilan rencana tuannya.


“Siapkan semua makanan dan minuman mewah untuk malam ini Dante! Aku mau hari ini benar-benar menjadi perayaan besar bagiku, setelah bertahun-tahun aku selalu hidup di bawah bayang-bayang Ornado. Hanya dianggap sebagai semut yang sekedar lewat oleh keluarga Xanderson.” Dario berkata sambil menarik kembali pisau yang tadi dia tancapakan ke bagian wajah Ornado yang ada di dalam foto.


“Baik Tuan, semua yang terbaik akan Tuan dapatkan malam ini.” Dante berkata dengan sedikit membungkukkan tubuhnya dengan sikap terlihat begitu menghormati Dario.


“Ayo kita pergi sekarang Dante! Hari ini kita akan menjemput nyonyamu agar dia bisa ikut merayakan pesta kemenanganku hari ini!” Dario berkata sambil berjalan ke arah pintu keluar kantornya.


Dario berjalan sambil bersiul dengan suara yang terdengar ceria, dan tangan kanannya sibuk memainkan pisau yang ada di tangannya.


Dante yang mendengar perkataan tuannya, segera berjalan di belakang Dario, mengikuti langkah-langkah lebar tuannya, yang tampak bahagia karena merasa apa yang dilakukannya hari ini akan membawa kemenangan besar untuknya.