
Di sekeliling gadis itu tampak ada 4 laki-laki muda, seumuran dengan James, dengan wajah seperti berandalan sekaligus mesum, sedang tersenyum dengan tatapan penuh *****, menatap ke arah gadis yang boleh dibilang masih begitu muda, tapi terlihat begitu cantik dengan bentuk tubuhnya yang sudah mulai memperlihatkan lekuk-lekuk indah, walaupun belum sempurna karena usianya yang masih begitu muda belia, masih dalam masa pertumbuhan.
Melihat wajah gadis cantik yang terlihat masih begitu muda itu, James yakin gadis itu bahkan belum berusia 17 tahun seperti dirinya.
Cih! Dasar para laki-laki bejat. Bisa-bisanya berniat berbuat tidak senonoh kepada seorang gadis yang sepertinya masih di bawah umur itu. Benar-benar tidak tahu malu!
James merutuk dalam hati dengan mata menatap tajam kepada keempat sosok laki-laki yang sedang mengerumuni gadis itu.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, James segera menilai situasi berbahaya yang sedang dialami oleh gadis itu.
Dan hal itu membuat James yang selama ini biasa berlatih beladiri di bawah paksaan Ornado langsung berjalan mendekat dan menendang punggung salah seorang dari laki-laki itu hingga terjungkal.
Tindakan James spontan membuat ketiga teman laki-laki yang terjungkal itu langsung menoleh kaget.
Dan tanpa aba-aba, mereka langsung bergerak cepat ke arah James dan mengeroyok James secara membabi buta.
Gadis yang hampir saja mengalami pemerkosaan itu, yang ternyata adalah Elenora itu, hanya bisa menangis terguguk di tempatnya tanpa memiliki tenaga lagi untuk bergerak, apalagi melarikan diri karena shock.
Seluruh tubuhnya terasa begitu lemas, seolah tidak memiliki tulang di tubuhnya, sehingga dia tetap jatuh terduduk di tempatnya dengan tubuh menggigil karena ketakutannya.
Apalagi, sebelumnya dengan sekuat tenaga dia berusaha melawan ke empat laki-laki yang berusaha memperkosanya itu dengan menendang, memukul, berteriak, dan melakukan apapun yang bisa dia lakukan untuk dapat menyelamatkan diri dari rencana bejat keempat laki-laki itu, membuat tenaganya habis.
Melihat tidak adanya harapan mereka berempat bisa mengalahkan James, dua dari empat orang itu mulai mengeluarkan pisau lipat dari balik pakaiannya dan mulai berusaha untuk melukai James.
Haist, dengan kemampuan bertarung pas-pasan seperti itu, bisa-bisanya berniat melawanku.
James berkata dalam hati dengan tatapan mata memandang remeh ke arah mereka berempat.
Tanpa perlu waktu lama, James berhasil melumpuhkan keempat orang yang jatuh bergelimpangan di bawah kaki James, bahkan dua diantara mereka bahkan sempat terluka olehj pisau mereka sendiri.
Yang satu terluka di bagian wajahnya, yang satu terluka di bagian pinggangnya.
“Lebih baik kalian bersiap untuk mendekam di penjara!” Dengan nada kesal sekaligus jijik berkata sambil mengambil handphone dari saku jasnya, sambil melihat mereka yang jatuh bergelimpangan di dekat kaki James.
“Tolong… maafkan… maafkan kami.” Salah satu dari laki-laki itu segera merangkak ke arah James.
“Enak saja kalian meminta maaf setelah melakukan tindakan tidak senonoh pada seorang gadis baik-baik seperti itu!” James berkata sambil menendang dada salah satu laki-laki yang berusaha meminta maaf dengan memeluk kakinya dengan begitu erat.
“Kurang ajar! Belum melakukan apa-apa padanya? Apa yang kalian lakukan hari ini pasti meninggalkan ingatan buruk pada orang lain dan beraninya kalian bilang belum melakukan apa-apa! Dan kalian pasti sudah melakukan hal buruk padanya jika saja aku tidak datang tepat waktu untuk menolongnya!” James berteriak keras, sedikit membungkukkan tubuhnya untuk menarik kerah leher laki-laki yang tepat berada di bawah kakinya dengan kasar sekaligus begitu erat, membuat leher laki-laki itu serasa tercekik.
James sudah mengangkat tinjunya ke udara, bersiap untuk memukul wajah laki-laki itu ketika didengarnya suara tangis sesenggukan dari arah gadis yang hampir saja menjadi korban pemerkosaan itu.
Tanpa sadar James melepaskan cengkeramannya dan berjalan dengan langkah bergegas untuk mendekat ke arah gadis yang tampak berantakan tapi tetap terlihat begitu cantik, tidak lagi memperdulikan keempat laki-laki itu.
Begitu melihat konsentrasi James terpecah, dan perhatiannya lebih berat ke arah gadis itu, dengan cepat keempat laki-laki itu langsung saling berpandangan dan memberi isyarat melalui mata mereka satu dengan yang lain untuk segera menyingkir dan melarikan diri dari tempat itu, sebelum James kembali untuk menghajar mereka, atau memanggil polisi dan melaporkan mereka.
Cantik sekali gadis ini.
Begitu dia berada di dekat Elenora, James berkata dalam hati sambil berlutut dengan salah satu kakinya di depan Elenora yang tubuhnya masih menggigil ketakutan.
"Tenanglah, aku bukan orang jahat seperti mereka."
James berkata sembari melepaskan jasnya dengan cepat, untuk digunakannya agar dapat menutupi bagian dada gadis itu, yang karena sobekan gaun pada bagian dadanya membuat dadanya sedikit terekspos walaupun tidak seluruhnya.
Dengan gerakan cepat, James segera memakaikan jas nya kepada gadis itu, dengan matanya berusaha keras untuk tidak menatap kearah tubuh gadis itu, karena takut dianggap tidak sopan dan dianggap mesum.
“Sekarang kamu akan baik-baik saja. Mereka semua sudah pergi. Maaf, aku sengaja membiarkan mereka pergi. Kalau tidak, polisi yang menangkap mereka pasti akan ikut menginterogasimu. Dan aku hanya berpikir bahwa peristiwa seperti tadi pasti bukan hal yang menyenangkan untuk diingat dan diceritakan berkali-kali di depan orang lain meskipun mereka adalah polisi.” Mendengar perkataan James, Elenora hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya dengan wajah masih dipenuhi dengan airmata.
“Tapi kalau kamu merasa tidak terima dan ingin mereka ditangkap dan diserahkan kepada polisi, aku akan segera membuat mereka kembali tertangkap.” Perkataan James yang tidak menyadari bahwa gadis cantik di depannya adalah Elenora, langsung membuat Elenora menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat.
“Baiklah kalau begitu, aku akan membantumu berdiri. Apa kamu masih bisa berjalan sendiri? Apa ada bagian dari tubuh kamu yang terluka?” Lagi-lagi Elenora langsung menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan James, dengan berusaha menyembunyikan wajahnya.
Elenora sendiri sengaja tidak mengeluarkan suaranya sepatah katapun kepada James, karena dari cara James menguccapkan akta-katanya dan memperlakukannya, Elenora tahu bahwa James tidak mengenalinya sebagai Elenora.
Saat Elenora sadar kalau James tidak bisa mengenalinya dengan penampilan barunya, gadis itu berpikir bahwa itu karena saat ini terlihat lusuh dan berantakan.
Menyadari hal itu Elenora sengaja menahan dirinya sendiri agar tidak mengeluarkan suaranya, yang Elenora yakin akan bisa membuat James langsung mengenalinya jika mendengar suaranya.
Walaupun Elenora merasa sangat bersyukur dan berterima kasih James telah menolongnya, tapi dia juga merasa sangat malu karena kondisinya dan kejadian yang barusan menimpanya, membuat Elenora ingin menutup rapat-rapat kejadian itu di depan James selama dia bisa.