My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
INSTING SEORANG ORNADO



Entah kenapa, sejak Ornado melihat bagaimana cara Dario menatap Cladia saat pertama kali mereka bertemu setelah sekian lama, membuatnya merasa tidak nyaman dan was-was.


Ada sesuatu yang selalu terasa mengganjal di hatinya, dan membuatnya tidak tenang tentang keberadaan Dario yang tiba-tiba saja kembali begitu intens menjalin hubungan dengan Alberto dan keluargany, setelah beberapa lama sempat menghilang tanpa kabar berita.


Bagi Ornado, jika saja orang lain mendengar apa yang ada di pikirannya tentang Dario, terutama Alberto atau orang-orang terdekatnya, mereka pasti akan menganggapnyan terlalu berlebihan dan terlalu posessif.


Mungkin juga ada yang akan menganggap Ornado sebagai sosok yang mengalami gangguan paranoid, mengingat bahwa Dario merupakan kakak angkatnya, dan hubungan mereka baik-baik saja selama ini.


(Paranoid adalah masalah psikologis yang ditandai dengan munculnya rasa curiga dan takut berlebihan. Orang yang paranoid cenderung sulit atau bahkan tidak bisa memercayai orang lain dan memiliki pola pikir yang berbeda dari kebanyakan orang. Gangguan paranoid merupakan salah satu gangguan psikologis di mana pengidapnya akan memiliki rasa curiga yang berlebih yang disertai dengan rasa takut).


Belum lagi sosok Dario yang selalu terlihat ramah dan baik hati, memiliki kemampuan sosialiasi yang tinggi, membuat hampir semua orang yang mengenalnya begitu menyukainya.


Tapi sebagai seorang laki-laki yang memiliki insting yang tajam sejak dia kecil, Ornado bisa merasakan ada sesuatu yang tidak beres terhadap sosok Dario, termasuk perasaan Dario terhadap Cladia.


Bagi Ornado, tatapan mata Dario terhadap Cladia lebih seperti pria yang tertarik pada Cladia, sebagai seorang laki-laki kepada seorang wanita, daripada tatapan seorang saudara atau teman.


"Apa yang sedang kamu khawatirkan Al?" Cladia langsung bertanya begitu melihat adanya kilatan mata khawatir di mata biru Ornado saat menyampaikan permintaannya barusan.


Sedikit banyak, setelah Cladia menyatakan cintanya pada Ornado, dia selalu berusaha keras untuk mulai lebih mengenal dan memahami Ornado, sehingga perubahan yang terjadi pada Ornado, Cladia mulai bisa merasakan dan mengetahuinya dengan cepat dan jelas.


"Jangan menjauh sejengkalpun dariku di acara malam ini. Tetaplah berada dalam jangkauanku. Bukan hanya mataku, tapi jangan menjauh dari jangkauan lenganku." Ornado mempertegas apa yang diinginkannya dari Cladia.


Mendengar perkataan lembut dari Ornado tapi tegas tersebut, Cladia langsung berjalan mendekat ke arah Ornado, setela meletakkan lipstiknya kembali ke atas meja riasnya.


"Apa yang sedang kamu khawatirkan Al? Aku sudah belajar dari pengalaman bahwa aku tidak akan pernah menjauh darimu saat berada di luar rumah. Mungkin kamu tidak percaya. Tapi, aku bahkan jauh lebih takut darimu, jika harus menjauh dari sisimu daripada ketakutanmu itu sendiri." Mendengar perkataan Cladia, Ornado menarik nafasnya dengan lega, sambil tangan kanannya bergerak ke wajah Cladia, dan menempelkan tangannya di sana dengan ibu jarinya mengelus lembut wajah Cladia.


Walaupun Ornado tahu pasti laki-laki yang bisa dekat dengan Cladia hanya dia dan Jeremy, tapi tetap saja dia merasa tidak rela jika ada laki-laki lain yang berusaha mendekati Cladia, atau menatapnya dengan tatapan menginginkan wanitanya.


"Kecantikanmu bisa membuat orang terpesona, namun juga bisa membuat orang bertindak gila karena begitu ingin memilikimu. Karena itu, aku akan selalu menjagamu dengan baik. Tidak akan membiarkan seorangpun menyakitimu lagi. Karena itu, aku harus selalu waspada dengan siapapun. Maafkan aku, tapi jika itu tentang kamu, aku selalu bertindak berlebihan. Semua karena aku begitu mencintaimu dan ingin menjagamu dengan baik." Ornado berkata pelan, merasa beruntung bahwa dia adalah pria yang bisa memiliki Cladia sebagai istrinya.


Tapi Ornado juga sadar sepenuhnya, bahwa kecantikan istrinya, sekaligus posisinya sebagai istri dari seorang pemilik Grup Xanderson membuat dia harus ekstra hati-hati dalam menjaga istrinya itu.


"Jangan khawatir Al. Kamu adalah orang yang paling aku percayai di dunia ini. Apapun yang kamu katakan, aku akan menurutinya, karena aku percaya padamu sepenuhnya tanpa ragu sedikitpun." Cladia berkata dengan senyum manisnya, membuat hampir saja Ornado tidak bisa menahan dirinya untuk tidak mengecap lagi rasa manis saat dia mencium bibir itu.


"Ayo Al, waktu kita tidak banyak lagi. Aku ingin mengobrol sebentar dengan Laurel sebelum kita pergi ke penthouse Dario. Beberapa hari ini Laurel bilang pasien di rumah sakit mereka membludak, jadi dia dan Dave sibuk sekali. Belum ada waktu untuk kami berdua mengobrol, bahkan sekedar lewat pesan. Ayo kita berangkat sekarang." Ajakan dari Cladia sontak membuyarkan angan-angan Ornado barusan.


"Ok, kita pergi sekarang..." Ornado berkata sambil meraih lengan Cladia, mengajaknya berjalan ke arah pintu keluar kamarnya.


Ornado melanjutkan kata-katanya dalam hati sambil melirik ke arah Cladia yang sepertinya tidak menyadari bahwa dia sudah membuat laki-laki di sampingnya begitu tergila-gila padanya dan hampir saja tidak bisa mengendalikan hasratnya.


Dan dengan gerakan pelan lengan Ornado langsung melingkar di pinggang Cladia, yang masih saja selalu menunjukkan wajah malu dan gugupnya karena tindakan mesra Ornado padanya.


Wajah malu dan gugup Cladia, yang selalu membuat Ornado merasa gemas dan seringkali sulit untuk menahan rasa rindunya saat berjauhan dengan sosok wanitanya itu.


# # # # # # #


“Selamat sore… silahkan Pak Ornado, Bu Cladia.” Mira langsung menyambut kedatangan Ornado dan Cladia begitu mereka berdua turun dari mobil yang dikendarai oleh Fred, dengan diikuti dua mobil di belakangnya, yang berisi para pengawal Ornado.


“Selamat sore. Terimakasih Mira.” Cladia langsung membalas sapaan dari Mira yang merupakan asisten pribadi Dave, yang merupakan sepupu dekatnya.


“Bos dan dokter Laurel sudah menunggu kedatangan Anda berdua di rumah kaca.” Mira langsung berkata sambil tersenyum.


Sejak Cladia dan Laurel bertemu kembali setelah bertahun-tahun berpisah, seringkali mereka berempat melakukan pertemuan, entah di rumah sakit ini atau di rumah Ornado, membuat Mira juga jadi mengenal Ornado dan Cladia dengan baik.


Entah itu Dave dan Laurel, atau Ornado dan Cladia, kedua pasangan itu selalu saja membuat Mira begitu suka melihat karena serasinya kedua pasangan itu.


Baik Mira dan beberapa orang yang mengenal mereka, menjadikan mereka berdua sebagai panutan karena setiap melihat hubungan kedua pasangan itu membuat mereka merasa ikut bahagia.


Dan seperti yang biasa terjadi selama ini, kehadiran Ornado dan Cladia selalu saja berhasil mencuri perhatian dari para pegawai rumah sakit maupun para pengunjung dan pasien di rumah sakit milik Dave itu.


Yang laki-laki dengan wajah bulenya terlihat jelas begitu tampan, gagah dan berwibawa, menunjukkan kalau dia bukan dari kalangan orang biasa. Sedang yang wanita terlihat begitu cantik dan anggun.


Siapapun yang melihat mereka pasti akan mengatakan bahwa mereka pasangan yang terlihat begitu serasi, seperti aktor dan artis yang sedang melakukan syuting film.


Mirapun harus mengakui, bahwa selama ini, selain sosok Ornado dan Cladia, sosok Dave yang juga berwajah bule dan Laurel yang juga cantik, sedikit banyak membuat para pasien dan pengunjung betah berada di rumah sakit itu.


Bahkan kadangkala ada juga pasien yang bersikap menyebalkan, ngotot tidak mau diperiksa jika dokter yang menangani mereka bukan Dave atau Laurel.