My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
MENAGIH JANJI



"Terimakasih untuk pernyataan cintamu padaku amore mio. Kamu tahu aku juga merasa menjadi laki-laki yang paling beruntung karena memilikimu, wanita impianku sejak 15 tahun yang lalu. Sekarang, jangan mengkhawatirkan apapun demi kesehatanmu dan Bee. Percayalah padaku, semua akan baik-baik saja." Ornado berkata sambil mengajak Cladia, membawanya ke kursi kerjanya, untuk mengalihkan fokusnya agar tidak bertindak lebih pagi ini di kantor, atau dia pada akhirnya benar-benar tidak bisa menahan dirinya lagi untuk melakukan sesuatu yang lebih intim dengan Cladia.


Begitu Cladia sudah duduk di kursi yang ada di balik meja kerjanya, dan mulai sibuk menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk lebih dari 2 minggu itu, Ornado memilih untuk melakukan panggilan teleponnya terhadap James.


"Hallo." Suara sahutan dari James di seberang sana langsung terdengar, tanpa perlu Ornado menunggu panggilan teleponnya berdering lebih dari 1 kali.


James sendiri sengaja terus memegang handphonenya dan menunggu Ornado melakukan panggilan balik padanya, setelah sebelumnya, usaha James untuk melakukan panggilan telepon pada Ornado, tapi tidak ada tanggapan sama sekali.


"Ad! Kemana saja sih kamu! Sulit sekali menghungimu, padahal kamu sudah tidak berlibur dengan Alvero dan Dave!" Belum sampat Ornado membalas sapaan dari James, sepupunya itu sudah mengomel lebih dahulu.


"Hei, memang tugas utamaku sebagai pemilik Grup Xanderson adalah selalu siap setiap saat menerima panggilan telepon darimu?" Ornado berkata sambil tertawa kecil, karena dia tahu pasti apa tujuan James berusaha begitu keras menghubunginya terus menerus sepanjang pagi ini.


Apalagi kalau bukan untuk menagih janji Ornado yang bersedia membahas masalah mengirimkan Elenora ke kota B, setelah Ornado kembali dari berlibur.


"Ad! Kamu tahu maksudku menghubungimu bukan itu, tapi aku mau Ele...."


"Maaf James, aku baru saja masuk kerja setelah berlibur, dan banyak hal yang harus aku kerjakan sekarang. Beberapa hari lagi, kita bisa bahas masalah Elenora." Perkataan Ornado membuat mata James melotot tajam, sedang Cladia yang sudah mengetahui rencana Ornado terhadap James dan Elenora, begitu mendengar suara protes James yang cukup keras tadi, sehingga meskipun Ornado tidak membuat mode loudspeaker Cladia bisa mendengarnya, hanya bisa tersenyum.


Dan perkataan Ornado yang sengaja menunda-nunda dan berbelit-belit, membuat Cladia tersenyum geli, melihat suaminya yang begitu iseng berniat mengerjai James habis-habisan karena masalah Elenora.


"Ad! Teganya kamu! Aku sudah menunggu lama kamu kembali dari berliburmu untuk menagih janjimu, dan sekarang... kamu bilang aku harus bersabar beberapa hari lagi untuk membicarakan masalah ini?" Ornado hampir saja tertawa tergelak mendengar perkataan James dengan nada frustasinya, kalau saja dia tidak ingat kalau itu akan membuat James semakin kesal dan juga marah dengannya.


"Lho, aku kan berjanji untuk membahas itu setelah aku kembali dari berlibur, tapi bukan berarti di hari petamaku setelah sekian lama absen dari pekerjaanku, aku bisa langsung menyelesaikan hal itu. Masih banyak hal yang penting yang harus aku selesaikan karena kamu dan aku sama-sama tidak berada di kantor pusat beberapa lama ini. Itu, Fred bahkan sudah mengantri untuk bertemu denganku." Ornado yang melihat kehadiran Fred dengan tangannya yang penuh dengan berkas-berkas laporan maupun beberapa berkas yang harus ditandatangani oleh Ornado, langsung memanfaatkan nama Fred menjadi salah satu alasan yang disebutkan oleh Ornado.


"Isttt!" James berteriak kecil sambil mengacak rambutnya mendengar perkataan dari Ornado.


"Ad! Kamu kan bisa memanggil Elenora setelah ini dan memberikan penjelasan agar kamu bisa mengirimnya ke kota B untuk membantuku." James berusaha bernegosiasi dengan Ornado.


"Apa kamu serius Ad?" Dengan suara pelan dan wajahnya yang sedikit memerah James bertanya kepada Ornado, yang untung saja tidak melihat wajah malu-malu dan merah dari James yang pasti akan membuat Ornado tertawa sampai sakit perut.


"Tentu saja James, apa aku punya alasan untuk terus menahan Elenora di sini? Dia kan sekretaris pribadimu? Sudah seharusnya dia mengikutimu kemanapun kamu berada. Apalagi aku sudah kembali. Dan aku bisa mengatur segala sesuatunya agar Elenora bisa pergi menyusulmu. Tim IT dari Italia beberapa hari lagi akan datang dan bekerja denganku langsung untuk mengecek semuanya di sini." Perkataan Ornado membuat senyum di bibir James semakin melebar.


Akhirnya... aku akan bisa bertemu dengan Ele. Semoga Ad benar-benmar memenuhi janjinya atau aku bisa gila karena harus menunda lebih lama lagi untuk bisa bertemu dengan Ele.


James berkata dalam hati dengan perasaan sedikit lega karena janji dari Ornado barusan.


"James, lebih baik kamu cepat selesaikan tugasmu di sana. Besok aku akan mengirimkan Fred ke sana. Jadi dia bisa membantumu, bahkan menggantikan posisimu di sana untuk sementara waktu, setelah kamu menjelaskan apa saja kondisi di sana dan apa yang harus dia lakukan." James membeliakkan matanya mendengar rencana Ornado.


"Hah? Benarkah? Kamu akan mengirimkan Fred ke kota ini?"


"Ist! Buat apa aku berbohong padamu!" Ornado langsung menjawab cepat pertanyaan dari James yang terdenger tidak percaya.


"Fokus saja dengan tim yang membantumu di sana. Ditambah dengan kehadiran Fred, pasti pekerjaanmu cepat selesai, bahkan sebelum aku sempat mengirimkan Elenora padamu ke tempat itu mungkin kamu sudah kembali ke kota ini...."


"Oke, aku tunggu kedatangan Fred di tempat ini. Ad, aku tutup teleponnya sekarang, ada banyak hal yang harus aku selesaikan." James langsung menutup panggilan teleponnya begitu selesai mengucapkan perkataannya, membiarkan Ornado meringis karena sikap James yang terlihat begitu bersemangat.


Jatuh cinta pada seseorang memang bisa membuat pikiran kita tidak lagi mengenal logika dan jauh dari orang yang kita cintai, bisa menjadikan kita seperti cacing kepanasan. Dan itu rasanya pasti akan sangat menyiksa. Belum lagi saat berpisah mereka berdua masih saling menjaga jarak meski saling mencintai dan sudah menikah. Untung saja hubunganku dengan amore mio tidak seperti hubungan James dan Elenora. Dan sepertinya Elenora juga memiliki trauma seperti amore mio, meskipun tidak sama persis seperti amore mio.


Ornado berkata dalam hati sambil melirik ke arah Cladia yang sudah menyibukkan diri dengan pekerjaannya, sehingga tidak lagi memperhatikan pembicaraan antara James dan Ornado, meskipun suara teriakan James yang terdengar frustasi sayup-sayup terdengar di telinga Cladia.


Sebenarnya Cladia merasa kasihan pada James, tapi mendengar cerita dari Ornado bagaimana James sudah memaksa Elenora menandatangi akta pernikahan dengan cara seperti itu, Cladia sengaja tidak mau ikut campur rencana Ornado untuk memberi pelajaran pada James.