My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
KEISENGAN ORNADO (1)



"Eh... Mmm... Ad, bisakah aku minta bantuan darimu?" Ornado yang awalnya sedang sibuk mengelus-elus bahu Cladia, sambil sesekali mencium puncak kepalanya, dan tangannya yang satu lagi memainkan rambut Cladia, menoleh dengan tatapan tenang ke arah Serafina.


"Ada masalah apa sebenarnya?" Dengan sikap santai Ornado bukannya menyanggupi untuk memberikan bantuan, justru bertanya balik pada Serafina yang terlihat galau dan juga bingung.


"Itu... baru saja pihak agencyku menghubungiku, mengatakan kalau besok aku sudah harus berada di Italia, karena ada salah satu brand tas terkenal yang ingin mengajakku bekerja sama sebagai model dalam peluncuran produk terbarunya." Serafina berkata dengan mata terlihat berbinar-binar.


Tapi di satu sisi, Serafina terlihat bingung, karena jika dia tidak meminta bantuan dari Ornado, rasanya akan menjadi hal yang mustahil, dia yang masih berada di pulau nusa penida, bisa mengurus tiket pesawat untuk berangkat secepatnya ke Italia, supaya besok dia bisa berada di Roma tepat pada waktunya.


Meskipun keberadaannya di tempat ini akan dia gunakan sebaik mungkin untuk mendekati para wanita yang memiliki hubungan dengan para pria hebat itu menjadi prioritas utamanya, namun kerjasama dengan brand terkenal berkelas internasional yang pasti akan menaikkan popularitasnya, dan juga menambah tebal dompetnya membuat Serafina tidak bisa mengabaikan hal itu begitu saja.


Akhh... kenapa hal baik seperti ini tidak datang bergantian? Sehingga aku bisa mendapatkan semuanya sekaligus? Tapi... masih ada kesempatan untuk aku menjalin hubungan dengan mereka yang ada di sini, namun mendapatkan kesempatan emas untuk bertemu dengan pihak brand terkenal seperti mereka, mungkin tidak akan bisa aku dapatkan lagi di masa depan, jika kali ini aku menolak untuk bertemu dengan mereka.


Serafina berkata dalam hati, mencoba membayangkan bagaimana namanya yang akan bisa melejit begitu dia menandatangai kontrak kerjasama itu. Dan tidak mungkin hal itu bisa membawanya naik, dan merebut posisi Amadea yang sekarang ini dikenal sebagai super model kelas dunia yang dikejar-kejar oleh berbagai brand terkenal untuk dijadikan brand ambassador produk-produk mereka.


Entah mereka yang berlatar belakang dari dunia usaha fashion, perhiasan, kosmetik, bahkan sampai makanan dan obat-obatan saling bersaing untuk menjadikan Amadea sebagai bintang iklan mereka.


"Lalu, bagaimana rencanamu?" Ornado kembali menanggapi perkataan dari Serafina dengan sebuah pertanyaan.


"Bisakah... kamu membantuku agar aku dapat segera kembali ke Italia hari ini juga? Kalau kamu tidak turun tangan, sepertinya akan sulit bagiku untuk kembali ke Italia hari ini." Perkataan dari Serafina membuat Ornado menaikkan salah satu sudut alisnya.


"Ooo...." Hanya jawaban singkat itu yang keluar dari bibir Ornado yang mengucapkannya dengan sikap santai, dengan tangannya melambai ke arah Alex yang kebetulan lewat di dekat mereka seteleh melakukan koordinasi pada anak buahnya terkait kondisi keamanan tempat tujuan mereka berikutnya nanti.


"Mendekatlah kemari." Begitu Alex berada di dekatnya, Ornado melambaikan tangannya untuk meminta Alex mendekat ke arahnya.


Begitu Alex mendekat dan sedikit menundukkan tubuhnya di depan Ornado, laki-laki yang menjadi pimpinan tertinggi di tempatnya bekerja itu langsung membisikkan sesuatu yang langsung ditanggapi dengan sebuah anggukan kepala dengan sikap hormat oleh Alex.


Setelah Ornado selesai memberikan perintahnya, Alex langsung menjauh untuk segera melaksanakan perintah Ornado barusan.


"Jadi, bagaimana Ad? Apa kamu bisa membantuku?" Serafina bertanya dengan nada suara berharap.


"Tunggu sebentar, Alex sedang mangaturkan semuanya untukmu. Lebih baik kamu bersiap, mungkin tidak lama lagi kamu bisa segera berangkat ke bandara untuk terbang ke Italia. Ikuti saja Alex, dia akan membereskan semuanya untukmu," Ornado langsung menjawab pertanyaan Serafina.


"Hati-hati di jalan, semoga semua berjalan dengan baik." Cladia berkata sambil melirik ke arah Laurel yang dilihatnya sedang menahan senyum gelinya, membuat Cladia merasa penasaran dengan sikap Laurel.


"Kenapa denganmu Laurel?" Begitu Serafina pergi, Cladia langsung bertanya kepada Laurel yang baginya sudah bersikap aneh barusan.


"Ah, tidak…. Tanya saja pada suamimu tercinta. Tanyakan padanya rencana aneh apa yang sudah dia siapkan untuk Serafina." Laurel berkata sambil tertawa geli dan menatap ke arah Ornado yang langsung meringis karena menyadari Laurel ternyata cukup jeli mengamati setiap pergerakan yang menunjukkan rencana yang akan dia lakukan kepada Serafina.


"Al, apa benar kamu sedang merencanakan sesuatu yang aneh pada Serafina?" Cladia berkata sambil mendongak ke arah Ornado yang langsung tersenyum pada Cladia, padahal sebelumnya Ornado sempat melotot ke arah Laurel yang sudah membocorkan rahasianya pada Cladia.


Laurel sendiri dengan wajah tidak bersalah justru mencibirkan bibirnya pada Ornado sebelum laki-laki itu menundukkan sedikit wajahnya untuk menatap wajah Cladia yang masih dalam rengkuhan lengannya.


Haist! Dasar si Laurel! Bagaimana bisa dia membaca isi pikiranku? Dia sebenarnya dokter atau peramal sih? Hah! Awas ya! Aku akan menunggu kesempatan untuk menjitak kepalamu!


Ornado mengomel dalam hati, meskipun dia tidak benar-benar marah pada Laurel yang sejak dulu memang paling tahu tentang sifat dan kebiasaannya.


Setelah omelannya dalam hati, Ornado langsung tersenyum geli karena mengingat sikap Laurel yang sejak dulu, memang seringkali bisa menebak jalan pikirannya jika itu berkaitan dengan Cladia.


"Ist... jangan hiraukan perkataan Laurel. Dia memang paling suka mencurigaiku melakukan sesuatu yang buruk pada orang lain. Tenang saja... aku serius kok membantu Serafina pulang ke Italia. Meskipun hal itu memang membuatu senang, supaya dia tidak mengganggu waktu kita berdua." Ornado berkata sambil sedikit membungkuk, mendekatkan tubuhnya ke arah Cladia dan mengecup kening Cladia yang sedang mendongakkan kepalanya.


“Eitsss, bukan buruk Ad, tapi iseng….” Laurel langsung berusaha membela dirinya.


“Tenang saja amore mio. Abaikan perkataan Laurel barusan. Aku tidak mau keberadaan Serafina mengganggu kenyamanan waktu liburan kita.” Ornado berkata sambil mengepalkan tangannya yang tidak terlihat dan mengarahkan kepada Laurel yang langsung kembali menahan tawa gelinya karena kode ancaman dari Ornado tanpa diketahui oleh yang lain.


"Kamu ini ada-ada saja, mana ada dia mengganggu waktu kita berdua? Dia hanya mengajak mengobrol saja." Cladia menyatakan protesnya dengan wajah memerah karena sedari tadi Ornado sibuk menciuminya, entah di rambut, di pipi, ataupun di keningnya.


"Jelas saja mengganggu kalau keberadaannya membuatmu kurang nyaman." Perkataan Ornado kali ini membuat Cladia diam dan tidak membantah, karena yang dikatakan Ornado benar-benar tepat sasaran.


Cladia memang merasa tidak nyaman mengenai keberadaan Serafina karena kejadian tadi pagi masalah topi milik Elenora yang dilihat Cladia berpindah tangan ke Serafina.