My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
PARA PRIA BUCIN



“Baik Tuan, semoga sisa hari Anda menyenangkan Tuan.” Constanzo membalas perkataan Dario yang langsung menutup panggilan teleponnya, tanpa menjawab ucapan Constanzo.


Menyerang Ornado dari berbagai sudut... Yeah... aku akan segera memulai dengan mencoba mengambil data penting milik perusahaannya dan menanamkan virus untuk membuat database perusahaan miliknya mengalami kerusakan. Meskipun dia memiliki pengaruh besar dalam dunia mafia, tapi tidak semua mendukungnya. Aku akan manfaatkan kesempatan itu untuk menyatukan semua orang yang memiliki masalah dengannya, dan tidak menerima eksistensi dia di dunia mafia itu, untuk menyerangnya.


Dario berkata dalam hati sambil mulai menyusun rencana yang akan dia lakukan step by step untuk mulai menyerang Ornado dengan sebaik mungkin.


(Era digital ini setiap kita mengakses berbagai aplikasi secara online maupun offline terdapat sistem proses penyimpanan data (basis data) yang biasa disebut dengan database. Istilah database berawal dari ilmu komputer. Meski kemudian artinya makin luas, mencakup pula hal-hal di luar bidang elektronika.


Database (pangkalan data) merupakan istilah teknologi jaringan komputer yang memiliki banyak manfaat berupa penyimpanan data yang saling berhubungan dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (data management system atau DBMS). Data base data adalah kumpulan data yang terorganisir, yang umumnya disimpan dan diakses secara elektronik dari suatu sistem komputer. Pada saat pangkalan data menjadi semakin kompleks, maka pangkalan data dikembangkan menggunakan teknik perancangan dan pemodelan secara formal.


Secara umum, database berfungsi sebagai wadah tempat informasi dan data disimpan pada suatu program.


Pengertian database menurut S. Atte adalah kumpulan dari data yang saling berhubungan yang ada dalam suatu organisasi atau enterprise dengan berbagai kegunaan. Sementara, menurut seorang ahli lain bernama Jogiyanto, database adalah kumpulan informasi dan data yang saling berhubungan satu sama lain, di mana data disimpan dalam repositori di luar komputer dan dibutuhkan perangkat lunak untuk mengelolanya).


"Dante, pada saat aku menikmati makan malamku, hubungi Constanzo, agar dia mengaturkan meeting online antara aku dan hacker yang sudah ditemukannya itu malam ini juga, setelah acara makan malamku dengan yang lain selesai." Dario langsung memberikan tugas kepada Dante, agar secepatnya dia bisa melaksanakan rencananya terhadap Ornado.


Rasanya Dario merasa begitu tidak sabar agar bisa membawa Cladia berada di sisinya.


"Baik Tuan." Dante langsung menjawab dengan cepat peritnah dari Dario.


Tidak ada gunanya aku menundanya, secepatnya aku akan segera melaksanakan rencanaku untuk merusak sistem komunikasi dan penyimpanan data milik Grup Xanderson.


"Hubungi team kita yang sedang mengurus surat penawaran kerjasama dengan Grup Shaw. Aku mau kerjasama antara aku dan Dave Shaw segera terlaksana. Aku ingin semuanya bisa berjalan searah dan dalam waktu bersamaan. Seperti peluru yang ditembakkan, akan jauh lebih baik jika peluru yang ditembakkan jumlahnya lebih dari satu, sehingga bisa dipastikan, salah satunya bisa mengenai bagian vital lawan." Dario berkata sambil matanya menatap lurus ke arah mobil di depannya yang mulai memperlambat kecepatan mobilnya, karena mereka sudah berada di dekat lokasi Mozaic Ubud.


"Baik Tuan, saya akan segera mengaturkan untuk Tuan." Dante kembali mengiyakan perintah dari Dario kepadanya.


Sepertinya keinginan tuan untuk merebut nyonya Cladia sudah tidak dapat dibendung lagi.


Dante berkata dalam hati dengan mata menatap lurus ke depan dan bersiap untuk melakukan belokan ke kanan, untuk masuk ke area tempat yang sudah ditetapkan untuk makan malam Dario dan yang lain.


# # # # # # #


"Makanan di sini memang layak ramai diperbincangkan orang, karena rasanya yang bukan saja enak, tapi sungguh unik.” Deanda memberikan komentarnya terhadap sajian makan malam saat ini dengan wajah terlihat begitu senang.


“Perlu aku mintakan tambahan menu lagi untukmu?” Pertanyaan dari Cladia yang berisi penawaran itu membuat Deanda tertawa tergelak.


“Tidak, terimakasih Cladia. Jika aku menerima penawaranmu, bisa-bisa setelah ini untuk berjalan aku akan kesulitan karena terlalu kenyang. Aku harus berhenti sekarang, kalau tidak ingin….”


“Tenang saja sweety, makan saja sepuasmu. Kalau kamu tidak bisa berjalan nanti, dengan senang hati aku akan menggendongmu sampai ke kamar.” Perkataan Alvero yang diucapkannya tanpa mengurangi volume suaranya, membuat Ornado dan yang lain tersenyum, sedang Deanda memilih untuk diam, pura-pura tidak mendengar perkataan suaminya barusan, dengan tangannya yang di bawah meja mencubit kecil lengan bagian bawah dari tangan Alvero yang ada di pangkuannya.


Mendapat cubitan kecil itu, Alvero justru tersenyum sambil mengedipkan salah satu matanya ke arah Deanda.


Rasanya Alvero saat ini ingin merengkuh wajah Deanda dan menghujaninya dengan puluhan ciuman mesra di seluruh wajahnya, dan jika mungkin juga di seluruh tubuhnya, jika Alvero tidak ingat sekarang mereka sedang menikmati makan malam mereka bersama dengan banyak orang, dan mereka pasti juga sedang memperhatikan sikapnya dan Deand


“Kemarin Ornado, dan hari ini Alvero berencana melakukan hal yang sama seperti yang sudah dilakukan Ornado. Apa kamu juga ingin aku menggendongmu mo cuisle?” Dave berbisik lirih ke telinga Laurel yang langsung menepuk pelan paha Dave dan membalas bisikannya.


“Tidak mau, aku mau kamu menyimpan tenagaku untuk hal yang lain untukku, misalnya… untuk yang bisa kita lakukan, seperti kemarin malam.” Dave hanya bisa terdiam tanpa bisa membalas perkataan Laurel yang membalasnya dengan telak, mengingatkannya kembali tentang malam panjang dan panas yang mereka berdua sudah lalui bersama kemarin malam.


Mendengar bisikan lembut nan mesra dari wanita yang begitu dicintainya, bagaimana bisa Dave mendebatnya.


Mo cuisle… kamu benar-benar sudah membangunkan singa yang sedang tertidur… Untuk itu kamu harus bertanggungjawab padaku malam ini.


Dave berkata dalam hati sambil menjauhkan kepalanya dari wajah Laurel, sebelum istrinya itu kembali mengucapkan kata-kata yang membuat hasratnya semakin bangkit dan tidak terkendali seperti biasanya.


“Ehem….” Akhirnya hanya sebuah deheman disertai dengan tindakan menelan ludahnya yang bisa dilakukan oleh Dave untuk menanggapi bisikan Laurel.


“Kenapa denganmu Dave? Jangan bilang ada tulang ikan yang tersangkut di tenggorokanmu.” Ornado yang tadi sempat melirik pasangan itu saling berbisik, langsung menggoda Dave yang tampak sedikit kikuk.


“Ah, tidak, hanya saja Laurel sedang mengingatkanku tentang hadiah yang pernah aku janjikan padanya. Dan dia ingin agar aku segera menepati janjiku untuk memberikan itu. Dia sepertinya sudah tidak sabar ingin membuka dan menikmati hadiahnya.” Dengan berusaha bersikap tenang , Dave mengucapkan kata-katanya.


“O ya? Begitukah?” Ornado berkata sambil tertawa kecil, karena dia yakin, bukan itu yang sedang dibicarakan mereka, karena terlihat wajah Laurel yang sedikit memerah karena perkataan Dave barusan.


“Apakah kamu cocok dengan menu hari ini Dario?” Ornado yang tiba-tiba saja mengalihkan pembicaraan dan langsung menoleh ke arah Dario diikuti sebuah pertanyaan, membuat Dario sedikit tersentak dan hampir saja menjatuhkan sendok di tangannya karena hampir saja Ornado menangkap basah dirinya yang sedang asyik memainkan sendok di tangannya sambil mencuri pandang ke arah Cladia setiap ada kesempatan.