
Suara merdu Laurel, bau harum tubuh maupun rambut dari Laurel, sudah sejak mereka bersama, selalu menjadi candu bagi Dave yang sejak kembalinya Laurel setelah pergi meninggalkannya selama 7 tahun semakin sulit menahan dirinya untuk tidak selalu berada di dekat istrinya itu.
"Lalu...?" Dengan nada penasaran Alaya mendengarkan cerita dari Laurel tentang mitos awal mulanya tempat yang dinamai Raja Ampat ini.
Tempat dengan sejuta pesona yang selalu membuat orang terkagum-kagum seperti terhipnotis karena kecantikan dan keindahannya.
"Orang-orang Fiawat yang tinggal tak jauh dari Kali Raja telah mengakui ketangguhan keluarga ini saat lomba adu tarik tali yang diprakarsai Buku Denik Kapatlot. Orang Fiawat mulanya merasa akan menang karena Buku Denik Kapotlot hanya berdua dengan suaminya. Mereka tak menyadari bahwa penjelmaan telur-telur itu telah ikut membantu pertandingan itu. Lalu Pin Tekuk, satu-satunya perempuan di keluarga tersebut melahirkan anak laki-laki yang diberi nama Gurabesi yang diyakini ia dan pasukannya menguasai Kesultanan Tidore, Maluku. Begitu cerita yang aku tahu, meskipun ada beberapa cerita yang sedikit berbeda." Laurel mengakhiri ceritanya, dan tanpa segan-segan langsung menyandarkan tubuhnya ke dada bidang Dave, yang langsung mempererat pelukannya pada Laurel.
"Beberapa hari kita akan berlibur di tempat ini. Jangan khawatir Alvero, besok kamu pasti akan semakin terpesona setelah kami mengajakmu ke Love Lagoon Karwapop, yang aku jamin di bagian manapun dari Gracetian, tidak akan ada tempat seromantis dan sekaligus indah seperti tempat yang akan kita kunjungi besok." Ornado menambahkan kata-kata laure dengan memamerkan Raja Ampat kepada Alvero dengan sikap begitu percaya diri.
(Selain terkenal dengan gugusan pulau yang sangat indah, Raja Ampat yang terletak di Papua Barat dikenal memiliki terumbu karang yang eksotis dan menjadi tempat yang paling dicari para turis untuk menyelam. Jika ditelusuri lebih jauh, ternyata Raja Ampat memiliki beragam pesona keindahan alam yang hampir belum terjamah manusia.
Salah satunya adalah Love Lagoon Karwapop yang berlokasi di distrik Misool, Papua Barat. Sesuai namanya, laguna tersebut berbentuk hati dengan warna air biru jernih dan dikelilingi oleh rimbunnya hutan papua yang hijau.
Laguna atau telaga merupakan danau air asin yang biasanya terletak bersebelahan dengan lautan, dan terbentuk akibat abrasi oleh air laut. Keindahan Laguna Cinta ini bisa kita nikmati dengan mendaki ke puncak bukit yang merupakan bagian dari paket wisata alam yang disuguhkan di Raja Ampat
Meskipun Misool belum sepopuler pulau utama lainnya di Raja Ampat, namun pulau ini kaya akan keindahan alam. Danau ubur-ubur, pantai yang cantik, laguna, serta karang-karang yang berbentuk unik merupakan sebagian harta yang terdapat di Misool).
"Begitukah? Aku tidak sabar menantikan itu." Alvero menjawab perkataan Ornado dengan tatapan matanya yang terlihat jelas dia merasa begitu terpesona dengan pemandangan indah di hadapannya saat ini, dan tidak bisa membayangkan keindahan lain yang tadi dipamerkan oleh Ornado padanya.
Dan mau tidak mau, Alvero harus mengakui kalau di negara yang dikuasainya sekarang, negara Gracetian, tidak ada pemandangan alam seindah yang sedang dinikmatinya sekarang.
"Liburanku kali ini memang benar-benar istimewa. Kamu memang pantas mendapatkan lebih dari dua jempol untuk menunjukkan pengakuan bahwa kamu memang benar-benar berbakat dalam bidang pekerjaan apapun, termasuk bidang wisata." Ornado langsung tertawa renyah mendengar pujian dari Alvero.
"Sepertinya perkataanmu tadi harus aku rekam untuk aku jadikan bahan untuk mempromosikan biro perjalanan wisata milikku."
"Ha ha ha... silahkan saja Ad."
"Lebih bagus lagi kalau kamu dan Deanda mau menjadi bintang iklan kami. Wajah maupun status kalian berdua yang begitu mendukung, pasti akan menghebohkan dunia periklanan. Dan yang pasti kamu akan mendapatkan bayaran yang tidak sedikit untuk itu." Kali ini tawa Alvero semakin keras begitu mendengar penawaran Ornado.
"Kalau begitu, bagaimana denganmu Dave? Bisakah kamu dan Laurel menjadi bintang iklan kami?" Laurel langsung melotot mendengar pertanyaan Ornado yang sengaja menggodanya dan Dave.
"Yang benar saja Ad. Kamu ini ada-ada saja. Kami ini dokter, bukan selebriti." Ornado langsung tertawa tergelak mendengar perkataan dari Laurel.
"Sudah Al, jangan menggoda mereka. Kamu tahu bagi mereka juga bukan hal mudah untuk menolak permintaanmu. Tapi tidak semua orang harus menuruti permintaanmu kalau itu tidka sesuai dengan kondisi mereka." Cladia berkata lembut sambil memandang ke arah Ornado yang terlihat masih berniat menggoda teman-temannya
"Oke, oke amore mio. Kamu tahu aku hanya sekedar menggoda mereka."
"Wah... si Ornadon Xanderson, penguasa bisnis dunia, ternyata begitu penurut dengan istrinya." Laurel berkata sambil bertepuk tangan, membuat Ornado langsung menatapnya sambil meringis.
"Kamu tahu kan aku memang tergabung dalam ISTI (Ikatan Suami Tergila-gila Istri) yang pasti akan rela melakukan apa saja untuk istriku. Dan sepertinya kamu harus melakukan pengecekan pada Dave secara menyeluruh, kalau dia tidak bergabung denganku dalam kelompok itu. Lihat saja Alvero, dia juga sudah bergabung di sana bersamaku." Laurel yang mandapatkan serangan balik dari Ornado akhirnya hanya bisa tersenyum geli.
"Oke.... aku kalah.... Kamu selalu menang dalam urusan beradu mulut."
"Ist... daripada beradu mulut denganmu, aku akan memilih untuk beradu bibir dengan amore mio. Dan kamu, harusnya juga beradu bibir saja dengan Dave." Sahutan dari Ornado membuat wajah Laurel merah padam, sedang Dave yang tahu dia pasti kalah meskipun membantu Laurel menyerang Ornado dengan kata-katanya, lebih memilih diam sambil menahan senyum gelinya melihat bagaimana Ornado dan Laurel yang kadang terlihat saling mengejek, tapi mereka saling menyayangi satu sama lain seperti akak dan adik kandung.
Alvero dan Deanda yang mendengar pedebatan kecil antara Ornado dan Laurel, hanya bisa ikut menyungingkan senyum di wajah mereka.
"Pak Ornado...." Suara panggilan dari Alex membuat Ornado langsung menoleh ke arah sumber suara.
"Maaf mengganggu waktu Bapak. Bisakah saya minta waktu Bapak sebentar?" Melihat bagimana seriusnya wajah Alex, Ornado langsung menganggukkan kepalanya.
"Aku permisi sebentar. Laurel, tolong jaga Cladia selama aku pergi bersama Alex." Ornado berpamitan kepada yang lain sebelum dia pergi bersama Alex, mencari tempat yang lebih sepi dan privat, agar leluasa untuk berbicara.
Laurel sendiri langsung tersenyum geli ke arah Cladia yang wajahnya memerah karena perintah Ornado barusan pada Laurel untuk menjaganya, seolah dia akan menghilang jika Ornado tidak menyuruh orang untuk mengawasinya.
"Apa yang ingin kamu sampaikan Alex?" Ornado langsung bertanya begitu mereka sudah berada di tempat yang cukup tenang dan sepi.
"Begini Pak... Saya baru dapat laporan bahwa orang yang bernama Edo, yang Pak Ornado minta kami selalu cek kondisinya di penjara, tiba-tiba meninggal dikarenakan serangan jantung." Ornado mau tidak mau terlihat tersentak kaget mendengar berita tentang itu.