
"Tolong berhenti Tuan-tuan dan Nyonya. Maaf, tapi gedung ini bukan untuk umum, karena sudah disewa untuk acara lelang."
"Silahkan Anda sekalian yang tidak berkepentingan, dipersilahkan untuk segera menjauh dari pintu masuk gedung."
"Maaf, hanya orang-orang yang membawa undangan yang boleh memasuki gedung ini."
"Maaf, tolong jangan menghalangi pintu masuk gedung ini."
Beberapa petugas keamanan berusaha untuk menghalangi beberapa orang yang karena rasa penasaran berusaha menerobos masuk ke dalam gedung, meskipun mereka tidak memiliki undangan.
"Sebentar lagi kita akan melihat dan mengatahui apa yang membuat orang nomer satu dari kerajaan Gracetian hadir di gedung tempat diadakannya lelang saat ini." Begitu berhasil masuk ke dalam gedung dengan menunjukkan kartu undangan sebagai reporter, wanita cantik itu segera kembali mengarahkan mic yang dipegangnya ke bibirnya dan bersiap mengajak para pemirsa televisi untuk ikut menyaksikan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Setelah pembawa acara itu selesai mengucapkan kata-katanya, para kamerawan yang merupakan orang-orang satu timnya, segera mengarahkan kamera mereka ke arah panggung di depan sana, dimana tampak Alvero, Afro, dan ahli perhiasan yang datang bersamanya duduk di depan sana.
"Selamat datang untuk Raja Alvero di tempat ini. Sebentar beliau akan menyampaikan sesuatu terkait dengan peristiwa tuntutan dari beberapa orang pemenang lelang yang mengklaim bahwa perhiasan yang mereka menangkan merupakan perhiasan palsu."
"Silahkan...." Orang yang bertugas untuk membawakan dan memimpin acara lelang itu segera mempersilahkan Alvero untuk mengucapkan kata-katanya.
"Selamat sore untuk semuanya. Hari ini kami berdua, sengaja hadir untuk meluruskan kesalahpahaman tentang perhiasan palsu yang dilelang hari ini oleh Grup Xanderson." Kata-kata pembukaan dari Alvero, membuat semua yang hadir saling berbisik, termasuk para pemenang lelang yang sudah mengklaim bahwa itu adalah perhiasan palsu.
Di tempat lain, Dario yang masih dalam posisi berlutut sambil memegang pahanya yang tertembak, memandang ke arah layar televisi dengan wajah bertanya-tanya, karena tidak bisa menerka sama sekali, apa rencana Ornado, sampai melibatkan Alvero dalam masalah lelang perhiasan.
Ornado sendiri tampak menyungingkan senyumnya, begitu melihat sosok Alvero di televisi, yang sudah berada di gedung tempat diadakannya lelang.
Alvero sendiri bisa mendapatkan info karena negara Gracetian miliknya merupakan negara yang menghasilkan banyak batu mulia berkualitas tinggi dari hasil pertambangan di negaranya yang dikenal kaya raya itu.
Karena itu banyak orang yang bekerja di bidang perhiasan keluar masuk dan melakukan kerjasama dengan pihak kerajaan Gracetian.
Begitu mendapatkan laporan tentang hal itu, Alvero langsung meminta Erich dan Ernest melakukan penyelidikan, yang akhirnya berujung pada penemuan mereka tentang rencana orang-orang itu melakukan sabotase di acara lelang yang diadakan oleh Grup Xanderson, dengan berusaha mengganti beberapa berlian pada perhiasan yang dilelang, dengan berlian palsu.
Mendengar bagaimana ada orang yang berniat mencelakai Ornado, tentu saja Alvero tidak bsia tinggal diam.
Bahkan Alvero bersikeras bahwa dia sendiri yang akan datang ke Italia dengan membawa ahli perhiasan ternama untuk mempermalukan orang-orang yang sudah bersedia bekerjasama dengan Dario untuk mencoba menjatuhkan Ornado.
"Kehadiran kami dari jauh sengaja untuk menjelaskan tentang perhiasan yang dikatakan palsu oleh beberapa orang, yang sepertinya, tidak mengerti sama sekali tentang seluk beluk perhiasan asli atau palsu." Kata-kata Alvero membuat beberapa orang yang tadinya mengklaim bahwa perhiasan yang mereka menangkan palsu, langsung saling memandang, dengan wajah tidak mengerti.
"Bisa-bisanya seorang raja seperti dia menuduh kita orang yang cukup mengerti perhiasan berbohong." Salah satu dari mereka berbisik kepada yang lain dengan pandangan mata terlihat tidak percaya sekaligus meremehkan Alvero, yang tangannya bergerak, memberi kode pada salah satu pengawalnya yang segera datang mendekat kepadanya sambil membawa sebuah kotak berlapis emas murni, lalu menyerahkannya kepada Alvero dengan sikap hormat.
"Di negara Garacetian, yang merupakan salah satu negara yang memiliki tambang batu mulia terbesar di dunia. Kalian yang berkutat dengan perhiasan, pasti tahu bahwa salah satu hasil tambang terbaik dari Gracetian adalah berlian. Dan berlian dari Gracetian, tidak bisa ditemukan di negara lain. Karena itu menjadi salah satu berlian langka yang keindahannya tidak kalah dibandingkan dengan berlian Koh-I-Noor." Alvero berkata sambil membuka kota perhiasan berlapis emas yang ada di tangannya.
(Berlian termahal di dunia yaitu Koh-I-Noor yang legendaris. Berlian ini memiliki bentuk oval dengan berat 105.6ct. Tenggelam dalam misteri dan legenda, batu itu diyakini telah ditambang di India pada tahun 1300-an.
Kontroversi di balik berlian ini terletak pada klaim bahwa Inggris mencuri batu itu dari India. Inggris memperoleh berlian tersebut pada tahun 1850 dan pada tahun 1852, Pangeran Albert memotongnya dari 186 karat menjadi 105,6 karat untuk meningkatkan kilauannya. Berlian berbentuk oval yang tidak berwarna ini juga dikenal sebagai Mountain of Light dan Diamond of Babur. The Koh-I-Noor memiliki harga 10-12 miliar US dollar atau sekitar Rp 170 triliun).
"Karena berlian ini merupakan berlian asli yang hanya ada di Gracetian, kami pihak kerajaan Gracetian, tidak pernah memperjualbelikan, dan hanya kami gunakan secara pribadi untuk perhiasan para putri dan pangeran keturunan dari keluarga kerajaan Gracetian, terutama keluarga Adalvino." Perkataan Alvero disertai dengan gerakan tangannya yang menunjukkan kepada semua yang hadir berlian berbentuk bulat, yang warnanya berkilau indah, yang jika diamati, memiliki ciri yang sama dengan berlian yang terpasang di tiga perhiasan yang dituduhkan palsu itu.