
“Dengan kejadian ini, aku dengan tegas meminta Serafina untuk keluar dari dunia model, agar dia tidak lagi bisa bersikap sombong, dan meremehkan orang lain. Selain itu, sepertinya selama ini dia berusaha untuk melakukan apapun untuk meningkatkan polularitasnya. Hal itu benar-benar tidak bisa aku biarkan begitu saja.” Papa Elenora kembali menarik nafas untuk mengambil waktu menata hatinya, sebelum meneruskan kata-katanya tentang keputusan terhadap Serafina.
Ap… apa aku tidak salah dengar? Kalau papa memaksa kak Serafina keluar dari dunia model, itu artinya papa membuat kak Serafina seperti pohon yang dicabut paksa dari tanah dimana sudah bertahun-tahun ini dia tumbuh dari kecil hingga seperti sekarang ini. Dia sangat bergantung dari dunia model. Apa keputusan papa tidak terlalu kejam untuk kak Serafina?
Elenora berkata dalam hati sambil menatap ke arah papanya, yang dari raut wajahnya terlihat jelas, bahwa dia tidak akan mengubah keputusannya.
Melihat reaksi Elenora James langsung menepuk bahu Elenora pelan.
“Semua ada waktunya, dan semua orang harus mempertanggungjawabkan semua yang pernah dilakukannya, termasuk Serafina. Apalagi yang sudah dilakukan oleh Serafina terhitung hal yang mengerikan. Kalau saja aku membuka masalah ini di depan media, masa depan Serafina pasti hancur.” Perkataan James membuat mereka yang lain tersentak kaget.
“Ma… af James… kalau media sampai mendengar tentang hal ini, Serafina bukan saja tidak bisa kembali ke dunia model, tapi dia pasti sulit untuk kembali ke masyarakat dan mendapatkan pekerjaan yang layak di masa depan. Aku sudah merencanakan hal lain untuk dilakukan oleh Serafina agar dia jera dan banyak belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik.” Papa Elenora langsung menyampaikan pendapatnya kepada James yang langsung tersenyum.
“Tenang saja Pa, aku hanya bilang kalau saja… tapi jujur, jika orang yang sudah berencana mencelakai istriku hanya mendapatkan hukuman seperti yang Papa katakan sebelumnya, aku sebagai suami Elenora, tidak puas dengan itu.” Elenora hampir saja mengeluarkan pendapatnya untuk mendukung papanya, tapi pembicaraan dia dan James sebelumnya membuat Elenora membatalkan niatnya.
“Eh, masalah itu, papa sudah berencana untuk mengirimkan Serafina ke rumah pamannya yang di pedesaan dan memiliki cukup lahan pertanian dan peternakan, agar dia belajar untuk hidup sederhana dan jauh dari hiruk pikuk keramaian kota yang sudah membuatnya lupa diri.” James langsung mengernyitkan dahinya mendengar itu.
“Jika itu menjadi tujuan Papa, aku sangat setuju…. Tapi serahkan itu padaku, biar aku yang memutuskan tentang itu. Keluarga Xanderson memiliki panti wredha dan juga panti asuhan yang cukup besar, dan pastinya tenaganya di sana akan sangat diperlukan. Dia melakukan kegiatan sosial disana untuk waktu yang cukup lama sampai dia berubah, Dan yang pasti, karena itu milik keluarga Xanderson, kita bisa menjamin bahwa tidak ada seorangpun yang akan tahu dan mengenalinya disana.” James berkata sambil membayangkan bagaimana Serafina benar-benar harus banyak belajar bagaimana untuk bekerja keras, bersabar, dan melayani orang lain baik di panti wredha maupun panti asuhan yang cukup besar dan dihuni oleh ratusan orang itu, menyingkirkan segala ego dan kesombongannya selama ini.
Pengertian panti wredha menurut Departemen Sosial RI adalah suatu tempat untuk menampung lansia dan jompo terlantar dengan memberikan pelayanan sehingga mereka merasa aman, tentram sengan tiada perasaan gelisah maupun khawatir dalam menghadapi usia tua.
Panti werdha yang di negara Barat disebut dengan retirement home atau old people's home/old age home merupakan tempat tinggal bagi lansia yang lebih banyak dipilih karena tempat ini memungkinkan lansia untuk tetap hidup tanpa menggantungkan diri kepada anak/keluarga. Di Asia, termasuk di Indonesia, sebagian besar lansia hidup sendiri atau hidup bersama anak. Meskipun demikian, panti werdha tetap ada, dengan kepengelolaan yang secara umum dipegang oleh pemerintah.
Perawatan yang diberikan kepada lansia bervariasi di tiap-tiap negara dan pilihan memasukkan orang tua ke panti jompo termasuk yang kurang populer di Indonesia sebab normatifnya perawatan lansia merupakan tanggung jawab keluarga. Namun situasi ini dapat menjadi berbeda atau berubah di tempat-tempat dimana jumlah keluarga inti semakin berkurang atau pada saat kaum wanita juga mempunyai kesibukan dengan kegiatan di luar rumah).
Perkataan James membuat papa mama Elenora, maupun Elenora sendiri hanya bisa terdiam tanpa bisa membantah apa yang baru saja dikatakan oleh James.
“Aku akan pastikan sendiri bahwa Serafina akan belajar banyak hal di sana. Jika waktu setahun dua tahun tidak bisa mengubahnya, aku pastikan dia akan memiliki banyak waktu disana, sebanyak yang ingin dia habiskan untuk belajar dan berubah.” Perkataan James yang didengar oleh Serafina yang ada di balik tembok ruang tamu, membuat tubuh Serafina melorot ke bawah, dan jatuh terduduk di lantai.
Membayangkan bagaimana dia harus meninggalkan dunia model yang selama ini membuatnya bisa hidup mewah, glamour dan dikagumi oleh banyak oang.
Posisinya sebagai model terkenal mesti masih di bawah Amadea, membuat Serafina seringkali mendapatkan pujian dan juga pengagum berat, dimana beberapa pria yang tergila-gila padanya bahkan rela melakukan apa saja untuknya, termasuk menghabiskan banyak uang untuk bisa mendapatkan perhatian dari Serafina, dan menarik hatinya jika saja bisa.