
“Ehmm… itu… untuk coklat kali ini, tolong jangan membaginya dengan yang lain, karena itu aku berikan khusus untukmu. Dan kalau boleh, jangan menerima coklat dari laki-laki lain khusus hari ini, siapapun kecuali laki-laki yang masih memiliki hubungan keluarga denganmu….” Dengan sikap malu-malu, Ornado menyampaikan keinginannya, yang hanya bisa membuat Cladia yang masih kecil melongo, dan tidak tahu kenapa hari ini Ornado meminta hal yang baginya terdengar begitu aneh dan tidak dia mengerti sama sekali.
“Kenapa Al? Kamu harus beritahu dulu apa alasannya ke aku. Apa coklat ini berisiberlian di dalamnya? Atau coklatnya bisa berubah bentuk jika digigit? Atau ada undian berhadiah di kemasannya? Berhadiah boneka? Mainan? emas? Rumah?” Cladia mengucapkan banyak pertanyaan polos yang membuat Ornado justru semakin terdiam.
“Ayolah Al, jangan main tebak-tebakan begitu dong denganku….” Cladia berkata sambil tangannya memegang lengan baju yang dikenakan Ornado dan menggoyang-goyangkannya dengan wajahnya dan matanya yang manja menatap ke arah Ornado, yang sedari kecil sudah menunjukkan sisi wajah yang sangat tampan dan tubuhnya yang jauh menjulang tinggi dibandingkan dengan Cladia.
Cladia yang begitu penasaran bahkan terus merengek agar Ornado menjelaskan alasan kenapa coklat itu tidak boleh dibagi dengan yang lain.
Padahal biasanya justru Ornado yang berpesan agar Cladia membagi coklat oleh-oleh dari Italia dengan Jeremy dan Laurel.
“Anu… itu… bukan coklat seperti biasanya. Itu… coklat valentine… Hanya diberikan kepada orang yang….” Ornado menghentikan kata-katanya, dan mendekat ke arah Cladia, dan dengan cepat, hanya dalam hitungan tidak lebih dari 2 detik, Ornado mencium pipi Cladia yang wajahnya masih tampak bingung, tapi kemudian tersenyum manis ke arah Ornado dengan wajahnya yang malu-malu dan pipi memerah.
Sedang Ornado sendiri, setelah mencium sekilas pipi Cladia, wajahnya juga tampak begitu memerah.
Di balik tembok, Dario yang sedang mengintip mereka berdua langsung meremas kuat-kuat coklat yang ada di tangan kanannya, membantingnya ke tanah, menginjak-injaknya hingga hancur tidak berbentuk, dan berlalu pergi menjauh dengan wajah kecewa, marah, kesal, cemburu, bercampur aduk menjadi satu.
James yang melihat itu hanya bisa menarik nafas panjang, dan berlalu pergi, tidak menghibur Dario, tapi juga tidak mendekat ke arah Ornado dan Dario.
Sudah belasan tahun berlalu sejak kejadian hari itu, apa Dario sudah bisa melupakan rasa sukanya kepada Ornado yang sepertinya tidak tahu, bahwa sama sepertinya, Dario juga menyukai Cladia sejak mereka masih kanak-kanak. Aku sungguh berharap, bahwa Dario benar-benar bisa menganggap Ornado seperti adiknya sendiri, seperti harapan uncle Alberto selama ini. Tapi kenapa sampai sekarang, hatiku masih merasa bahwa sikap dan perasaan Dario terhadap Ornado tidaklah tulus.
James berkata dalam hati sambil melirik ke arah Ornado yang baginya terlihat begitu santai, dan bahkan di wajahnya tidak menunjukkan sikap siaga sedikitpun terhadap Dario.
"Ah, pulau ini memang layak disebut pulau dewata. bukan karena kegiatan keagamaan yang seringkali mereka lakukan, tapi di sini memang merupakan dunianya orang berlibur. Pantas jika orang betah menghabiskan banyak waktu untuk menikmati keindahan tempat ini." Dario segera mengalihkan pembicaraan begitu mereka mulai membicarakan lagi tentang para wanita, agar dia sendiri tidak terjebak dalam suasana canggung lagi.
“Karena itu aku dan James sengaja memilih tempat ini sebagai tempat wisata pertama yang layak dikunjungi oleh keluarga Alvero. Aku yakin mereka akan merasa puas dengan ini.” Ornado berkata sambil melirik ke arah Alvero yang langsung tersenyum sambil menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan pernyataan Ornado.
“Jangan khawatir Ad, kami mana berani bilang tidak puas, sedangkan kami hanya tinggal datang dan menikmati saja. Sungguh keterlaluan kalau kami masih tidak puas apalagi mengkritikmu.” Enzo berkata dengan senyum gelinya.
“Apa rencana kalian malam ini? Apakah kalian sudah menentukan tempat untuk makan malam hari ini?” Dario langsung bertanya kembali tentang rencana mereka selanjutnya, dengan harapan dia bisa bergabung malam ini bersama mereka.
Setelah beberapa lama ini dia hanya bisa melihat sosok Cladia dari foto-foto yang diambil orang suruhannya dari jauh.
Sebenarnya, salah satu alasan yang membuat Dario dengan sengaja menyusul mereka ke Bali adalah karena tidak bisa lagi menahan rasa rindunya yang menggila dalam dadanya, untuk bertemu dengan Cladia secara langsung, karena sejak dia keluar dari rumah Ornado, belum pernah sekalipun Dario bertemu lagi dengan Cladia yang berhasil membuatnya seperti orang sakau hanya dengan memikirkan dan membayangkan sosoknya yang cantik seperti boneka.
Apalagi setelah bertahun-tahun tidak bertemu Cladia secara langsung, Dario yang sibuk membangun kerajaan bisnisnya semakin terperangkap dalam perasaan cinta yang salah dan semakin menggebu ketika bertemu lagi dengan Cladia hari itu di rumah Ornado bersama dengan Elenora dan yang lain dari Italia.
Cladia yang dilihat oleh Dario tampak semakin cantik, membuat Dario hampir saja lepas kendali dan hampir saja bergegas berjalan ke arah wanita itu dan memeluknya dnegan erat, jika saja dia tidak ingat bahwa saat ini Cladia masih berstatus sebagai istri dari Ornado.
Dan alasan kedua kenapa Dario bergegas terbang ke Bali setelah mendengar kabar bahwa Cladia pergi berlibur bersama Ornado adalah rasa cemburu yang begitu membakar dadanya setelah mendengar kabar itu dari salah satu informannya.
“Kami sudah melakukan reservasi di restoran Mozaic Ubud. Kamu bisa bergabung bersama kami malam ini jika belum ada rencana lain.” Ajakan Ornado langsung disambut dengan sebuah senyuman puas oleh Dario.
(Restoran Mozaic Ubud…. Buat yang sedang honeymoon, atau menginginkan makan mewah dengan suasana dan tempat yang romantis, makan di tempat ini pasti bisa membuat suasana makin romantis. Desain taman tropis, menu yang terus berganti, dan masuk dalam daftar 100 restoran terbaik versi San Pellegrino Guide membuat restoran ini patut didatangi.
Restoran ini sudah mendapatkan begitu banyak penghargaan di setiap tahunnya karena cita rasanya yg unik. Terlebih lagi, sang owner adalah chef Perancis yg sudah diakui di internasional (Cmiiw).
Restoran ini merupakan restoran mewah dengan suasana yang sangat romantic, dengan pilihan in door atau our door. Sangat cocok untuk pasangan-pasangan yang ingin makan malam romantis berduaan. Sebelum masuk ke tempat makan. Kita akan disambut oleh pelayan restauran dan dipersilahkan menunggu di lounge sambil memilih menu. Setelah selesai, kita akan diantarkan ke meja makan di dalam. Tempat makan outdoor dengan suasana malam yang romantis. Makanan luar negeri dengan bahan lokal yang sangat enak
Surprise menu adalah yang paling di rekomendasikan, dan mereka tidak akan memberitahu sebelumnya isinya apa saja, karena dianggap sebagai sebuah kejutan.
Beberapa hidangan yang benar-benar inovatif, pengupas rasa, dan hidangan teknis semuanya disajikan dengan indah.
Mereka banyak berfokus pada memadukan bahan-bahan lokal dengan masakan internasional dan hasilnya luar biasa. Steak yang disajikan dengan saus keluak / miso adalah salah satu hidangan terbaik yang pernah dirasakan oleh beberapa pengunjung).
“Tentu saja dengan senang hati aku akan ikut dalam acara makan malam kali ini.” Dario segera menjawab ajakan Ornado tanpa adanya penolakan sedikitpun, membuat Ornado tersenyum tipis dalam menanggapinya.
Sebuah senyum yang membuat James menghela nafasnya, karena berpikir kenapa jika itu tentang Dario, Ornado terlihat polos dan sikap waspadanya yang biasanya lebih dibanding orang lain jadi terlihat hilang, menguap entah kemana