
"Ini Ad." James yang sudah berada di dekat Ornado, menyerahkan sebuah flash disk kepada Ornado yang langsung tersenyum sambil menundukkan kepalanya, memandang ke arah Dario dengan tatapan meremehkan.
"Aku akan memberitahumu sebuah hadiah lain dariku. Flash ini, berisi tentang semua data-data di servermu yang berhasil kami ambil setelah kamu gagal saat berusaha mengambil data-data kami. Ini akan menjadi hadiah terbaik bagi pihak berwenang untuk mendapatkan bukti tentang tindakan korupsi dan semua kejahatan dan hal kotor yang sudah kamu lakukan berkedok bisnis." Kata-kata Ornado benar-benar membuat Dario kalap, sehingga tanpa perduli dengan rasa sakit di pahanya, dan juga lupa bahwa situasi tidaklah berpihak padanya, Dario langung menggerakkan tangannya, berusaha untuk menari kaki Ornado.
Sayangnya, gerakan kaki Ornado lebih cepat, bergerak menendang bahu Dario yang langsung tumbang ke lantai.
Menyadari kondisinya yang sudah tidak ada harapan lagi, dengan wajah frustasi, Dario terlihat mengatupkan gerahamnya dengan begitu erat, hingga terdengar suara gemeretak gigi yang beradu, sambil lengan tangan bawahnya yang berusaha menahan tubuhnya yang terjatuh di lantai, memukul-mukul lantai dengan keras, seolah dengan melakukan itu bisa meredakan emosi di jiwanya dan sakit hati serta rasa kecewanya.
"Bereskan semuanya!" Perintah Ornado langsung membuat beberapa orang langsung bergerak, mendekat ke arah Dante dan juga Dario, menarik kedua tangan mereka, memaksa mereka berdua untuk segera berdiri, dengan kedua tangan di punggung mereka, diikat dengan erat oleh orang-orang yang menjadi sekutu Ornado.
"Roberto, untuk para pengkhianat itu, lebih baik kita selesaikan secara intern tanpa melibatkan pihak berwenang." Salah seorang ketua mafia yang tadi datang bersama James, berkata kepada Roberto yang langsung memandang ke arah Ornado.
"Bagaimana Tuan Xanderson? Mereka memang tidak ada sangkut pautnya secara langsung dengan perbuatan tuan Dario. Lebih baik mereka mengikuti pengadilan yang akan diadakan sesuai aturan intern kita, tanpa melibatkan pihak luar, yang tidak tahu tentang keberadaan kita secara nyata." Roberto berkata sambil meantap lurus ke arah Ornado, menunggu keputusan dari Ornado.
"Baik, sepertinya itu ide yang bagus. Pastikan tidak ada satupun dari anak buah Dario yang menyebutkan tentang keberadaan mafia di depan petugas keamanan yagn tidak berkepentingan dengan urusan kita." Ornado berkata sambil berjalan ke arah Cladia yang masih terlihat masih duduk di tempatnya dengan wajah termenung.
Tapi begitu melihat sosok Ornado yang mendekat ke arahnya, sebuah senyum yang menunjukkan kebahagiaan dan rasa cintanya pada Ornado langsung terlihat menghiasi wajah Cladia.
"Apa aku membuatmu lama menunggu amore mio?" Ornado berkata sambil mengecup sekilas bibir Cladia, membuat Cladia tersentak kaget.
"Al...!" Belum lagi pulih dari kagetnya, Cladia terpekik pelan karena Ornado yang tiba-tiba saja mengangkat tubuhnya, menggendongnya ala bridal style, lalu membawanya melangkah keluar meninggalkan mansion Dario.
"Pegang dengan erat amore mio, karena dari tempat ini ke mobil, bukanlah jarak yang dekat." Kata-kata Ornado yang yang diucapkannya sambil mengerling ke arah Cladia, membuat Cladia langsung melingkarkan tangannya ke leher Ornado, memeluknya dengan erat.
Dengan sengaja, Ornado mempercepat langkah-langkah kakinya, melewati Dario yang sedang digelandang oleh tim pasukan khususnya bersama Erich dan Ernest, seolah sengaja memamerkan kemesraannya dengan Cladia di depan Dario.
Bahkan begitu Ornado melihat sudut mata Dario yang meliriknya dengan tatapan penuh amarah dan kebencian, Ornado justru dengan sengaja langsung sedikit mengangkat tubuh Cladia yang ada di gendongannya, dan mencium bibir Cladia dengan mesra di depan Dario yang langsung membuang wajahnya ke arah lain dengan gigi gemeretak dan mengeluarkan desisan kasar dari bibirnya.
Haist! Dasar Ad! Bisa-bisanya mencari waktu untuk memamerkan kemesraannya dan Cladia di depan Dario. Sikapnya sudah seperti anak kecil yang memamerkan mainan miliknya yang merupakan limited edition dan tidak dapat dimiliki oleh anak lain. Coba saja ada Laurel disini, Ad pasti habis digodanya.
James berkata dalam hati sambil menahan senyumnya, melihat bagaimana Ornado yang baginya terlihat kekanak-kanakan dengan memamerkan kemesraan dengan Cladia di depan Dario.
Cladia yang awalnya berusaha untuk menghindar, tentu saja tidak bisa karena Ornado sengaja menahan kepala Cladia dengan salah satu telapak tangannya yang membopong bagian pungung atas tubuh Cladia.
"Kenapa berusaha menghindar amore mio. Biarkan semua orang tahu bahwa kamu adalah wanita milikku, dan siapapun yang ingin mengusikmu, sedang mencari masalah untuk dirinya sendiri." Ornado yang sudah melepaskan kembali ciumannya setelah menjauh dari Dario, langsung berkata sambil tersenyum ke arah Cladia yang wajahnya tampak begitu memerah.
"Ah... jangan memasang wajah malu-malu seperti itu amore mio. Kamu benar-benar orang yang paling pintar dalam urusan mengujiku." Ornado berkata sambil tertawa kecil, sebelum akhirnya membawa Cladia masuk ke dalam mobil.
Perkataan Ornado padanya membuat wajah Cladia semakin memerah, dengan senyum malu-malunya.
Tapi begitu Ornado duduk di sampingnya, dan mobil mulai melaju, Cladia seolah disadarkan oleh sesuatu, tiba-tiba kedua tangan Cladia merangkum wajah Ornado, dan menatapnya dalam-dalam, lalu dengan ujung ibu jarinya, Cladia mengelus luka di sudut bibir Ornado.
"Maaf Al, sudah membuatmu terluka...." Dengan suara lirih Cladia berkata dengan tatapan mata sendunya menatap ke wajah Ornado yang langsung tersenyum, untuk meyakinkan Cladia bahwa luKA sekecil itu tidak ada artinya dibandingkan dengan resiko yang bisa saja dia dapatkan karena dia sudah bertindak sedikit ceroboh hari ini, hingga sempat membuat Cladia menghilang karena Dario.