My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
SEMAKIN SALAH TINGKAH



Apa itu alasan kuat dibalik keputusan pak James selama ini? Pak James bersikeras harus Elenora yang menjadi sekretaris pribadinya, bukannya pegawai lain yang terbukti lebih mampu dan mumpuni dari Elenora. Bahkan dengan kemampuan pas-pasan dari Elenora, pak James memaksakan agar Elenoralah yang menemaninya berlibur sambil bekerja? Kalau memang pak James tidak memiliki perasaan khusus atau mereka memiliki hubungan khusus, sepertimya orang yang sifatnya perfeksionis seperti pak James tidak akan mau bekerjasama dengan siapapun yang tidak bisa mengikuti kecepatan kinerjanya dan tidak memiliki kemampuan mengerjakan semua tugas darinya dengan sempurna . Tidak aku sangka ternyata seorang Elenora mampu membuat pak James mengesampingkan kebiasaannya yang sudah mendarah daging itu.


Audrey kembali bertanya-tanya dalam hati dengan wajah terlihat begitu penasaran.


Tapi tentu saja, seorang Audrey yang cukup tahu diri dan mengerti akan posisinya hanya berani menerka-nerka dalam hati tanpa berani mengeluarkannya dalam bentuk suara dari bibirnya.


Kalau memang seperti itu, sepertinya Dea dan pegawai lain yang selama ini begitu mengidolakan pak James harus bersiap-siap patah hati dan juga kaget jika saja mereka tahu tentang hal ini.


Lagi-lagi Audrey berkata dalam hati sambil melirik ke arah Elenora dan James secara bergantian, sampai akhirnya James menyadari itu.


Dengan tatapan matanya yang tajam James menatap ke arah Audrey yang sedang memegang berkas darinya barusan, membuat James tersadar bahwa Audrey meyadari bahwa tadi dia sudah berpura-pura membaca berkas yang ternyata kondisinya terbalik.


Aduh... kenapa aku bisa seceroboh itu, berpura-pura fokus dengan berkas-berkas yang ternyata posisinya terbalik. Audrey sebagai salah satu sekretaris terbaik perusahaan ini, pasti mencurigai sesuatu.


James berkata dalam hati sambil matanya sengaja menatap ke arah Audrey yang langsung sedikit mengalihkan pandangan matanya, agar tidak merasa kikuk akibat pandangan mata yang tajam dari James.


"Audrey, aku sudah memeriksa berkas itu tadi, dan rencanaku ingin memberikan kepada Elenora untuk dia baca, tapi ternyata kamu keburu datang." Elenora yang menjadi sasaran karena James tidak ingin Audrey tahu dia telah salah memposisikan berks-berkasnya, hanya terdiam dan memutuskan untuk tidak tahu dan tidak mengerti dengan apa yang baru saja dikatakan oleh James,


"O, iya Pak James, saya pikir Pak James punya kebiasaan baru, membaca sesuatu dengan kondisi terbal...."


"Ah, tentu saja Audrey. Karena kamu sudah ada di sini, ajari Elenora dengan cepat, agar dia bisa menyiapkan segalanya dengan baik." James langsung memotong perkataan Audrey, dengan matanya melirik ke arah Elenora yang sudah berdiri dari duduknya, tapi masih tetap diam terpaku di tempatnya.


Ist.... Audrey! Tolong tutup mulutmu! Apa kamu sengaja ingin mempermalukanku di depan Elenora? Sampai akhir aku berharap Elenora tidak menyadari tindakan konyolku barusan. Dan kamu hampir saja membongkar rahasia itu!


James memaki Audrey dalam hati dengan sikap gemas.


Audrey yang baru saja menyadari kesalahannya hanya bisa menghindari tatapan tajam dari mata James, dan segera mengalihkan pandangan matanya ke arah Elenora.


Huft... untunglah sepertinya Elenora tidak tahu kejadian tentang berkas yang terbalik itu. Kalau tidak aku bisa celaka kalau Elenora sadar arah pembicaraanku dengan pak James barusan. Bagaimanapun sebagai seorang bawahan, aku harus menjada wibawa dan harga diri pemimpinku.


Audrey berkata dalam hati sambil berjalan mendekat ke arah Elenora.


Aku benar-benar terlalu bersemangat melihat mereka berdua sehingga hampir saja mempermalukan pak James di depan gadis yang disukainya. Untung saja hal itu belum terjadi, kalau tidak, aku bisa benar-benar celaka karena mendapat bonus amarah dari pak James, bukannya bonus rupiah.... Lain kali aku hanya boleh mengamati dan melihat, tanpa harus ikut mencoba mengeluarkan pendapat.


Audrey kembali berkata dalam hati dan tangannya buru-buru meraih lengan Elenora.


"Kami permisi dulu Pak James. Ayo Elenora, ikut denganku sekarang." Audrey berpamitan kembali kepada James sambil mencekal lengan Elenora dan sedikit menariknya untuk segera meninggalkan ruangan James yang suasananya menjadi berubah dingin dan sedikit tegang setelah Audrey hampir saja membongkar kejadian memalukan yang dilakukan James di depan Elenora.


Meskipun sebenarnya Elenora juga sudah tahu tentang hal itu terlebih dahulu, bahkan sebelum Audrey, dan James menyadarinya, walaupun Elenora memilih untuk diam dan pura-pura tidak tahu agar suasana tidak bertambah canggung.


Apalagi, Elenora sendiri, saat ini lebih sibuk menenangkan hatinya yang sedang berbunga-bunga, karena pemikiran bahwa sepertinya James sudah mulai menunjukkan perhatian kepadanya.


Akh.... Hampir... hampir saja... untunglah aku segera memotong perkataan Audrey. Pasti akan memalukan sekali kalau Elenora melihat bagaimana aku melakukan kesalahan seperti itu di depannya.


Sebuah hembusan nafas lega dilakukan oleh James tanpa sadar karena mengira bahwa Elenora tidak tahu apa-apa, sedangkan Elenora bahkan sudah tahu tentang hal itu sebelum Audrey, namun memilih untuk pura-pura tidak tahu.


# # # # # # #


"Tapi Cladia...." Elenora berkata sambil tangannya mendorong tangan Cladia yang membawa sebuah tas kertas berukuran cukup besar ke arahnya.


Sore ini, begitu selesai mandi dan beristirahat sejenak sepulang kerja, Cladia yang tadi siang menyempatkan diri untuk berbelanja pakaian untuk Elenora ikut pergi berlibur besok, langsung mencari Elenora yang tampak sedang berdiri menikmati kebun mawar Cladia yang menyebarkan bau harum ratusan bunga mawar yang sedang mekar.


"Ayolah, terima saja. Aku sengaja membelikannya di butik milik Ornado. Dan kamu tahu aku membayarnya kok, bukan meminta kepada Ornado, jadi kamu tidak perlu sungkan pada Ornado." Cladia berkata sambil meletakkan tas kertas berisi pakaian untuk bersantai di pantai dan juga topi, kacamata hitam, berbagai aksesoris dan keperluan untuk berlibur, termasuk pakaian renang.


Perkataan Cladia membuat Elenora tersenyum, karena baginya terasa sedikit lucu mendengar Cladia mengatakan bahwa dia membelinya di butik Ornado, sedangkan Ornado adalah suami Cladia.


Dan sudah seharusnya apa yang dimiliki oleh Ornado secara otomatis merupakan milik Cladia juga, kecuali mereka memiliki surat pre-nup.


(Pre-nuptial Agreement (pre-nup) atau Perjanjian Pra Nikah adalah kontrak atau perjanjian yang dibuat sebelum berlangsungnya pernikahan dan bertujuan untuk melindungi hak dan kewajiban pasangan suami istri setelah menikah.


Isi perjanjian pre-nup biasanya meliputi:


 Pemisahan harta kekayaan yang diperoleh sebelum pernikahan terjadi.


 Pemisahan hutang yang terjadi sebelum pernikahan, selama masa pernikahan, setelah perceraian, bahkan setelah kematian.


 Hak dan kewajiban suami istri dalam perkawinan.


 Cara mengatur penghasilan masing-masing)


Perjanjian pranikah akan melindungi harta pribadi baik dari kedua belah pihak bila terjadi perceraian atau kematian).


Dari perbincangan mereka berdua selama ini, Elenora tahu bahwa tidak ada pre-nup dalam pernikahan Ornado dan Cladia.


Karena dengan besarnya cinta Ornado dan begitu over protektifnya Ornado, jangankan memikirkan untuk bercerai darinya, Ornado tidak akan pernah membiarkan Cladia untuk menjauh darinya dengan alasan apapun.


Bahkan bagi Ornado, dia akan lebih rela kehilangan proyek bernilai trilyunan rupiah daripada kehilangan Cladia. Baginya, uang bisa dicari, tapi Cladia, adalah satu-satunya di dunia ini yang akan dia pegang erat dalam kondisi apapun.


Tapi Cladia yang sifatnya introvert, sepertinya masih belum nyaman jika dia harus menggunakan fasilitas dan kekayaan yang dimiliki oleh Ornado, karena dia sendiri merasa masih mampu menghasilkan uangnya sendiri.