
Begitu James masuk ke area bandara dan melihat sosok Ornado yang juga berjalan dengan memeluk pinggang Cladia, dengan sedikit bergegas, James mendekat ke arah mereka berdua.
"Hai James, apa kabar?" Laurel yang berdiri di samping Cladia, dan terlebih dahulu melihat sosok James langsung menyapa James dengan hangat.
"Baik Laurel, kamu...." James belum lagi selesai bicara ketika dilihatnya sosok Elenora yang tadinya berjalan di belakang James, sehingga tertutup oleh tubuh James.
"Wahhh.... Elenora! Kamu cantik sekali hari ini." Tanpa memperdulikan jawaban dari James, Laurel yang melihat sosok Elenora langsung menyapanya dengan wajah terlihat kaget sekaligus senang melihat penampilan baru dari Elenora pagi ini.
Bahkan tanpa melihat ke arah James lagi, Laurel langsung berjalan mendekat ke arah Elenora yang berhasil membuatnya merasa begitu peansaran karena pagi ini terlihat begitu berbeda.
Terlihat cantik, anggun, feminim, sekaligus seksi dalam waktu bersamaan.
Cara berpakaian Elenora, membuat Elenora tampil beda dan terlihat cantik dan membuat orang sulit mengenalinya sebagai Elenora yang biasanya.
Haist... bahkan Laurel pun mengabaikanku karena terpesona oleh penampilan Elenora hari ini. Sebaiknya aku segera mencari tempat duduk sambil menunggu mereka sibuk memuji Elenora.
James berkata dalam hati sambil melangkah sedikit menjauh, mencari tempat duduk untuknya, namun tarikan tangan Laurel pada lengannya membuat James menghentikan langkahnya, dan kembali berdiri di dekat Elenora.
"Elenora, hari ini kamu benar-benar tampil beda. Siapa yang sudah membantumu memilih pakaian yang begitu modis dan pas kamu pakai ini? Jangan bilang kalau itu James. Bukan kamu kan James?" Wajah James langsung memerah mendengar perkataan dari Laurel yang memang senagaja ditujukan untuknya, untuk menyindirnya.
Wajah Elenora sendiripun ikut memerah karena kata-kata Laurel barusan.
Cladia yang berdiri di samping Ornado hanya tersenyum tanpa mengatakan apa-apa, merasa puas dengan pakaian yang dipilihkannya untuk Elenora, ternyata benar-benar membuat orang memuji kecantikan Elenora yang selama ini tersembunyi dengan baik.
"Kamu memang hebat amore mio. Bisa merubah penampilan seseorang bahkan tanpa perlu dia melakukan perubahan pada wajah dan tatanan rambutnya." Ornado yang melihat senyum bangga di wajah istrinya, segera berbisik lembut di telinga Cladia yang mendekatkan kepalanya tanpa menoleh ke arah Ornado, dengan pandangan matanya masih menatap lurus ke arah Elenora.
"Aku banyak belajar dari seseorang yang begitu ahli di bidang fashion, meskipun sebenarnya bukan hanya tentang fashion usaha yang dikerjakannya. Aku harus banyak berterimakasih kepada orang itu." Ornado tertawa kecil mendengar bagaimana istrinya, berusaha memujinya tanpa menyebutkan namanya dengan terus terang.
"Kalau begitu, apa ada hadiah khusus untuk orang itu?" Mendengar pertanyaan Ornado kali ini, Cladia langsung menoleh dan mendapati wajah tampan suaminya yang sudah berada begitu dekat dengannya, dengan mata birunya sedang menikmati wajah cantik istrinya, tidak perduli dengan Laurel yang sedang sibuk menggoda Elenora.
"Apa sebenarnya hadiah yang sedang kamu pikirkan Al?" Pertanyaan Cladia langsung membuat Ornado sedikit meringis.
"Bercanda amore mio. Keberadaanmu di sisiku, sebagai milikku, bahkan lebih berharga dari semua hadiah yang mungkin bisa aku dapatkan. Sei tutto ciò che voglio." (Kamu adalah semua yang aku inginkan).
Kata-kata Orando yagn dibisikkannya dengan begitu mesra di telinganya, membuat Cladia tersenyum dengan sikap terlihat malu-malu.
"Kamu ini, rasanya tidak pernah ada seorangpun yang pernah aku kenal, perkataan semanis madu seperti dirimu." Entah itu pujian atau protes, atau apapun, bagi Ornado, perkataan Cladia sungguh membuatnya senang.
Suatu hal yang bahkan dalam bayanganpun tidak pernah terpikirkan oleh Cladia, yang awalnya ingin membujang seumur hidupnya, tanpa membiarkan seorang priapun mendekatinya.
Tapi sosok Ornado yang begitu mencintainya, dan memperlakukannya dengan begitu lembut dan penuh kesabaran, akhinya mampu menjebol dinding pertahanan yang sudah dia bangun begitu kuat dalam dirinya.
Menjadikan Cladia yang semakin hari justru semakin jatuh cinta dan begitu mempercayai laki-lakinya itu.
"Ayo Elenora, katakan padaku, apa benar James yang memberikan semua ini padamu?" Laurel kembali bertanya dengan tatapan matanya masih memandangi Elenora dari atas ke bawah dengan senyum senang.
"Tidak... eh... bukan, Cladia yang sudah membantuku." Elenora segera menjawab pertanyaan Laurel, sebelum yang lain memandanginya karena mengharapkan jawaban darinya.
"Ah, pantas saja. Sudah kuduga, tidak mungkin James bisa sehebat ini, bisa menentukan jenis dan warna pakaian yang sangat sesuai denganmu." Laurel berkata dengan santai sambil melirik ke arah James yang sedikit melotot.
"Eh, sembarangan saja. Karena fashion merupakan salah satu bidang usaha Ornado, aku juga sedikit banyak menguasai bidang itu." James menyatakan protesnya dengan nada penuh percaya diri, dengan matanya kembali mencuri pandang ke arah Elenora, padahal sejak dia memasuki area bandara dia sudah mengancam dirinya sendiri untuk tidak lagi terpesona oleh sosok Elenora.
Akh... kenapa hari ini sulit sekali mengendalikan diriku untuk tidak menikmati sosok Elenora?
James berkata dalam hati dengan frustasi karena matanya yang terus menerus mengkhianatinya.
"O ya? Kalau begitu, kenapa bukan kamu yang lebih dahulu menemukan pakaian apa yang paling cocok dikenakan oleh Elenora. Justru mata orang lain yang bisa melihat apa yang diperlukan oleh Elenora dengan jeli." Laurel menjawab perkataan James dengan tidak kalah percaya dirinya.
Mendengar pertanyaan dari Laurel, James hanya bisa memegang tengkuknya sambil lagi-lagi kembali menatap sekilas ke arah Elenora.
Apa mau dikata, apa yang dikatakan oleh Laurel memang benar. Gadis itu benar-benar membuat orang kaget dengan perubahan yang terjadi padanya hari ini.
James berkata dalam hati, mau tidak mau dia harus mengakui bahwa yang dikatakan oleh Laurel memang benar, dia yang biasa berkutat dalam bidang fashion harusnya lebih dulu tahu bahwa Elenora menyimpan aura kecantikannya.
Bahkan kadang seorang Amadea, yang merupakan seorang model internasional, sengaja meminta pendapatnya atau Ornado, untuk menentukan gaun yang akan dikenakannya jika akan menghadiri suatu pesta atau acara lain, karena percaya pada kemampuan Ornado dan James.
Tapi mau bagaimana lagi? Selama ini James sadar dia sendiri yang selalu memasang dinding pembatas antara dirinya dan Elenora, karena masih belum bisa melupakan kemarahan dan sakit hatinya hari itu.
"Mo cuisle, jangan diteruskan. Kasihan James kalau kamu terus memojokkannya seperti itu." Dave berbisik pelan di telinga Laurel, yang langsung menyunggingkan senyumnya.
"Ayo, kita segera ke gate keberangkatan sekarang. Jangan lupa, kita pergi bersama dengan para wanita hamil. Aku tidak mau mereka terlalu lelah karena kita akan sibuk begitu rombongan Alvero mendarat. Sesampainya di Bali, biarkan mereka beristirahat lebih dahulu." Ahirnya Ornado memberikan pemberitahuan agar mereka segera bersiap untuk berangkat menumpangi jet pesawat pibadinya.
(Gate sebagai pintu yang digunakan untuk proses pergerakan penumpang keluar dari ruang tunggu di terminal menuju ke bis ataupun langsung menuju ke pesawat memiliki pengaruh yang besar terhadap proses pemindahan penumpang dari terminal menuju ke sisi udara bandara. Sebuah gate (gerbang) dalam penerbangan adalah sebuah bagian dalam terminal bandar udara untuk memindahkan penumpang dan awak maskapai penerbangan ke dalam pesawat terbang. Penumpang naik atau turun dari pesawat melalui salah satu metode ini: Jembatan jetway Tangga udara, dipasang di pesawat atau dari kendaraan bergerak).