
"Ayo James, kita perti sekarang. Yang lain pasti sudah menunggu kita." Serafina berkata sambil menoleh ke arah dimana mereka semua sudah tidak terlihat karena sudah bersiap berangkat di mobil mereka masing-masing.
"Pergi kemana? Aku tidak akan pergi bersama mereka. Hari ini ada meeting penting yang harus aku hadiri." James dengan santai menolak ajakan Serafina.
"Lho... bukannya Elenora yang harusnya tinggal di sini untuk bekerja?" Serafina bertanya sambil mengernyitkan dahinya, melihat itu, James menaikkan salah satu sudut bibirnya.
"Memang, dia memang harus tinggal di sini untuk bekerja bersamaku, sebagai sekretarisku. Ayo Elenora, sudah hampir waktunya kita bekerja." James berkata sambil menggerakkan tubuhnya ke samping, tanpa memperdulikan Serafina yang terlihat tertegun dengan wajah bingung karena baru mengetahui kalau ternyata Elenora tinggal di resort untuk bekerja bersama James.
Lalu bagaimana dengan rencanaku hari ini bersama James? Benar-benar sial... kenapa justru Elenora yang mendapatkan kesempatan untuk bersama James? Sepertinya dia cukup beruntung hari ini.
Dengan jengkel, Serafina merutuk dalam hati, dengan mata menatap tidak terima ke arah Elenora.
James yang sudah hampir menggerakkan kakinya, tiba-tiba kembali membalikkan tubuhnya ke arah Serafina dan berjalan mendekat ke arah gadis cantik itu, membuat Serafina sedikit tersentak kaget, sampai memundurkan tubuhnya ke belakang.
"Serafina... sebaiknya kamu segera menyusul mereka ke tempat parkir, kalau tidak ingin tertinggal. Aku juga tidak ada waktu untuk mengantarmu karena harus segera memulai meetingku. Dan pantai yang akan dikunjungi hari ini, tidak mudah dicapai, mereka akan menggunakan helikopter untuk pergi kesana." Perkataan James membuat Serafina semakin tersentak, dan dengan gerakan yang sangat terburu-buru, dia berlari ke arah tempat parkir tanpa sempat mengucapkan apapun kepada James maupun Elenora.
Akhirnya, nikmati saja kepanikanmu pagi ini Serafina. Semoga mereka semua benar-benar sudah meninggalkanmu.
James berkata dalam hati dengan sikap puas berhasil mengerjai Serafina.
Melihat bagaimana takutnya Serafina tertinggal dengan yang lain, dan membuatnya berlarian membuat James hampir saja tidak bisa menahan gelak tawanya.
Tadinya James memang sengaja menahan Serafina cukup lama di main hall resort, agar yang lain melupakannya dan pergi ke pantai tanpa mengajaknya, atau paling tidak, James ingin membuat Serafina panik dan mengalami ketakutan ditinggalkan oleh yang lain.
Karena itu, begitu melihat apa yang dipikirkannya benar-benar terjadi, James merasa begitu puas, apalagi karena terlalu takut ditinggalkan, Serafina berlari dengan cukup kencang dan hampir saja menabrak beberapa orang petugas resort yang sedang berjalan atau membersihkan lokasi main hall.
"Ayo Elenora, kita bersiap untuk meeting." Akhirnya James kembali mengajak Elenora untuk mempersiapkan meeting mereka pagi ini, sekaligus untuk mengendalikan dirinya agar tidak menertawakan Serafina di depan Elenora.
Ah, syukurlah, sepertinya James sudah tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa dia sedang marah, seperti barusan.
Elenora berkata dalam hati sambil tersenyum tipis, begitu menyadari James mengucapkan kata-katanya dengan nada biasa padanya, tidak ada kesan kasar, apalagi nada membentak yang dia dengar dari bibir James.
Bagi Elenora, melihat James bersikap biasa padanya seperti barusan, meskipun masih jauh dari kata lembut, sudah cukup membuatnya dirinya yang begitu mencintai James, merasa sangat bahagia.
Serafina yang berlarian ke arah tempat parkir kendaraan para tamu yang berkunjung ke resort itu, langsung melayangkan pandangan matanya untuk mengelilingi tempat itu, mencari sosok yang dia kenal.
Saat ini Serafina sungguh berharap bisa melihat sosok Ornado agar bisa meminta bantuan laki-laki agar bisa ikut dalam mobil yang ditumpanginya.
Sayangnya, seperti perkiraan James, semua orang, bahkan termasuk mobil yang ditumpangi oleh Alex sudah tidak terlihat di sana.
Dengan sikap gelisah Serafina memandang kembali ke kanan dan ke kiri, sampai akhirnya dia melihat sebuah mobil dengan pintu gesernya yang terlihat masih terbuka.
Dan di dekat mobil itu tampak dua orang berpakaian khas petugas keamanan dari perusahaan Bumi Asia sedang memasukkan beberapa barang ke dalam mobil itu.
"Eh, selamat pagi." Dengan bahasa inggris, Serafina berusaha menyapa kedua orang itu, yang langsung menoleh ke arahnya.
Kebetulan kedua orang itu bukanlah orang yang fasih dalam bahasa Inggris, membuat mereka terlihat ragu untuk menjawab pertanyaan dari Serafina, hanya bisa saling berpandangan dengan wajah bingung.
"Apa kalian akan ikut ke pantai bersama yang lain?" Lagi-lagi Serafina hanya mendapatkan tatapan mata dengan wajah bingung atas pertanyaannya barusan.
"Ah, bagaimana membuat mereka agar bisa mengerti kata-kataku?" Serafina bergumam dengan nada frustasi.
"Mmm. Mister Ornado... apa kalian akan menyusul mister Ornado?" Akhirnya Serafina berusaha menyebutkan nama Ornado untuk memancing reaksi mereka berdua.
Satu nama yang paling memungkinkan dikenal oleh mereka berdua karena merupakan bos besar mereka.
"Maksudnya apa kami mengenal pak Ornado? Ya, tentu saja, kami karyawan pak Ornado." Salah satu dari petugas itu menjawab perkataan Serafina sambil tersenyum, memberikan jawaban yang tidak ada hubungannya dengan pertanyaan Serafina karena kendala bahasa.
Sedang Serafina yang ganti tidak mengerti apa yang sedang dikatakan oleh orang itu hanya bisa menarik nafas dalam-dalam dan menelan ludahnya.
"Maksudku.... kalian akan menyusul mister Ornado?" Serafina berkata sambil telapak tangan kanannya bergerak, lalu di belakangnya telapak tangan kirinya bergerak menyusul gerakan tangan kanannya, mencoba memberi tanda melalui gerakan tangannya bahwa mobil mereka akan menyusul mobil Ornado.
“You….” Serafina berkata sambil menunjuk ke arah dada kedua orang itu bergantian.
“Follow….” Kedua telapak tangan Serafina kembali bergerak, yang satu di depan yang lain.
“Mr Ornado….”
“Car….” Serafina mengatakan mobil sambil menunjuk ke arah mobil.
“Ooo, apa maksudnya nona ini kita akan mengikuti mobil pak Ornado begitu?” Salah satu dari laki-laki itu berkata sambil memandang kea rah temannya, menminta dukungan.
“Sepertinya iya,”
“Yes… yes….” Mendengar jawaban dari salah satu laki-laki itu, Serafina langsung melirik ke dalam mobil, di bagian penumpang.
Tapi begitu dilihatnya di sana penuh barang, dengan percaya diri, Serafina langsung berjalan ke arah depan mobil, dan membuka pintu bagian kiri, tempat duduk penumpang yang bersebelahan dengan posisi sopir.
Melihat tindakan Serafina tersebut, salah satu dari laki-laki itu segera berlari mendekat ke arah Serafina, berniat untuk menghalangi Serafina ikut pergi bersama mereka.
“Aku ikut dengan kalian, aku juga akan ke pantai, menyusul yang lain.” Serafina berkata sambil memasang sabuk pengamannya, tidak perduli dengan wajah bingung laki-laki yang sedang berdiri di sampingnya.
“Tapi Nona….”
“Eh, biarkan saja, dia kan kakak dari Nona Elenora, mungkin memang dia tadi tidak tahu yang lain sudah berangkat.” Laki-laki yang lain langsung mencegah temannya untuk mengusir Serafina.
“Iya, tapi kan, mobil ini mobil barang. Kalau dia ikut, bagaimana aku bisa duduk? Aku duduk dimana, sedangkan di belakang semua sudah penuh barang yang harus kita bawa ke pantai. Bahkan beberapa merupakan barang-barang yang sudah dipesan oleh Pak Ornado jangan sampai tertinggal.” Mendengar protes dari temannya, laki-laki yang satunya lagi, mengernyitkan dahinya, mencoba memikirkan jalan keluar yang bisa dia temukan untuk menyelesaikan permasalahan itu.