
“Belum lagi kamu harus ingat, siang ini kita mau membahas tentang rencana kedatangan Alvero dua hari lagi. Kita harus melakukan persiapan dengan baik, karena Alvero tidak ingin waktu liburan dengan permaisurinya terganggu. Lagian, aku dan Cladia tidak sepanjang waktu mereka berlibur bisa menemani mereka, karena kondisi Cladia yang belum benar-benar fit karena kehamilannya. Kamu yang menemani Alvero harus mempersiapkan semuanya dengan baik.” Ornado kembali mengatakan sesuatu yang jelas membuat James tidak bisa lagi mengelak untuk tidak pergi bersama Ornado.
Hah, benar… Alvero… aku hampir saja melupakan bahwa raja Gracetian itu sudah akan datang ke sini 2 hari lagi.
James berkata dalam hati sambil mendesis pelan.
Untuk masalah Elenora dan Dodi, sementara ini James hanya bisa menahan rasa penasarannya, dan juga… entah kenapa, hatinya tiba-tiba terasa begitu tidak nyaman mengingat bagaimana Dodi yang jelas-jelas memanggil Elenora dengan panggilan Elen dan sempat didengar oleh James tadi,
Elen? Apa telingaku tadi salah dengar? Tidak mungkin… Aku mendengarnya dengan jelas bocah tadi memang memanggil Elenora dengan panggilan Elen. Seenaknya saja anak kemarin sore itu memanggil nama Elenora dengan panggilan Elen. Cih, sok akrab dan sok dekat. Benar-benar tidak lucu dan terasa sakit di mendengar panggilan aneh untuk Elenora itu.
James kembali menggerutu dalam hati sambil berjalan mengikuti langkah-langkah Ornado untuk keluar meninggalkan gedung perkantoran Bumi Asia, menjemput Cladia dan mengajaknya makan siang bersama, sekaligus membicarakan tentang kedatangan Alvero dan rombongannya.
“Apa yang kamu lamunkan James? Ayolah, kamu membuat waktuku untuk bersama Cladia terpotong.” Ornado yang melihat bagimana James yang sedang melamun membuatnya tanpa sadar memperlambat langkah-langkah kakinya, langsung menegur James.
“Memangnya cuma kamu yang butuh waktu bertemu dengan wanita yang kamu cintai itu?” Mendengar kata-kata James, mata Ornado yang sudah naik lebih dahulu ke dalam mobil yang pintunya sudah dibukakan oleh Fred langsung terbeliak kaget.
“Apa maksudmu James? Apa itu artinya kamu sudah ada wanita yang kamu cintai? Siapa gadis itu? Elenorakah?” Pertanyaan mematikan dari Ornado membuat wajah James langsung memerah dan dengan gerakan cepat James yang duduk tepat di sebelah Ornado berpura-pura sibuk dengan sabuk pengamannya.
“Ist… bercanda kamu Ad. Mana ada seperti itu?” James menjawab tanpa berani menatap langsung mata Ornado.
“O, bukan dia? Sayang sekali kalau begitu. Sepertinya, perjodohan kalian memang tidak ada harapan lagi. Jika begini terus, sebentar lagi pasti akan benar-benar ada pembatalan perjodohan kalian.” Ornado berkata sambil sedikit menundukkan wajahnya, melihat ke arah layar handphone.
Ornado sengaja melakukan itu agar James tidak melihat bahwa saat ini dia sengaja memancingnya.
“Masih ada waktu, semua belum diputuskan.” Jawaban James sukses membuat Ornado menahan senyumnya sambil tangan kanannnya menepuk paha James tanpa melihat ke arah James.
“Tunggu waktunya sampai kamu mengalami sendiri bagaimana saat seorang laki-laki jatuh cinta, dia akan melakukan banyak hal aneh dan terlihat tidak mungkin. Yang jika dipikir-pikir, tindakannya itu sungguh tidak menunjukkan dia yang biasanya.” James langsung mencebikkan bibirnya begitu mendengar perkataan dari Ornado.
“Cih, jangan samakan aku dengan dirimu yang cinta mati dengan Cladia, sampai melakukan hal-hal yang tidak masuk akal sebagai seorang Xanderson. Aku, James Xanderson, akan bisa mengendalikan diri dan keadaan dengan baik. Aku tidak akan pernah mengikuti jejak bucinmu Ad.” James langsung menyangkal perkataan Ornado dengan percaya diri.
“O, ya? Kita lihat saja nanti. Aku akan menjadi yang pertama menertawakanmu saat hal itu benar-benar terjadi padamu. Kita tunggu saja nanti. Dan untuk kamu tahu, sebagai seorang Xanderson, sampai saat ini aku tidak pernah menyesal tentang apapun yang sudah aku lakukan untuk Cladia.” James hanya terdiam mendengar perkataan Ornado, karena tentang hal itu tidak ada yang perlu dipertanyakan lagi.
James yang selalu mengawal setiap kejadian yang sudah terjadi antara Cladia dan Ornado sejak Ornado kembali untuk pertama kalinya ke Indonesia sejak 15 tahun berlalu, James tahu bagaimana sepupunya itu benar-benar cinta mati kepada istrinya.
Tapi James sudah melihat dan membuktikan bahwa kata-kata itu benar-benar berlaku untuk Ornado dan Cladia.
“Ah, tidak tahulah, biarkan saja semua mengalir mengikuti arus.” Perkataan James kembali membuat Ornado tersenyum, karena dari kata-katanya itu, bagi Ornado terlihat jelas bahwa James mulai ragu dengan keputusan yang dia buat sebelumnya, untuk sengaja membuat Elenora tidak betah berada di dekatnya dan membatalkan perjodohan mereka.
Kita tunggu saja sampai saatnya tiba kamu tidak tahan lagi untuk tidak menunjukkan dan mengakui perasaanmu yang sebenarnya.
Ornado berkata dalam hati sambil menarik nafas panjang.
“Kalau begitu biarkan saja apa yang sedang terjadi sekarang ini. Kita tinggal mengamatinya.” James langsung mengernyitkan dahinya mendengar perkataan Ornado.
“Apa maksudmu Ad?”
“Apa kamu memang tidak perduli sama sekali dengan Elenora? Bagus kalau begitu, karena aku dengar dari salah satu staff yang mengatakan bahwa sejak bergabung dengan Bumi Asia, Elenora sekarang seertinya cukup dekat dengan teman laki-lakinya yang masuk ke tempat kita dalam waktu bersamaan.” Dengan tenang Ornado berkata, soelah tidak mengerti bahwa perkataannya cukup membuat wajah James menunjukkan aura tidak suka.
Pasti maksud Ornado bocah tidak tahu diri yang tadi memanggil Elenora dengan panggilan Elen itu.
James menggerutu dalam hati sambil mengingat bagaimana Dodi tadi memanggil nama Elen dengan begitu fasih dan sikap akrab.
Ah, apa perduliku. Biarkan saja…
“Dan aku dengar mereka bertiga, anak-anak baru itu selalu makan siang bersama dengan Alex juga.” James yang awalnya terus menggerutu dalam hati sedikit tersentak mendengar kelanjutan dari kata-kata Ornado.
“Alex bagian kepala keamanan?” James bertanya untuk meyakinkan tentang siapa Alex yang dimaksud oleh Ornado.
Karena bagi James, menjadi hal yang aneh, bagaimana seorang Alex yang terkenal tidak suka menghabiskan waktu makan siangnya di kantin tiba-tiba saja menjadi seorang yang rajin makan siang bersama di kantin.
Dan bukannya makan siang di kantin bersama teman-teman satu devisinya, tapi justru memilih untuk pergi bersama dengan tiga anak baru yang belum ada dua minggu bergabung dengan perusahaan Bumi Asia.
“Memang siapa lagi Alex yang aku maksud? Aku mengatakan ini karena aku dengar, Alex bukan orang yang biasa menghabiskan waktu makan siangnya di kantin dengan yang lain.” Ornado yang mendengar kabar detail tentang kejadian di sekitarnya dari Fred dan beberapa orang yang sengaja dia minta untuk mengawasi Elenora, sedikit melirik ke arah James yang mencoba bersikap tidak perduli.
Bagi Ornado, James bukan hanya sepupu baginya, namun juga seorang sahabat, sekaligus orang kepercayaannya yang mau tidak mau sampai kehidupan pribadinya pun, Ornado berusaha untuk membantunya sebisa mungkin.