My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
ANTARA ELENORA DAN SERAFINA



“Sayang sekali dengan kemampuan yang kamu miliki, tidak kamu kembangkan. Apa mungkin aku bisa meminta pak James untuk memindahkanmu di devisiku ya? Apa kamu bersedia Elenora?” Elenora langsung terbeliak mendengar penawaran dari Alex.


“Hebat Elenora, bahkan orang seperti Alex yang aku tahu begitu ketat dalam memilih anak buah di bawahnya ingin kamu bekerja bersamanya.” Tina langsung menanggapi perkataan Alex dengan sikap bersemangat, terlihat begitu mendukung ide Alex.


“Jangan… tolong jangan lakukan itu. Sebagai orang baru, aku harus tahu diri dan menerima dimanapun aku ditempatkan.” Elenora buru-buru menolak dengan halus keinginan Alex untuk merekrutnya di devisinya.


Aku bisa celaka kalau James mendengar hal ini. Bahkan tidak ada seorangpun dari keluargaku tahu bahwa aku suka mengotak-atik komputer. Dan lagi, jika aku dipindahkan dari asisten James, keluargaku akan berpikir bahwa aku berusaha untuk menghindari James dan menolak perjodohan ini, tanpa berusaha keras untuk mendapatkan hati James. Aku tidak mau itu…. Lebih baik seperti sekarang. Asal bisa berada di dekat James, bagiku itu sudah lebih dari cukup.


Elenora berkata dalam hati sambil melirik ke arah meja dimana James terlihat baru saja menyelesaikan makan siangnya dan bersiap untuk pergi meninggalkan kantin.


Ah, entahlah, melihat bagaimana sikap James padaku, bisa jadi James justru akan merasa senang jika Alex memintaku pindah dari sekretarisnya menjadi tim IT.


Elenora berkata dalam hati sambil menahan nafasnya sebentar. Mengingat bagaimana James yang kadang memang terlihat begitu tidak perduli padanya, membuat Elenora merasa pesimis, apakah dia bisa membuat James menerima keberadaannya.


Setelah melihat James berlalu, tanpa sadar Elenora menarik nafas lega, berharap James tidak mendengar apa yang baru saja ditawarkan oleh Alex padanya.


Karena saat Alex menyampaikan idenya dengan suara cukup keras tadi, tanpa sadar Elenora melihat bahwa James sedang melirik ke arah mereka, membuat Elenora sempat khawatir kalau-kalau James mendengar pembicaraan mereka tadi.


Tapi melihat tidak adanya perubahan sikap James, Elenora bisa memastikan bahwa James tidak mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Alex.


"Tolong... jangan pernah menyinggung tentang ketertarikanku pada bidang IT." Elenora berkata sambil memandang ke arah Alex dengan sikap serius, justru membuat Alex bisa semakin melihat jelas bagaimana indahnya sepasang mata milik Elenora dengan bulu matanya yang terlihat tebal dan lentik walaupun tanpa polesan maskara.


"Memangnya kenapa Elen? Bukankan kemampuanmu itu tidak semua orang bisa memilikinya? Sesuatu yang layak untuk dibanggakan?" Dodi bertanya sambil memandang ke arah Elenora.


"Ti... tidak, kalau keluargaku mendengarnya mereka pasti akan memarahiku. Bagi mereka, perkerjaan yang pantas untuk wanita adalah di bidang administrasi, keuangan, atau seorang model." Dodi langsung tertawa mendengar perkataan Elenora.


"Ternyata orangtuamu melihat seorang perempuan harus bekerja dnegan menunjukkan sisi feminim mereka. Aku jadi ingat supermodel terkenal Amadea, sepupu Pak Ornado. Juga ada satu lagi top model dari Italia yang cukup terkenal, kalau tidak salah namanya Serafina... Serafina Bianchi." Alex berkata sambil mencoba mengingat sosok cantik Amadea yang beberapa kali sempat terlihat di perusahaan Bumi Asia bersama James dan Ornado.


Bahkan beberapa waktu lalu, Alex sempat diberikan tugas khusus oleh James untuk mengawal Amadea saat super model cantik itu sedang berlibur ke Bali.


"Bianchi? Eh, bukannya nama belakangmu adalah Bianchi juga Elenora?" Dodi langsung menyambung perkataan Alex sambil mengernyitkan dahinya.


"I... iya... Serafina Bianchi, adalah kakak kandungku."


"Hah?" Baik Alex, Tina maupun Dodi langsung tersentak kaget dengan bibir terbuka, mata sedikit melotot begitu mendengar perkataan Elenora tentang siapa Serafina Bianchi sebenarnya.


(Runaway atau catwalk adalah jalur tempat model berjalan untuk memeragakan busana yang dia kenakan.  Di era peragaan busana modern, panggung biasanya berukuran sempit, pas untuk dua model melenggang secara bersamaan. Jalan mereka pun diatur, harus anggun dan elegan).


"Serafina Bianchi... adalah kakak perempuanmu? Kakak kandung?" Dengan sikap ragu, Elenora menganggukkan kepalanya dengan gerakan pelan, untuk menjawab pertanyaan dari Tina dengan wajah kagetnya.


Bagi Elenora, sudah sangat terbiasa melihat bagaimana kagetnya orang lain, dengan wajah tidak percaya mereka, saat mengetahui bahwa Serafina, model cantik dari Italia itu adalah kakak kandungnya.


Kebanyakan orang akan langsung membandingkan dirinya dengan Serafina yang berbeda jauh, bagai langit dan bumi, jika dilihat sekilas secara fisik.


Serafina sebagai seorang super model, selalu tampil modis, dengan gerakan tubuh yang anggun dan elegan, baik saat dia berbicara ataupun berjalan dan bersosialisasi dengan orang lain. Dari kepala sampai kaki yang dikenakannya hampir semuanya adalah barang-barang mewah dengan harganya yang fantastis.


"Wahhh, benar-benar hebat. Ternyata kamu memiliki saudara perempuan yang begitu terkenal. Tidak heran kamu juga terlihat begitu menarik dan cantik. Aku yakin jika kamu mengenakan pakaian seperti Serafina, menata rambutmu dan melepas kacamatamu, kamu tidak akan kalah cantik dengan kakakmu." Tina berkata dengan nada tulus, membuat Alex dan Dodi langsung tersenyum tanda setuju.


Sedang Elenora sedikit mengernyitkan dahinya, karena baru kali ini ada orang yang baru mengenalnya langsung mengatakan bahwa sebenarnya dia menarik dan cantik.


Tina sadar jika melihat sosok Elenora sekilas, gadis itu memang terlihat kampungan dan culun. Tapi jika dilihat dari dekat dan diamati, gadis itu memiliki kecantikan yang tersembunyi, tertutup oleh kacamata dengan bingkai tebal, dan juga cara berpakaiannya yang memang membuatnya terlihat tidak menarik.


Tapi Tina yang kakaknya memiliki usaha salon dan seringkali berkunjung ke sana, beberapa kali melihat orang-orang yang bahkan terlihat tidak menarik sama sekali akan terlihat begitu cantik dan menarik saat kelebihan mereka ditonjolkan dan yang menghalangi kecantikan mereka terlihat, disingkirkan.


Walaupun pada kenyataannya Tina juga harus mengakui tidak semua orang berhasil berubah, sebesar apapun usaha yang dilakukan untuk melakukan make over semaksimal mungkin.


(Makeover artinya merenovasi bangunan atau merubah tampilan fisik dari diri manusia).


Karena seringnya Tina melihat bagaimana orang bisa berubah penampilan dengan drastis, melalui sentuhan make up dan pakaian, membuat mata Tina menjadi kritis, bisa menilai seseorang saat pertama kali bertemu.


"Ah, seharusnya pujian seperti itu bukan untuk aku." Elenora berkata lirih dengan sikap tidak percaya dirinya.


"Kenapa Elenora? Coba biarkan aku mendadandanimu sekali-sekali. Yang pertama kali harus kamu lakukan adalah melepas kacamatamu." Tina berkata sambil tangannya bergerak, mencoba menarik kacamata Elenora yang langsung menggerakkan tubuhnya.


Elenora berkelit ke samping, mencoba menghindar dari gerakan tangan Tina yang menorah ke kacamatanya.


"Te... terimakasih Tina. Mungkin lain waktu saja." Elenora berkata sambil membenarkan letak kacamatanya dengan gerakan gugup.


"Ist, Tina, kamu ini kenapa membuat Elenora merasa tidak nyaman seperti itu. Tidak ada salahnya Elenora berpenampilan seperti apapun asal dia suka. Lagipula kecantikan seseorang tidak akan bisa disembunyikan dengan baik kalau memang cantik. Bahkan tanpa perlu melakukan make over." Alex langsung menegur Tina yang tampak begitu bernafsu, ingin melakukan sesuatu pada penampilan Elenora.