My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
TINDAKAN KEJAM DARIO



"Kita memang harus memberitahukan kepada Alberto tentang tindakan Dario yang tidak masuk akal ini, tapi tidak sekarang, agar tidak memperkeruh keadaan. Semoga Dario juga memiliki waktu untuk menenangkan dirinya, dan menyadari bahwa sikapnya tadi bener-benar salah." Papa Cladia berkata sambil menarik nafas dalam-dalam, tidak menyangka bahwa Dario yang mereka kenal selama ini selalu bersikap ramah dan penuh senyum itu bisa bertindak sekasar itu.


Dario sendiri setelah masuk di dalam mobilnya, di bagian penumpang, langsung memukul-mukulkan siku tangannya ke arah kaca mobil yang ada di sampingnya, sambil mengumpat.


Kalian semua akan mendapatkan ganjaran yang setimpal karena berani menolakku! Berani memberikan Cladia kepada Ornado! Aku akan membuat kalian menyesal!


Dario berteriak dalam hati sambil mengingat bagaimana dia dengan terburu-buru, seperti orang gila, langsung terbang ke Indonesia begitu melihat isi surat wasiat dari almarhum mamanya.


Saat itu, tanpa sengaja, ketika membantu Alberto merapikan brankasnya, melihat adanya surat wasiat dari almarhum mamanya yang menyatakan bahwa dia ingin, di masa depan, Ornado bisa menikah dengan Cladia, yang sudah dianggapnya seperti anaknya sendiri sejak gadis cantik itu dilahirkan.


Kenapa mama melakukan itu padaku? Mama bahkan orang pertama yang mengetahui bahwa aku begitu menyukai Cladia sejak papa mengajakku mengunjungi Cladia yang baru saja dilahirkan waktu itu.


Dario berkata dalam hati sambil mengingat bayi kecil yang diciumnya ketika pertama kali dia diajak oleh Alberto untuk mengunjungi Cladia yang barus aja dilahirkan waktu itu, dengan Ornado yang terus berdiri di samping ranjang bayi dan tidak mau pergi dari sana sedetikpun waktu itu.


Bahkan ketika itu, baik Ornado dan Dario, memilih untuk terus berada di samping ranjang bayi Cladia sampai mereka berdua tertidur, dan akhirnya Alberto terpaksa mengangkat secara bergantian kedua tubuh anaknya yang tertidur lelap waktu itu, menggendongnya ke mobil untuk membawa mereka berdua pulang ke rumah.


Jika aku tidak bisa meminta Cladia secara baik-baik, aku akan mendapatkannya dengan caraku sendiri.


Dario berkata dalam hati sambil bibirnya menyeringai, membentuk sebuah senyum sinis sekaligus merendahkan.


# # # # # # #


Setelah kejadian malam itu, kedua orangtua Jeremy langsung mendatangi kantor notaris dan membuat surat wasiat yang berisi bahwa mereka ingin agar di masa depan, setelah menyelesaikan kuliahnya, mereka berharap Cladia bisa menikah dengan Ornado.


Dario yang terus mengamati pergerakan kedua orangtua Jeremy sejak dia melangkahkan kakinya keluar dari rumah itu, semakin marah begitu mengetahui bahwa besoknya, orangtua Cladia benar-benar tidak membatalkan rencana perjodohan antara Cladia dan Ornado, justru ikut membuat surat wasiat yang mendukung rencana perjodohan itu.


Karena itu, Dario langsung meminta Dante untuk mengaturkan kecelakaan mobil orangtua Cladia yang sengaja dibuat seolah-olah seperti sebuah kecelakaan yang tidak disengaja.


Sayangnya, paman Jeremy sempat terpergok oleh Dante ketika dia membuntuti laki-laki itu, dan Dante sempat menghajar paman Jeremy ketika itu.


"Who are you?" Dante berteriak keras sambil mencengkeram kerah pakaian yang dikenakan oleh paman Jeremy.


Mendengar pertanyaan Dante, paman Jeremy hanya menggelengkan kepalanya tanpa mengeluarkan suaranya sedikitpun, membaut Dante emosi dan menghajar paman Jeremy sampai babak belur.


Sampai akhirnya, setelah puas menghajar paman Jeremy, Dante memaksa paman Jeremy untuk merusak piston rem yang ada pada mobil itu dan mengambil foto yang menunjukkan bahwa paman Jeremy yang sudah membuat rem mobil itu bermasalah.


(Piston, Komponen satu ini tentu sangat penting kehadirannya di sebuah mobil. Namun piston bukan cuma hanya ada di dalam mesin, tapi juga di bagian rem. Ya, ada komponen bernama piston rem mobil yang sangat vital dalam sistem penghenti laju kendaraan.


Seperti piston yang ada di dalam blok silinder, piston rem mobil juga berbentuk silinder. Namun tentu tugasnya berbeda. Pada mekanisme rem cakram, piston bertugas untuk menekan kampas rem.


Dengan menekan pedal rem, maka secara hidrolik akan ada gaya tekan di kabel dan membuat pistom rem cakram menekan kampas rem. Tekanan ini akan semakin kuat seiring dengan injakan pedal rem. Semakin dalam kita injak rem maka semakin kuat piston menekan kampas rem.


Dengan sistem seperti ini tentu ada beberapa Keuntungan yang akan kita dapat. Pertama adalah radiasi panas lebih baik, kedua bisa lebih cepat kering bila terkena air dan ketiga adalah pengereman yang lebih responsive.


Keuntungan lainnya adalah konstruksi dan jumlah komponennya yang cukup simpel. Rem cakram memilki desain yang sangat sederhana, karena hanya terdiri dari tiga part utama yaitu cakram, kaliper yang berisi piston dan kampas rem).


Paman Jeremy terpaksa melakukan perintah merusak piston rem di bawah ancaman Dante, dengan airmatanya yang tidak bisa berhenti saat melakukan hal itu.


Selanjutnya, Dante sengaja mengurung paman Jeremy di sebuah gudang kosong di pinggiran kota, dengan memberikan lembaran-lembaran foto yang menunjukkan bukti bahwa dia yang sudah merusak rem mobil orangtua Jeremy, untuk mengancamnya agar dia tidak memberitahukan kepada siapapun tentang rencana Dante pada mobil orangtua Jeremy.


Hal itu merupakan alasan kuat bagaimana hidup paman Jeremy terus dibayang-bayangi oleh rasa bersalah dan juga ketakutan sampai dengan detik ini.