
“Ad? Apa yang akan kamu lakukan sekarang? James bertanya sambil melirik ke arah pinggang Ornado, dimana bukan hanya satu pistol yang terselip di sana, tapi ada dua pistol di kedua sisi pinggang Ornado.
Di kiri dan kanan pinggang Ornado, terselip senjata api yang bagi James sangat mematikan itu.
Apalagi jika senjata api itu berada di tangan Ornado, yang dikenal James sebagai orang yang boleh dikata tidak pernah meleset saat menggunakan benda itu.
“James, berikan padaku lokasi amore mio yang sudah berhasil ditemukan oleh Elenora. Aku akan mengatur waktu untuk segera ke tempat itu. Seperti permintaan Dario. Aku akan pergi sendiri ke tempat itu. Aku akan mengendarai sendiri mobilku kesana.” Ornado berkata sambil melirik ke arah jam di pergelangan tangannya.
“James, dalam 20 menit, aku akan sampai di tempat Dario berada. Kamu tahu apa yang harus kalian lakukan di sana.” Ornado berkata sambil melihat kembali pesan dari Dario, yang mencoba menuntunnya datang ke tempat yang dia inginkan agar Ornado datang kesana.
Mendengar perintah dari Ornado, James hanya bisa menghela nafasnya, untuk kemudian menganggukkan kepalanya.
“Lakukan yang terbaik James. Aku tidak mau Dario berhasil mengalahkan kita. Dalam kondisi terdesak, jangan ragu untuk mengabaikanku, asal amore mio dan Bee selamat.” Perkataan Ornado membuat Alberto hampir saja menyampaikan protesnya karena kata-kata Ornado yang sudah seperti sebuah kata-kata perpisahan,
Akan tetapi Alberto segera tersadar bahwa dia tidak akan bisa melakukan apapun saat Ornado sudah bertekad sebulat itu.
Ada rasa sakit di dada yang menyesakkan, dirasakan oleh Alberto sebagai seorang ayah sekaligus mertua yang begitu menyayangi anak maupun menantunya,
Tapi di sisi lain, Alberto tahu kalau dia berada di sisi Ornado, dia pasti akan melakukan hal yang sama.
Dia pasti akan rela melakukan apapun untuk wanita yang dicintainya, bahkan memutuskan untuk tidak menikah dan dekat dengan wanita lain setelah istrinya meninggal, merupakan sebuah bukti nyata bahwa seumur hidupnya, Alberto hanya mencintai satu wanita, seperti yang dialami oleh Ornado.
Alberto tahu betul bagaimana besarnya cinta anaknya itu terhadap sosok Cladia bahkan sejak mereka masih kanak-kanak.
Dan bukannya mustahil bagi Alberto, jika Ornado akan bisa bertindak gila pada Dario jika itu menyangkut wanita yang dicintainya itu.
“Hati-hati. Aku sungguh berharap kamu akan bisa membawa pulang menantu dan calon cucuku dalam kondisi baik-baik saja. Dan juga… terlebih kamu… tetap kuat dan sehat.” Alberto berkata sambil memeluk tubuh Ornado dan menepuk-nepuk pelan punggung anak kesayangannya yang begitu membanggakannya itu.
“Terimakasih doanya Pa. Aku janji, aku akan membawa amore mio dan Bee kembali di tengah-tengah kita secepatnya. Dan aku, minta maaf jika kali ini, aku tidak akan bersikap lunak pada Dario, jika dia tidak mau melepaskan amore mio baik-baik.” Alberto menahan nafasnya mendengar kata-kata Ornado yang lebih mirip seperti sebuah ancaman untuk Dario.
“Lakukan apa saja yang menurutmu adalah hal yang paling baik untukmu dan Cladia. Aku percaya, kamu tahu yang terbaik untuk semuanya. Sejak Dario berani menyerang Grup Xanderson, dan juga menculik Cladia, detik itu juga hubungan kita keluarga Xanderson dan dia sudah berakhir.” Alberto berkata sambil melepaskan pelukannya kepada Ornado.
Perkataan Alberto membuat Ornado sedikit bernafas lega. Paling tidak, dengan apa yang dikatakan oleh Alberto, jika Ornado terpaksa melakukan hal yang buruk pada Dario untuk menyelamatkan Cladia, papanya sudah siap tentang hal itu.
Alberto sendiri tidak bisa menahan kemarahan dan kekecewaannya kepada Dario begitu mendengar dari James, ketika Ornado ke ruang kerjanya, bahwa selain menculik Cladia, Dario sudah berusaha menjatuhkan Grup Xanderson, menyerangnya dari beberapa sisi.
“Ya Pa. Aku akan segera berangkat. Aku tidak mau menunda waktu terlalu lama karena aku tidak mau terjadi suatu hal yang buruk terhadap amore mio dan Bee. Aku pergi sekarang. James, segera susul dan pimpin pasukan khusus kita. Aku mengandalkanmu. Jeremy, tolong untuk tetap menjaga papa dan mansion ini. Pastikan keamanan mansion ini diperketat. Aku tidak mau lengah sedikitpun kali ini. Sedikitpun aku tidak akan lagi membuka celah bagi Dario untuk bisa memojokkanku, termasuk menggunakan papa.” Jeremy langsung menganggukkan kepalanya mendengar permintaan Ornado, karena untuk saat ini, sepertinya itu adalah bantuan yang paling tepat yang bisa dia lakukan.
“Baik Ad, aku akan melakukan yang terbaik yang aku bisa di tempat ini. Tolong… segera beri aku kabar jika kamu sudah berhasil menyelamatkan Cladia.” Jeremy berkata dengan nada suara penuh harap, karena sebagai kakak yang sudah menggantikan peran orangtua mereka yang meninggal, Jeremy sangat menyayangi Cladia.
Bagi Jeremy, Cladia adalah harta yang sangat berharga baginya. Satu-satunya keluarganya yang paling dekat sejak kedua orangtua mereka meninggal.
“Pasti Jer. Aku pergi sekarang, amore mio pasti sedang menunggu kedatanganku. Aku tidak bisa membiarkannya berlama-lama berada di tempat terkutuk itu.” Ornado berkata dan dengan langkah lebar dan cepat, bergegas keluar dari pintu mansion, dan masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkan untuknya, di bagian pengemudi, karena saat ini, dia memang harus pergi seorang diri untuk bisa menyelamatkan Cladia.
# # # # # # # #
“Akhhh….” Cladia yang baru saja terbangun karena efek obat bius yang mulai menghilang dari tubuhnya, melenguh pelan dengan kedua tangannya yang langsung memegang kepalanya yang terasa sedikit pusing.
NOTE: Terimakasih untuk doa para pembaca tercinta. Semoga author bisa segera kembali up 2 episode seperti biasanya.