My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
RASA TIDAK RELA



Bagaimana caraku mengatakan kepada Ad tentang keinginan kak Serafina? Bukankah itu akan menjadi hal yang sangat tidak sopan untuk meminta Ad memberikan ijin agar Serafina bisa ikut berlibur dan bermalam bersamaku selama liburan ini?


Elenora berkata dalam hati sambil menggigit bagian bawah bibirnya, merasa putus asa dan tidak tahu bagaimana harus bertindak.


Kenapa kak Serafina sepertinya sengaja melakukan hal ini padaku? Seumur hidupku, rasanya kakak belum pernah memaksa untukikut  pergi denganku. Bahkan setahuku, dia begitu menjaga jarak denganku dan kadang tidak mau mengakui keberadaanku sebagai adiknya. Tapi hari ini tiba-tiba saja mengejutkanku dengan mengatakan bahwa dia sudah berada di Indonesia dan mau menyusulku ke Bali.


Elenora kembali berpikir dalam hati, kali ini dengan kedua ujung jari-jarinya saling bertaut, menunjukkan rasa gelisahnya yang begitu besar.


Di tempat lain, Serafina yang sedang berada di bandara, dan sudah berpindah dari gate kedatangan internasional ke gate keberangkatan domestik tampak mendengus kesal sambil melihat ke arah layar handphonenya.


Di layar handphone tampak foto-foto suasana suasana liburan di media sosial milik Amadea yang menunjukkan foto-foto dimana Ornado dan yang lain sedang menikmati makan malam mereka di Bali kemarin, dengan sebuah tagline yang berbunyi “Have a nice holiday all”.


(Tagline adalah susunan kata yang dipersingkat. Sebenarnya tagline itu sendiri merupakan sebuah frasa yang digunakan untuk suatu bisnis dalam menarik perhatian pelanggan atau konsumennya.Untuk di Indonesia sendiri, tagline sering disebut sebagai jargon, motto, atau semboyan. Tapi dalam perrkembangan dalam dunia media sosial saat ini, tagline digunakan untuk memberikan keterangan atau ucapan singkat dalam sebuah foto atau video yang diupload oleh seseorang di media soasial mereka).


“Sial! Gadis culun itu sudah mulai berani rupanya! Apa dia benar-benar ingin mengabaikan peringatanku?” Serafina berkata dengan suara mendesis untuk menunjukkan kejengkelannya setelah melihat dalam satu atau dua foto yang dipasang oleh Amadea itu menampilkan sosok Elenora yang tampak berbeda dengan gaya berpakaiannya yang terlihat modis.


Amadea memang sengaja meminta beberapa foto dari James, sebagai ganti karena dia tidak bisa ikut berlibur karena padatnya jadwal pemotretan yang sedang dia jalani.


Dan Serafina yang menjadi salah satu pengikut media sosial dari Amadea, dan selalu berusaha mengikuti berita tentang Amadea dan para sepupunya yang tampan itu, bisa melihat foto-foto itu dengan jelas.


Serafina sendiri, sejak dia pulang beberapa hari lalu dari acara pemotretan di Amerika, langsung marah dan tidak terima begitu mendengar tentang rencana perjodohan Elenora dengan James dari kedua orangtuanya.


Bahkan mengetahui bahwa Elenora saat ini bahkan sudah berada di Indonesia dan bekerja di perusahaan Bumi Asia milik Grup Xanderson, membaut hati Serafina semakin panas.


Karena begitu kesal, Serafina jadi teringat kembali dengan kejadian dimana untuk pertama kalinya kedua orangtuanya yang mengajaknya ngobrol di ruang keluarga, memberinya info bahwa Elenora akan dijodohkan dengan James.


“Ma, kenapa bukan aku? Bagaimanapun, anak tertua di keluarga ini adalah aku. Seharusnya aku yang menikah lebih dahulu dibandingkan dengan Elenora!” Dengan nada sedikit tinggi, Serafina menyampaikan rasa protesnya.


“Tapi tidak ada salahnya jika aku ingin menikah lebih dahulu.” Serafina berkata dengan intonasi suara yang dia buat supaya lebih rendah dari yang tadi.


“Kalau begitu kamu bawa salah satu dari kekasihmu ke rumah. Supaya kami bisa melihat seperti apa laki-laki itu, dan melihat keseriusannya tentang hubungan kalian berdua, dan rencana ke depannya tentang membentuk suatu keluarga denganmu.” Jawaban papanya membuat Serafina tersentak kaget.


Selama ini memang banyak kali, Serafina digosipkan dengan para lelaki tampan yang diberitakan sebagai kekasihnya.


Akan tetapi, sebenarnya, tidak ada satupun lelaki itu yang benar-benar menjadi kekasihnya.


Semua berita itu sengaja dibuat oleh Serafina untuk mendongkrak popularitasnya sebagai seorang model yang mencoba bersaing dengan Amadea.


Jika membicarakan tentang siapa laki-laki yang ingin dinikahinya, bagi Serafina, tentu saja jika saja bisa, itu adalah Ornado Xanderson atau James Xanderson, dua orang laki-laki yang bukan hanya tampan dan sukses, tapi memiliki harta kekayaan yang sungguh tidak bisa dia bayangkan banyaknya.


Sayangnya, Ornado sudah mengumumkan bahwa dia sudah menikah beberapa waktu lalu.


Bagi Serafina, dia akan dengan senang hati mengejar seorang Ornado yang jelas-jelas dari status dan kekayaannya merupakan oang nomer satu Italia, meskipun laki-laki itu sudah menikah, jika saja pria tampan dan bertubuh sempurna itu tidak memiliki sikap dingin dan acuh tak acuh pada wanita di sekelilingnya.


Sayangnya, Ornado bukanlah laki-laki ramah seperti James, yang akan mudah untuk didekati apalagi dirayu, sehingga Serafina tahu kesempatan satu-satunya jika ingin mengejar posisi istri dengan status tinggi dan kekayaan adalah James Xanderson.


Karena jika itu Afro Xanderson, salah satu keturunan Xanderson yang lain, tidaklah mungkin karena selain Afro berusia jauh lebih muda darinya, Afro juga sudah dikabarkan memiliki seorang kekasih dan hubungan mereka terlihat sangat serius, dan kedua orangtua mereka sudah saling mengenal dan merestui hubungan itu.


Belum lagi, sikap Afro boleh dibilang sebelas dua belas dengan Ornado, cenderung dingin dan tidak ramah kepada orang yang tidak dekat dengannya. Jauh berbeda dengan James yang memang terkenal ramah dan seringkali bersikap hangat kepada orang lain.