My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
HADIAH UNTUK ELENORA



Di samping Ernest, tampak nyonya Rose yang memandang ke arah Alvero dan Deanda dengan senum di wajahnya yang terus dia perlihatkan tanpa henti.


Yang mulia... rasanya begitu lega dan bahagia sekali melihat bagaimana kehidupan indah yang sedang dijalani oleh yang mulia sekarang bersama permaisuri Deanda. Aku sungguh berharap itu akan berlangsung selamanya.


Nyonya Rose berkata dalam hati sambil menyingkirkan butiran bening di ujung matanya, yang sudah bersiap untuk meluncur turun membasahi pipinya, dengan rasa haru sekaligus bahagia yang memenuhi dadanya saat ini.


Alaya yang awalnya sempat kaget, dengan cepat langsung mengarahkan kameranya dan mengabadikan momen berharga itu dengan cepat dengan senyum lebar tersungging di bibirnya saat dia mata dan tangannya bergerak cepat membidikkan kameranya, merasa senang mendapatkan kesempatan untuk mengambil gambar yang menunjukkan momen langka hari ini.


Puluhan gambar berusaha Alaya dapatkan dari kejadian romantic dan manis itu. Tanpa henti Alaya mengambil foto-foto itu sambil terus menyungingkan senyum di bibirnya.


# # # # # # #


"James... kenapa kita berhenti di sini?" Elenora tanpa sadar langsung bertanya kepada James yang tampak menghentikan mobil yang dikendarainya di depan salah satu butik yang terlihat cukup besar.


"Tunggu sebentar di sini. Aku tidak akan lama. Aku butuh mengambil pesananku sebentar di sana." James berkata sambil melepaskan safety beltnya dan dengan gerakan cepat keluar dari mobilnya.


Dengan langkah lebar dan bergegas, James memasuki butik itu, dimana dua orang yang berjaga di depan pintu masuk tampak langsung memberikan sapaan hangat sekaligus hormat kepada James.


Dan seperti apa yang dikatakan oleh James sebelumnya, tidak butuh waktu lama, James sudah kembali terlihat keluar dari pintu butik sambil membawa satu paper bag di tangan kanannya.


Elenora yang awalnya sedang sedikit melamun sejak James keluar meninggalkannya di dalam mobil dan mengamati sekelilingnya, sedikit tersentak kaget begitu mendengar suara pintu mobil dibuka kembali dan James masuk ke dalam mobil, yang memang sengaja dikendarainya sendiri, tanpa membawa sopir.


James merupakan salah satu orang yang menggilai bidang otomatif, sehingga seringkali, dia akan lebih memilih untuk mengendarai mobil sendiri daripada mempercayakannya kepada seorang sopir meskipun itu adalah seorang sopir profesional.


Bahkan bagi James, selain Afro dan Ornado, tidak pernah ada orang yang diijinkan James untuk menyentuh setir mobil pribadinya.


Meskipun saat ini mobil yang dikendarainya bukan mobil miliknya pribadi, tapi James lebih memilih mengendarainya sendiri, apalagi sejak Ornado mengancamnya kemarin, James memang bertekad untuk mencoba mengikis jarak antara dia dan Elenora, dengan menciptakan momen dimana hanya ada dia dan Elenora berdua saja, agar dia bisa lebih memantapkan keputusan hatinya tentang Elenora secepatnya.


James tahu bahwa dengan beberapa kejadian yang dia alami bersama Elenora, dia memang sadar memiliki ketertarikan lebih kepada Elenora dibandingkan dengan gadis lain, tapi masih ada rasa ragu di hatinya jika mengingat bagaimana Elenora meninggalkannya malam itu.


"Ini...." Begitu masuk ke dalam mobilnya, James menyodorkan sebuah paper bag berukuran sedang kepada Elenora yang menerima paper bag itu dan berencana langsung menyimpannya di kursi yang ada di belakangnya, karena berpikir bahwa James sedang meminta tolong padanya untuk menyimpan paper bag itu.


Tindakan Elenora yang diam-diam diamati James, langsung membuat James sedikit mengernyitkan dahinya.


"Eh, bukankah tidak sopan jika aku membuka dan melihat barang milik orang lain tanpa ijin yang punya?" Dengan sikap lugu Elenora berkata kepada James yang sebenarnya ingin tertawa geli mendengar jawaban polos dari Elenora.


"Kenapa harus ijin pada orang lain kalau barang itu milikmu sendiri?" James berkata sambil matanya langsung memandang ke arah depan, dan mulai menginjak pedal gas dan memutar setir mobil, untuk menggerakkan mobil yang ditumpanginya, meninggalkan halaman parkir butik itu.


"Eh... tapi James...."


"Ehem...." James berdehem pelan, memutus perkataan Elenora yang terlihat masih bingung.


"Itu untukmu. Aku sengaja membelinya untukmu. Lihat saja. Semoga kamu suka." Akhirnya James berkata sambil matanya pura-pura fokus ke jalanan yang ada di depannya, namun matanya terus menerus melirik ke arah Elenora, tidak sabar melihat reaksi Elenora setelah melihat isi dari paper bag itu.


James berharap pilihannya tidak salah atau meleset, dan benda-benda itu akan cocok dikenakan oleh Elenora.


Mendengar perkataan James yang bagi Elenora cukup mengagetkan, membuat Elenora dengan gerakan ragu menarik kembali paper bagi itu ke arahnya, dan meletakkannya di atas pangkuannya.


Dengan perlahan, Elenora membuka paper bag itu, untuk melihat apa yang ada di dalamnya.


Dan mata Elenora langsung terbeliak begitu melihat di dalam paper bag itu ternyata berisi topi dengan jenis boater hat seperti yang diberikan oleh Cladia pada Elenora tadi pagi.


Hanya saja, kali ini James memilih topi bewarna krem, dengan pita yang mengelilingi topi itu bewarna coklat, dan dibagian tengan kain yang membentuk pita itu terdapat rangkaian bunga berwarna cerah.


Selain itu, di bagian bawah topi terlihat adanya beach sarong (kain pantai) dengan warna cerah, motif berupa gambar abstrak dengan berbagai warna yang membuatnya terlihat unik sekaligus indah.


(Sarung adalah sehelai kain besar yang lazimnya dipakai melingkar di pinggang. Sarung merupakan tradisi leluhur bangsa-bangsa di kawasan Asia Selatan, Asia Tenggaram, beberapa tempat di Afrika, serta kebanyakan pulau-pulau Pasifik.  Dalam perkembangannya sarung mengalami perubahan-perubahan fungsi dan bentuk yang disesuaikan pada tempat dan cara penggunaanseperti di beberapa daerah pesisir pantai, kain sarung sering dipakai untuk menutupi badan sebelum atau sesudah berenang, atau sedang berwisata di daerah pantai.


Cara pemakaiannyapun sangat unik, tergantung dari selera penggunanya. Kain pantai secara fisik berbeda dengan sarung yang asli yang digunakan untuk pakaian adat/ibadah, karena pada ujung kain tersebut tidak disatukan atau dijahit secara melingkar, akan tetapi berupa lembaran kain yang ujung-ujungnya diikat secara unik dan apik).


"James... apa benar ini... untukku?" Elenora berkata dengan nada tidak percaya, membuat James hampir tidak bisa menahan senyum geli karena Elenora meskipun salah tingkah, terlihat jelas bahwa Elenora tidak bisa menyembunyikan aura wajah bahagianya mendapatkan hadiah tidak terduga dari James.


Cantik.... Wajah bahagia membuat dia terlihat begitu cantik. Ah, sudah berapa kali ini kamu membuatku melihat sisi cantikmu yang selama ini tidak pernah kamu tunjukkan di depanku. Kenapa selama ini kamu selalu terlihat tidak nyaman di dekatku? Aku harap akan sering melihatmu tersenyum dengan begitu cantik seperti hari ini.


James berkata dalam hati sambil tersenyum puas dan menatap jalanan lurus di depannya, berharap agar mereka bisa segera menyusul yang lain di pantai, sehingga dia bisa melihat Elenora memakai barang-barang yang sudah sengaja dibelinya tadi.