My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
KARENA AKU BEGITU MENCINTAIMU (1)



Peringatan....!!! Episode ini adalah area 21+++. Mohon bijak dalam memilih bacaan, untuk pembaca yang masih di bawah umur, harap skip episode ini, agar tidak merusak pikiran kalian.


"Ele.... Biarkan aku menjadikanmu wanitaku seutuhnya malam ini... Apa kamu tahu? Aku sudah menunggu begitu lama untuk dapat memilikimu seutuhnya. Kamu tahu bahwa selama di kota B, aku sangat tersiksa karena begitu merindukanmu." James berkata lembut sambil tangannya yang lain bergerak untuk melingkar di punggung Elenora, yang tubuhnya tampak tersentak kaget dan juga terlihat begitu kaku seperti patung, karena kata-kata James, membuatnya cukup takut untuk menganggukkan kepalanya dan mengatakan iya atas permintaan James barusan.


Dan ketakutan yang terpancar di wajah Elenora, bisa terlihat dengan jelas oleh James yang langsung mendesah pelan, karena menyadari bahwa sikap Elenora, bisa jadi disebabkan karena ingatan buruk pada malam itu.


“Para bajingan itu! Aku tidak akan pernah membiarkan mereka bebas tanpa harus membayar semua yang sudah mereka lakukan padamu!” James berkata dengan tatapan yang menunjukkan bahwa dia begitu emosi karena mengingat tentang apa yang sudah dilakukan oleh para preman itu pada Elenora.


“James… a… ku….” Elenora menghentikan kata-katanya, untuk kemudian memalingkan wajahnya ke samping, agar James tidak melihat matanya yang mulai terasa panas dan lembab karena rasa ragu dan takut yang menerjang hatinya saat ini.


“Ele… ti amore… lihat aku….” James kembali menggerakkan wajah Elenora ke arahnya, yang mau tidak mau membuat Elenora memandang ke arah James.


“Aku… akan berusaha keras, untuk membuatmu melupakan kenangan buruk itu. Aku akan memberikan cinta yang besar dan melimpah kepadamu, agar kamu bisa melupakan ketakutanmu…” James berkata lembut, dengan bibirnya yang menempel di telinga Elenora, memberikan sedikit rasa tenang oada Elenora.


“Jejak ingatan itu… sedikit demi sedikit, aku akan menghapusnya dari pikiranmu….” James kembali berbisik lembut, kali ini dengan hidung mancungnya yang sudah bergeser dari telinga ke arah pipi Elenora, dan menciumnya lembut di sana.


Elenora sedikit menahan nafasnya ketika James melakukan itu padanya, ada sesuatu yang menggelitik hatinya, dan membuat perutnya terasa geli.


“Aku akan membuatmu merasakan cintaku yang begitu besar padamu, membuat kamu sibuk menikmati cintaku, sehingga kamu tidak memiliki kesempatan untuk memikirkan hal lain yang akan membuatmu bersedih, takut ataupun kecewa lagi….” Tubuh Elenora tersentak kaget, begitu menyadari, bibir James sudah menguasai bibirnya setelah mengucapkan kata-katanya barusan, membuat James menghentikan ciumannya, dan menatap Elenora dalam-dalam.


“Ele… haruskah kita berhenti di sampai di sini?” James berkata dengan suara parau dan nafas yang sedikit memburu karena berusaha keras menahan gairahnya, agar tidak melukai hati Elenora.


“James… aku sangat mencintaimu, dan aku ingin menyempurnakan cintaku dengan memberikan segala yang aku miliki untukmu. Milikilah aku, dan jadikan aku yang pertama dan satu-satunya wanita dalam hidupmu. Buat aku menjadi seorang wanita sempurna bagimu. Buat aku bisa melewati ini dengan baik.” Elenora berbisik pelan dengan suara ragu, dengan mata terpejam untuk dapat mengendalikan ketakutannya, dan hidungnya yang mancung menarik udara di sekitarnya sebanyak-banyaknya.


Saat ini, Elenora benar-benar ingin merasakan kehadiran James, sebagai satu-satunya laki-laki yang begitu dicintainya, dimana dengan sadar dia ingin menyerahkan semua yang ada pada dirinya pada laki-laki itu malam ini, sesuatu yang sebenarnya sudah menjadi hak James sejak mereka menandatangani akta pernikahan mereka hari itu.


Dan Elenora tidak ingin menunda memberikan hal berharga itu pada James.


Elenora meyakinkan dirinya sendiri bahwa James yang sudah menyelamatkannya malam itu, James yang begitu dicintainya tanpa batas itu, adalah laki-laki yang ternyata juga begitu mencintainya, tidak akan pernah menyakitinya.


“Kamu sungguh membuatku semakin jatuh cinta padamu ti amore.” James langsung membalas kata-kata mesra Elenora yang membuat dirinya bukan hanya dipenuhi dengan cinta yang menggelora, tapi juga hasrat yang begitu besar untuk dapat menjadikan Elenora wanita miliknya baik jiwa dan raganya.


Bahkan, setelah beberapa saat memberikan ciuman hangat, James mulai meningkatkan ciumannya menjadi sebuah ciuman penuh gairah dan panas, sesuatu yang belum pernah dirasakan oleh Elenora sebelumnya.


Untuk beberapa saat Elenora diam terpaku dengan mata sedikit terbeliak, namun tangan James yang menahan tengkuknya sehingga ciuman mereka semakin dalam, dan juga tangan James yang lain mengelus lembut punggungnya, membuat beberapa saat kemuadian, Elenora merapatkan pejaman matanya dan mulai menikmati apa yang dilakukan James pada bibirnya.


Ele… aku akan menghapuskan setiap jejak ingatan burukmu tentang malam itu. Dimana mereka menyentuhmu, berusaha melukaimu, membuatmu ketakutan, aku akan menggantikannya dengan sentuhan penuh cinta yang membuatmu lupa rasa sakit dan semua penderitaanmu selama ini.


James berkata dalam hati, perlahan dan dengan penuh kelembutan, namun dengan pasti James mulai menggiring Elenora agar sedikit demi sedikit mulai menikmati sentuhan penuh cinta dari James.


“Ti amore, aku sungguh-sungguh mencintaimu.”


“Aku menginginkanmu bukan sekedar karena hasratku sebagai laki-laki normal, tapi karena aku begitu mencintaimu.”


“Kalau itu bukan kamu, aku tidak akan pernah mengharapkan bisa melakukan hal ini.”


“Aku ingin menyempurnakan cintaku dengan memberikan segalanya untukmu.”


“Ele… cintaku… yang paling aku cintai….”


“Gadisku… kekasihku… istriku tercinta….”


“Kamu adalah yang pertama bagiku, dan aku juga adalah yang pertama bagimu.”


Sambil mencumbu Elenora, James tanpa henti mengucapkan kata-kata penuh cintanya, dengan tangannya yang terus bergerak memberikan sentuhan lembut ke tubuh Elenora, yang mulai merasakan otot-otot di tubuhnya menjadi lemas.


Tindakan James saat ini membuat dada Elenora bergejolak hebat, sekaligus sedikit demi sedikit berhasil menghapuskan pikirannya dari ingatan tentang kejadian mengerikan malam itu, dan saat ini Elenora berusaha fokus pada keberadaan James sebagai laki-laki miliknya, yang selama ini juga sudah menjadi pelindung baginya.


Bahkan tidak ada penolakan, atau gerakan kaget dari tubuh Elenora, ketika James mulai membaringkan tubuh Elenora di atas tempat tidur, agar James bisa dengan bebas melakukan lebih untuk menunjukkan rasa cintanya, melalui sentuhan dan cumbuannya pada seluruh tubuh Elenora.