
Perkataan James sontak membuat Ornado tertawa kecil, sedang Elenora langsung mendongak dan memandang ke arah James, yang dengan cepat langsung mendaratkan bibirnya di bibir Elenora yang tadinya sedikit terbuka karena sedikit terkejut mendengar perkataan James pada Ornado yang menyebutkan tentangnya dan keluarga James.
"Semua orang di keluarga ini, bahkan sampai pelayan, sudah tahu siapa Elenora bahkan sebelum kami menikah, apalagi yang harus ditakutkan dia untuk masuk ke keluarga kami. Apalagi, aku akan mengajaknya ke mansionmu kok, tidak meninggalkannya di sini." Ornado kembali tertawa mendengar perkataan James, yang membuatnya geli.
Jika pada akhirnya James memang berniat mengajak Elenora, tidak perlu dia harus menjelaskan panjang lebar pada Ornado bahwa Elenora akan baik-baik saja jika dia tinggal di sana sementara James pergi.
Pikiran itu membuat tawa Ornado semakin lebar, menyadari bahwa ternyata saat jatuh cinta, James akan bertindak tidak jauh berbeda dengannya.
Sepertinya James sudah benar-benar tergila-gila pada Elenora. Bagaimanapun dia adalah seorang Xanderson yang akan melakukan apapun dan mampu bertindak tidak masuk akal untuk wanita yang dicintainya.
Ornado berkata dalam hati dengan sikap puas, karena bagaimanapun, sedikit banyak dia ikut terlibat dalam membereskan hubungan James dan Elenora dari kesalahpahaman yang berkepanjangan.
"Oke, aku dan amore mio akan menunggu kalian untuk segera datang ke sini, sambil menunggu Jeremy agar dia beristirahat sejenak sebelum kita bertemu. Sampai nanti James." Ornado mengakhiri panggilan teleponnya dan meletakkan kembali teleponnya di atas meja yang ada di hadapannya.
"Terimakasih ti amore." James mengecup kening Elenora untuk mengucapkan terimakasihnya karena sudah membantunya mengenakan pakaiannya ketika dia menerima panggilan telepon dari Ornado barusan.
"Apa ada masalah yang terjadi di kantor atau rumah Ad, James?" Elenora yang tadi sempat mendengarkan sedikit pembicaraan antara James dan Ornado, langsung bertanya kepada James, apalagi tadi Elenora sempat mendengar James akan mengajaknya juga.
"Aku belum tahu apa yang sedang terjadi, tapi Ad memintaku ke mansionnya karena Jeremy ada di sana sekarang."
"Jeremy ada di Italia sekarang? Menjemput Cladia?" Elenora bertanya dengan nada terdengar penasaran.
"Aduh ti amore, pikiranmu kenapa kadang sedemikian polosnya? Ada Ad sebagai suami Cladia, tidak mungkin hanya karena ingin menjemput Cladia Jeremy terbang jauh-jauh kemari, sedangkan dia sendiri sedang sibuk mempersiapkan pernikahannya dengan Niela. Daripada penasaran, sebaiknya kamu bersiap, kita akan tahu setelah kita ada di sana. Apalagi sepertinya kamu juga ingin bertemu Cladia." James berkata sambil tertawa kecil setelah mencubit kecil ujung hidung mancung Elenora.
Tindakan James membuat Elenora langsung menganggukkan kepalanya dengan semangat dan membalasnya dengan sebuah senyuman manis, karena jujur saja, Elenora memang ingin bertemu dengan Cladia, dan sedikit banyak ingin menceritakan tentang apa yang sudah dialaminya beberapa waktu ini bersama James, bagaimana bahagianya dia saat ini bersama James.
Bagi Elenora yang selama ini tidak memiliki teman dekat karena pergaulan yang sangat terbatas, bisa mengenal Cladia dan memiliki hubungan baik dengan istri Ornado itu merupakan sebuah keberuntungan besar baginya.
Belum lagi keberadaan Elenora yang sempat tinggal beberapa waktu di rumahnya, membuat Cladia merasa memiliki saudara perempuan, membuat hubungan mereka menjadi sangat dekat.
"Aihhh, wajahmu ceria sekali. Sebegitu senangnya kamu akan bertemu Cladia?" James bertanya sambil tertawa dan mengacak pelan rambut di kepala Elenora.
"Kedatangan Cladia dan Ornado yang tiba-tiba ke Italia adalah sesuatu yang cukup membuatku kaget waktu itu. Di pesta ulang tahun mama, aku bahkan belum sempat mengobrol banyak dengan Cladia karena seseorang memaksaku meninggalkan pesta dan membawaku pergi." James langsung meringis mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Elenora tentang kejadian dimana dia menjadi seperti orang gila karena Elenora pergi ke Italia tanpa pesan, berpikir bahwa Elenora berniat meninggalkannya untuk selamanya.
Ditambah lagi begitu James datang ke rumah Elenora, ternyata sedang ada pesta dan juga sosok Elenora yang sedang berbicang dengan Gavino, semakin membuat James gelap mata dan tanpa perduli dengan yang lain, langsung membawa Elenora pergi menjauh, meninggalkan pesta tanpa pamit kepada orang lain, bahkan orangtuanya dan orangtua Elenora yang waktu itu juga ada di sana.
Dan jika mengingat kejadian hari itu, James hanya bisa tersenyum geli, sekaligus merasa lega, karena pada akhirnya dia dan Elenora bisa menyelesaikan masalah mereka dan saling membuka hati sehingga untuk ke depannya, mereka bisa berbagi kebahagiaan bersama, tanpa adanya lagi sakit hati, kecurigaan dan kebencian diantara mereka.
"Ayo, kita berangkat sekarang? Apa kamu sudah siap?" Dengan cepat Elenora kembali menganggukkan kepalanya begitu mendengar pertanyaan dari James.
# # # # # # #
Mendengar apa yang diceritakan Jeremy, tubuh Cladia menegang, matanya melotot, tanpa bisa menahan airmatanya.
James dan Elenora beberapa kali saling berpandangan dengan wajah menunjukkan simpatinya kepada Cladia dan Jeremy.
Ornado terlihat lebih tenang, meskipun dari tatapan mata birunya terlihat kilat kemarahan yang tidak dapat disembunyikannya lagi.
Seorang Ornado yang tidak akan pernah membiarkan seorangpun mengusik istrinya, begitu mendengar penjelasan Jeremy, meskipun terlihat diam, tapi dalam otaknya sudah memikirkan banyak cara untuk membalas perbuatan Dario.
Belum lagi, dilihatnya berita itu cukup membuat emosi Cladia terkuras, dengan wajahnya yang terlihat begitu sedih, membuat Ornado tidak terima karena seseorang sudah membuat wanitanya seperti itu.