My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
ANALISA ORNADO



Untuk Ornado, kebahagiaan James, juga akan menjadi kebahagiaannya juga.


Kebahagiaan James menjadi salah satu prioritas utama bagi Ornado yang begitu dekat dengan James, dan sangat menyayangi sepupunya itu.


“Biarkan saja, toh dia juga butuh komunitas untuk menjalin hubungan dengan orang lain dan…” James menanggapi perkataan Ornado dengan santai dan bersikap ogah-ogahan.


“Dan sepertinya entah itu teman barunya atau Alex, mereka menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka menyukai Elenora.” Mendengar perkataan Ornado, James justru tertawa.


“Syukurlah, ternyata ada juga laki-laki yang menyukainya. Itu bagus, supaya pembatalan perjodohan kami bisa semakin cepat.” James berkata dengan nada terdengar sedikit sinis.


“Hmmm…. Begitukah? Tapi kalau aku jadi Elenora, aku akan lebih memilih Gavino. Aku dengar dari Afro, bahkan Gavino sudah menyatakan perasaannya kepada Elenora beberapa bulan lalu, tapi tentang apa jawaban Elenora, tidak ada yang tahu.” James dengan spontan langsung mengarahkan pandangan matanya ke arah Ornado begitu mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Ornado tentang Gavino.


Gavino menyatakan perasaannya kepada Elenora? Kenapa aku  bisa jadi orang yang paling terakhir tahu tentang hal itu? Kenapa Afro tidak memberiku info tentang hal sepenting itu? Bukankah dia juga tahu tentang rencana perjodohan antara aku dan Elenora?


James ingin sekali menyatakan protesnya, yang hanya bisa dia ucapkan dalam hati, karena dia tidak ingin Ornado berpikir bahwa dia tidak terima jika ada orang lain yang menyukai Elenora.


“Tenang saja James. Kalau Elenora sudah menerima pernyataan cinta dari Gavino, tidak mungkin dia menerima perjodohan kalian meskipun kedua orang tua kalian yang meminta hal itu padanya. Lagipula jika dia menerima cinta Gavino, dia tidak akan mungkin mau meninggalkan Italia hanya untuk bekerja di kantor Bumi Asia hanya untuk kamu tindas.” Mata James membulat sempurna begitu mendengar tuduhan Ornado padanya itu.


“Siapa yang sudah menindas Eleno….”


“Hist… mungkin tidak menindas secara langsung, tapi apa kamu sadar? Bahkan orang lain melihat kamu memperlakukan Elenora tidak sama dengan pegawai lain. Kamu terlalu sering memarahinya.” Ornado langsung memotong James yang berniat memprotesnya.


Wah… bahkan Ornado lebih tahu tentang hal yang terjadi di sekitarku dan Elenora dibandingkan dengan aku sendiri. Termasuk masalah Gavino yang ternyata sudah menyatakan cintanya kepada Elenora, padahal malam itu di pesta Dario, aku yakin Ad belum tahu apapun tentang itu. Dasar Ad, paling cepat dalam bertindak menangani sesuatu.


James berkata dalam hati dengan sedikit menggerakkan kepalanya ke samping.


Dahinya sedikit mengernyit karena memikirkan apa yang baru saja dikatakan oleh Ornado.


“Saat memberikan perintah padanya, kamu sering membentaknya. Dan setiap pekerjaannya yang sampai di mejamu selalu saja ada yang salah, dan membuatmu marah. Elenora yang kita kenal begitu menonjol di bidang akademik sejak dia masih kecil. Dan aku mulai berpikir, mungkin bekerja sebagai sekretaris bukanlah tempat yang tepat untuknya. Dia pasti memiliki keahlian di bidang lain yang mungkin tidak dimiliki orang banyak orang, sesuatu yang istimewa. Hanya saja, aku tidak ingin terlalu ikut campur dalam pekerjaannya karena kedatangannya di Bumi Asia bukan murni karena ingin bekerja di sini, tapi karena untukmu.” James yang awalnya ingin membela diri akhirnya terdiam begitu mendengar kata-kata Ornado.


“Aku pikir, di sini orang yang menjadi bodoh bukanlah Elenora, tapi kamu James. Meskipun sejak Elenora masih kecil kamu selalu mengejeknya, mengolok-olok dia karena penampilannya, apa kamu tidak sadar? Bahwa selama ini kamu sebenarnya selalu menempel padanya sebelum kejadian hari itu? Kenapa setiap kamu butuh bantuan selalu Elenora yang ada dalam pikiranmu? Saat itu kamu bisa saja meminta bantuan Amadea, atau saudara kita yang lain, atau teman-teman gadismu yang lain. Tapi Elenora yang kamu pilih waktu itu.”  Ornado meneruskan kembali kata-katanya.


“Tanpa kamu sadari, sejak kecil dia selalu menjadi orang yang akan kamu cari untuk pertama kalinya. Kamu ingat kalau papaku memberimu sesuatu atau orangtuamu membelikanmu oleh-oleh saat mereka bepergian? Elenora akan menjadi orang pertama yang akan kamu cari. Entah itu alasan untuk kamu memamerkannya pada Elenora, yang pasti, sebenarnya sejak dulu yang ada di otakmu adalah Elenora.” Wajah James terlihat sedikit memerah dengan sikap marah karena perkataan Ornado.


“Ad… tolong hentikan. Kata-katamu sungguh tidak beralasan!” James berkata dengan nada sedikit tinggi kepada Ornado yang langsung mengernyitkan dahinya.


“Kemarahanmu saat ini menunjukkan apa yang aku katakan adalah benar. Kalau bukan karena dia menghilang hari itu, kamu tidak akan membencinya sebesar ini. Ah… salah… sebenarnya kamu tidak pernah membencinya, sebenarnya kamu begitu takut kehilangan dia saat itu, tapi kamu mengubahnya menjadi rasa kesal dan kecewa karena kamu tidak bisa menemukan dia saat itu. Kamu marah pada dirimu sendiri karena merasa menjadi orang yang tidak bisa selalu ada untuknya, sehingga dia menghilang begitu saja.” Melihat kemarahan James, Ornado justru melanjutkan bicaranya tanpa perduli dengan mata James yang tampak melotot karena marah.


“James, selama ini berapa banyak gadis cantik di sekitarmu, tapi tidak ada satupun yang memiliki hubungan serius denganmu, karena hatimu sudah ada di tempat lain. harus kamu akui, kamu memang payah dalam urusan cinta. Akui saja kalau kamu sebenarnya memang menyukai Elenora, bahkan sejak kalian masih kanak-kanak.” Perkataan Ornado membuat James menarik nafas panjang dengan mengatupkan rapat-rapat giginya.


“Aku tidak mau lagi mendengar apapun tentang itu. Gadis kampungan itu! Aku akan membuktikan bahwa analisamu salah besar Ad!” James berkata sambil mengepalkan tangannya yang ada di pangkuannya.


“Fred! Hentikan mobilnya sekarang!” Tiba-tiba saja Ornado memerintahkan Fred untuk menghentikan mobilnya.


Begitu mobil yang ditumpangi oleh Ornado dan James berhenti, mobil para pengawal yang ada di belakang mereka juga ikut berhenti, beberapa pengawal langsung keluar dari mobil dan berdiri dengan sikap siaga di samping mobil Ornado.


James yang melihat Ornado menghentikan mobilnya hanya bisa menarik nafas dalam-dalam tanpa memberikan komentar apapun.


“James, apa kamu sadar? Bahkan sejak kita bersama, apalagi sejak kamu memutuskan untuk menjadi tangan kananku, baru kali ini aku melihatmu marah padaku. Hanya karena membicarakan Elenora, kamu marah padaku. Apa kamu yakin kamu tidak memiliki perasaan apapun padanya? Atau kamu sedang berusaha menipu dirimu sendiri?” James sedikit tersentak mendengar teguran dari Ornado.


Selama ini James tahu bagaimana keras dan tegasnya Ornado, juga bukan orang yang suka ditentang oleh siapapun, termasuk orang-orang yang memiliki hubungan dekat dengannya.


Dan sebagai orang yang begitu mengerti tentang Ornado, James adalah orang yang selalu mendukung dan begitu menghormati Ornado, terlepas dari status mereka sebagai sepupu.


Sekecil apapun yang di katakan oleh Ornado, James merupakan orang yang tidak pernah menentang, apalagi berbicara dengan nada tinggi kepada Ornado.


Tapi hari ini, tanpa sadar bahkan James sudah berani membentak Ornado, dan itu karena pembicaraan tentang Elenora.


“Maaf Ad, bukan maksudku untuk bersikap kasar padamu.” James berkata dengan wajah terlihat begitu menyesal.


“Fred, antarkan Pak James kembali ke kantor Bumi Asia atau kemanapun dia ingin pergi siang ini, aku akan meminta mobil pengawal mengantarkan aku ke Sanjaya. Setelah itu jemput aku kembali.” Ornado berkata sambil bersiap keluar dari mobilnya.